Mohon tunggu...
hesty kusumaningrum
hesty kusumaningrum Mohon Tunggu... swasta

seorang yang sangat menyukai film

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Hentikan Intoleransi yang Menyebar

30 Januari 2021   12:04 Diperbarui: 30 Januari 2021   12:13 95 2 0 Mohon Tunggu...

Banyak pihak menyatakan bahwa mereka concern soal penyebaran ideologi radikal dan intoleransi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kalangan ASN ini tidak saja berada di  birokrat politik / pemerintahan saja, namun juga ada di bidang pendidikan, sosial bahkan seni budaya.

Yang paling riskan dan perlu ban yak pertimbangan adalah bidang pendidikan. Bidang pendidikan adalah tempat dimana bangsa ini membentuk generasi penerus bangsa Indonesia yang plural ini.

Namun sayangnya, pengajaran yang seharusnya berbasis plural diterjemahkan secara sempit dan melibatkan prespektif pribadi. Sehingga apa yang diajarkan bukan representasi dari pengajaran yang seharusnya dilakukan sebagai pendidik.

Contoh paling mudah adalah adanya karnaval yang diikuti oleh sebuah PAUD milik yayasan militer Indonesia di sebuah kota di Jawa Timur. Dalam karnaval yang mereka ikuti, mereka menampilkan atribut tentara yang memegang senjata dan berteriak kafir-kafir seperti tentara ISIS di Suriah.

Ini tentu kesalahan para pendidikan karena hal itu sama sekali tidak mencerminkan keIndonesiaan. Musuh Indonesia adalah siapa saja yang mengganggu teritori Indonesia, sedangkan pada masa sekarang musuh fisik itu tidak ada. Justru musuh Indonesia saat ini adalah faham intoleran seperti yang diperlihatkan oleh siswa siswi PAUD tersebut.

Contoh lainnya adalah maraknya soal-soal dalam ujian sekolah dasar dan lanjutan  yang mencerminkan prespektif pendidik dalam melihat Indonesia. Prespektif mereka sangat berbeda dengan kondisi Indonesia saat ini dan itu tidak seharusnya terjadi jika semua komponen masyarakat sama dalam melihat kebangsaan kita.

Begitu juga perguruan tinggi kita yang memang sudah terindikasi gerakan radikal ini, sehingga kita bisa melihat beberapa kasus pengeboman, seperti seorang dosen IPB yang tertangkap karena dia mengorganir pembuatan dan pengadaan bom, pasca pilpres, dua tahun lalu. Banyak kegiatan intoleran dan radikal justru dilakukan oleh kaum terdidik. Sehingga kita bisa katakan bahwa sektor pendidikan adalah pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Indonesia.

Begitu juga beberapa bidang lainnya seperti perhubungan, BUMN , pertahanan dan keamanan dll. Sehingga tak bisa dipungkiri bahwa ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama. Dengan membawa beban ini bersama-sama dan menuntaskannya, tak akan ada yang berat.

VIDEO PILIHAN