Mohon tunggu...
Hery Supriyanto
Hery Supriyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Warga net

Liberté, égalité, fraternité ││Sapere aude ││ Iqro' bismirobbikalladzi kholaq ││www.herysupri.com

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

IndiHome, Mitra Pendukung Kesuksesan Pelaku Usaha Daring

17 Juli 2022   16:12 Diperbarui: 17 Juli 2022   16:24 797
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Telkom Indonesia siap melayani pelanggan baru. Lokasi Kantor Plasa Telkom A. Yani Malang. Dok. Pribadi

Tidak dipungkiri bahwa negara kita Indonesia sudah -disadari atau tidak- siap dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, yang secara penjelasan singkat merupakan fenomena di mana terjadinya kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi. Ada 9 jenis teknologi yang mencakupnya, yang satu yang paling menonjol --saat ini- adalah internet of things (iot).

Internet --saat ini- sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan pada puncaknya di masa pandemi Covid-19 (2020-2021), di mana ada aturan pembatasan mobilitas secara fisik dan kegiatan masyarakat. Namun dengan keberadaan internet, ada perubahan perilaku yang biasanya luring (offline) menjadi daring (online). Mulai dari pembelajaran di sekolah, bekerja (work from home), sampai pada transaksi jual beli.

Marketplace pun marak, sampai para penjual dan logistik mengalami kenaikan sampai 40 persen, yang beberapa waktu mengalami overload.  Dari maraknya jual beli daring itu, roda perekonomian berputar. Para pelaku usaha (terutama UMKM) pun bisa terselamatkan (baca: tidak bangkrut). Efek lainnya, industri perbankkan ikut naik labanya seperti laporan keuangan di akhir tahun 2021.

Untuk bisa menyelami sejauh mana dampak dampak internet terhadap perkembangan ekonomi dalam tataran mikro (baca: pelaku riil di lapangan), perlu ada studi kasus. Kita ini bisa menampilkan satu dari ribuan sampel pelaku usaha yang bisa menjadi penggambarannya. Dengan adanya observasi kita bisa menyelami lebih lanjut, fakta apa yang ada serta beberapa hal yang pernah dilakukan. Melalui tulisan ini -dengan tidak menyebut berlebihan- mencoba menyajikan reportase perihal manfaat internet bagi UMKM ala jurnalisme warga alias blogger (Kompasianer).

Untuk studi kasus saya mengambil CV ESA Medco Technology selanjutnya disebut ESA Medco, sebagai contoh yang bisa menggambarkan "kekuatan" internet dalam meningkatkan omset penjualan. Ada beberapa alasan dijadikan contoh di antaranya: pertama, ESA Medco ini berkedukukan di Kota Batu yang bukan merupakan kota besar. Kedua, ESA Medco merupakan perusahaan UMKM yang memiliki prestasi di kancah nasional. Dengan menjuarai sebagai UMKM dengan transaksi terbanyak pada even virtual expo PADI UMKM yang di selenggarakan Kementrian BUMN. PADI UMKM sendiri merupakan marketplace yang dikhususkan kepada BUMN sebagai pembeli dalam pengadaan, dan mitra UMKM (yang telah mendaftar) sebagai penjualnya.

Sebagai yang berkedudukan di Batu (boleh dibilang kota kecil) perusahaan ini tidaklah menyurutkan semangat untuk melayani para pembeli BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia. Layaknya marketplace pada umumnya, yang penting ada barang dan siap dikirimkan. Lokasi dan jarak bukanlah menjadi halangan berarti. Jika kedua belah pihak setuju dengan harga dan tempo pembayaran yang diberikan, transaksi bisa dilanjutkan.

Bersahabat dengan masa pandemi

Bagaimana profil tentang CV ESA Medco Technology ini, saya melakukan wawancara langsung kepada pemilik sekaligus direktur utamanya, Tsalis Rifai. Ia menyatakan bahwa CVnya adalah perusahaan induk yang membawahi tiga cabang, dua yang bergerak di komputer dan satu alat tulis kantor (ATK). Lebih lanjut ia menyatakan bahwa di masa pandemi tahun 2020 merupakan hal yang terberat, karena adanya pembatasan aktifitas dari pemerintah.

Untuk di ATK ada penurunan drastis, pelanggan dari dinas dan apalagi sekolah sudah beraktifitas secara daring.  Untung saja untuk penjualan komputer dan aksesorisnya boleh dikatakan stabil. Hal ini bisa jadi karena pada masa pandemi semua harus di arahkan ke daring. Keperluan laptop banyak dicari bagi kaum kantoran dan anak sekolah.

Ia tidak memungkiri bahwa pada masa pandemi merupakan masa yang tepat untuk berbenah dan berubah, mau tidak mau harus beradaptasi dengan kondisi daring. Dan ia mengambil tindakan cepat, yaitu di awal tahun 2020 kegiatan toko lebih banyak diarahkan ke toko daring. Semua marketplace (regular) dibuat akun untuk menjaring konsumen umum.

Tsalis Rifai yang menjelaskan keberadaan IndiHome yang menunjang toko daring yang dikelolanya. Dok. Pribadi
Tsalis Rifai yang menjelaskan keberadaan IndiHome yang menunjang toko daring yang dikelolanya. Dok. Pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun