Mohon tunggu...
Hery Setiadi
Hery Setiadi Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Money

Etika Bisnis dalam Iklan Susu Kental Manis

2 Juli 2018   07:22 Diperbarui: 2 Juli 2018   07:33 4156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

Untuk dapat memasarkan produk yang dihasilkannya, baik barang atau pun jasa, agar lebih dikenal oleh konsumen dan calon konsumen sebuah perusahaan perlu melakukan berbagai cara. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan promosi terhadap produknya dengan media iklan.

Iklan adalah sebuah strategi pemasaran terhadap suatu barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan dengan cara promosi dan/atau penyampaian informasi terhadap produk yang dijual tersebut dengan tujuan membujuk konsumen dan calon konsumen untuk membeli produk yang dijual dengan media promosi baik tulisan, oral, maupun visual.

Salah satu produk yang mungkin hampir semua dari kita mengetahuinya adalah Susu Kental Manis (SKM), Ya, salah satu produk dari olah susu sapi ini sangat merakyat bagi masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya yang enak, juga karena harganya yang relatif murah dan terjangkau bagi semua keluarga di Indonesia, khusunya kalangan menengah ke bawah.

Namun apakah kita tahu? Bahwa hampir 50% dari komposisi Susu Kental Manis tersebut adalah gula, yang artinya setidaknya dalam satu gelas susu sedikitnya mengandung 20 gram gula, atau setara 20 sendok makan. Jumlah tersebut terbilang tinggi, dan jika dikonsumsi terus-menerus akan meningkat resiko obesitas dan diabetes, khususnya pada anak-anak, yang dari sejak awal sudah menjadi target utama dari Susu Kental Manis tersebut.

Bahkan kalau misalnya kita lihat iklan di televisi, para pemeran dari iklan Susu Kental Manis tersebut semuanya pasti ada anak-anak yang digambarkan setelah minum susu tersebut akan riang, gembira, aktif, dan cerdas. Hal ini bahkan mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap penayangan iklan Susu Kental Manis yang dinilai menyesatkan masyarakat.

Sebagaimana penulis sadur dari laman  REPUBLIKA.CO.ID Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menerbitkan Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 Tahun 2018 Tentang Label dan Iklan Pada Produk Susu Kental Manis dan Analognya (Kategori Pangan 01.3). Dalam edarannya, surat edaran tertanggal 22 Mei 2018 tersebut diterbitkan dalam rangka melindungi konsumen utamanya anak-anak dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan, perlu diambil langkah perlindungan memadai.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan ada dua poin penting dalam surat edaran tersebut. Pertama, mengenai label dan iklan produk agar memperhatikan larangan menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun, larangan menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental manis disertakan dengan produk susu lain sebagai menambah atau pelengkap gizi.

Kemudian larangan menggunakan visualisasi gambar susu cair dan atau susu dalam gelas disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman. Selain itu larangan ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Dalam segi etika bisnis, khususnya dalam pengiklanan, seharusnya para produsen Susu Kental Manis tersebut dalam mengiklankan produknya harus memperhatikan prinsip kejujuran, salah satu contohnya adalah dengan menyampaikan komposisi dari Susu Kental Manis tersebut. 

Walaupun susu kental manis komposisinya mengandung hampir 50% gula, akan tetapi dalam setiap iklannya para produsen tidak pernah menampilkan gula sebagai bahan dari Susu Kental Manis tersebut. Hal yang selalu diperlihatkan adalah bentuk susu cair dan juga ada menampilkan susu sapi yang seolah-olah bahan dari Susu Kental Manis tersebut hanyalah susu sapi.

Kemudian dalam tanggung jawab sosial adalah produsen harus memperhatikan dampak dari Susu Kental Manis tersebut terhadap konsumen, khususnya anak-anak yang menjadi target utama dari susu kental manis tersebut. Produsen Susu Kental Manis harus memperingatkan konsumennya tentang bahayanya konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, serta efek samping dari konsumsi Susu Kental Manis tersebut terhadap orang-orang yang mengidap suatu penyakit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun