Mohon tunggu...
Hertiwati Simbolon
Hertiwati Simbolon Mohon Tunggu... Guru - Cikgu

semangat untuk menulis

Selanjutnya

Tutup

Pulih Bersama

Presidensi G20 Tahun 2022, Apakah Mampu Mendongkrak Perekonomian Indonesia?

31 Juli 2022   23:35 Diperbarui: 31 Juli 2022   23:47 94 3 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pulih Bersama. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Sejarah perjuangan Indonesia sampai  kepada titik kulminasi kemerdekaan bukanlah merupakan perjuangan semudah membalikkan tangan. Butuh pengorbanan tenaga, dana, harga diri bahkan pertumpahan darah merah. Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia dikarenakan faktor yang membius para penjelajah samudera. Spice Island (penghasil rempah rempah) merupakan salah satu daya pikat yang luar biasa hingga bangsa bangsa Barat mendarat ke Indonesia. 

Pada tahun 1511 Portugis menyadarkan kapal penjelajah di Selat Malaka. Kepopuleran kekayaan alam Indonesia sampai juga ketelinga Bangsa Belanda, Inggris, Perancis. Jejak bangsa Barat menapaki dan mengeksploitasi sumber daya alam di teruskan oleh bangsa Jepang. 

Kehebatan Jepang membom pelabuhan Pearl Habour di Hawai, Amerika Serikat dan berhasil mengalahkan Rusia. Kemenangan Jepang atas Rusia dan kemampuan melakukan pemboman tersebut mengakibatkan eksistensi Jepang meroket di manfaatkan sebaik baik untuk menjajah Indonesia. Miris dan terisis keberadaan Indonesia semakin terjepit.Eksploitasi sumber daya alam Indonesia dan tindakan romusa menjadi tragedi yang menyakitkan bagi bangsa Indonesia selama 3,5 tahun dijajah penuh kekejaman, kesadisan. Penderitaan Bangsa Indonesia tiada henti ibarat cerita sinetron bersambung.

Tepat tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hirosima dan Nagasaki di bom oleh sekutu sehingga hal itu menyebabkan pusat pemerintah Jepang lumpuh dan tepatnya tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu dan di negara Indonesia terjadi vacum of power (kekosongan kekuasaan). 

Keadaan ini dimanfaatkan oleh golongan muda untuk mendesak golongan tua mempersiapkan kemerdekaan. Berkat kebaikan dan pertolongan Tuhan Yang maha Esa akhirnya sampai kepada puncak perjuangan Indonesia yaitu proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Perjuangan tidak sia sia ini mengangkat eksistensi Indonesia kepada level tertinggi yaitu lepas dari belenggu penjajahan. 

Pengakuan secara defacto dan jure mengiringi langkah kaki Indonesia di mata negara negara di dunia. Mesir adalah negara yang pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan dari negara lain mendukung eksistensi semakin diakui sebagai negara merdeka yang memiliki hak menentukan nasib sendiri. Proklamasi kemerdekaan Indoenesia merupakan kisah sejarah yang sangat berharga bagi perjalanan kehidupan bangsa Indonesia. 

Jika kita membaca sejarah bahwa kondisi ekonomi indonesia masih mengalami keterpurukan bahkan mengalami blokade dari Belanda. Perjuangan Bangsa Indonesia tidak sampai hanya memproklamirkan kemerdekaan namun perproses membenahi perekonomian yang terpuruk, sarana prasarana yang sudah rusak, hubungan kerja sama dengan negara lain dengan menganut politik bebas aktif. Bebas menentukan arah langkah perjuangan dan bebas melakukan kerja sama dengan negara lain.

Pelaksanaan Presidensi 20 tahun 2022, 15-16 November 2022 di Pulau dewata kembali mengukir sejarah emas yang mengangkat derajat dan martabat di dunia internasional. Dengan tema yang luar biasa yaitu Recover together Recover Stronger mengandung artinnya negara Indonesa mengarahkan semua negara bekerja sama dan bersama sama kuat menghadapi krisis dampak pandemi Covid 19 yang dialami sampai sekarang. Di lansir dalam blog Bank Indonesia bahwa G20 ini merupakan forum kerja sama yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. 

G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global dan 80% PDB dunia. Bergandeng tangan untuk mengatasi permasalahan krisis ekonomi global secara khusus pandemi sejak tahun 2020 yang mengoncang dan masa proses pemulihan ekonomi sampai tahun 2022. Dan di harapakan pertemuan ini benar benar bisa mengatasi permasalahan ekonomi. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki dan Uni Eropa.

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah G20 telah mampu menunjukkan eksistensi di mata dunia. Mengukir sejarah sejak didirikan G20 tahun 1999 baru kali ini Indonesia diberi kepercayaan yang luar biasa. Pelaksanaan pertemuan G2O 15-16 November  2022 di Bali, Perekonomian Indonesia bisa sedikit banyak dapat terdongkrak.

Seperti dilansir dalam blog Bank Indonesia dinyatakan bahwa Bank Indonesia bekerja sama dengan BIS Innovative Hub menyelenggarakan G20 Techsprint 2022,melaksanakan ajang/kontes bertaraf Internasional dengan tujuan mencari dan mengembangkan solusi berbasis tekonologi yang aplikatif untuk menjawab tangtangan dengan tema central bank digital currency (CBDC) Dan topik ini merupakan agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia. Tujuan utama dari G2O Techsprint 2022 mendorong inovasi dan mengatasi permasalahan bank sentral di seluruh dunia. Termasuk Bank Indonesia berperan serta untuk menjaga kestabilan perekonomian Indonesia yang masa pemulihan pasca pandemi corona 19. Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain dan barang dan jasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pulih Bersama Selengkapnya
Lihat Pulih Bersama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan