Mohon tunggu...
Hersandika
Hersandika Mohon Tunggu... Mahasiswa -

alumnus Universitas Jenderal Soedirman

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Muakad Cinta

29 Januari 2018   17:31 Diperbarui: 29 Januari 2018   17:34 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Sunyi rumah

Jika hujan ini berhenti, tanganku akan menjelma sayap

Rambutku yang panjang kukepak sebagai jubah

Aku pun terbang menuju asal air

Memetik setiap rintik lalu kupersembahkan

Padamu sebagai mahar

Dan aku ikrarkan muakad, kalimat pertama adam

Ketika menyunting hawa

Dibumi amat luas ini

Setelah berabad mencari karenanya

dipisahkan oleh satu kutukan tuhan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun