Mohon tunggu...
Herry Fransiska Yosephine
Herry Fransiska Yosephine Mohon Tunggu... Mahasiswa

Sedang Belajar Menulis..

Selanjutnya

Tutup

Media

Perbedaan Jurnalisme Masa Kini & Masa Depan

14 Februari 2020   02:06 Diperbarui: 17 Februari 2020   13:25 137 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perbedaan Jurnalisme Masa Kini & Masa Depan
scdc.binnus.ac.id

Jurnalisme berasal dari kata journal atau dalam istilah bahasa Latin Diurnalis,  yang memiliki pengertian sebagai catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, yang kemudian dikenal sebagai Surat Kabar.  Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini membuat media yang digunakan dalam jurnalisme mengalami perubahan. 

JURNALISME MASA KINI

Jurnalisme masa kini mulai berbah menjadi jurnalisme interaktif yang menggunakan model transaksional horizontal, dimana  jurnalis tidak hanya diperankan oleh wartawan dan audiens tidak hanya melihat dan menerima informasi secara pasif saja, namun sekarang audiens berperan sebagai komentator yang mengawasi informasi yang disajikan bahkan audiens juga bisa membuat dan menyebarkan sebuah berita atau informasi dengan cara apapun baik itu media online, ataupun media sosial.

Perbedaan berita pada era jurnalisme masa kini menggunakan dua cara yaitu jurnalisme online dan citizen jurnalism. Berita yang diperoleh melalui jurnalisme online diambil dari berbagai informasi yang dikonsumsi oleh audiens dan jurnalisme online tidak memiliki kantor resmi. Dengan adanya peran jurnalisme online membuat gaya bahasa yang digunakan tidak terlalu kaku. Jurnalisme masa kini lebih menggunakan bahasa yang mampu dipahami dan menarik audiens agar dapat masuk dalam sebuah peristiwa yang ditulis. Berbeda dengan citizen jurnalisme yang membuat review atau komentar melalui beberapa media seperti di blog, podcast, atau video.

Dengarkan juga melalui Podcast: Perbedaan Jurnalisme masa kini & masa depan.

Terdapat 4 Gaya Penulisan Berita Masa Kini:

1.  Jurnalisme Opini : Gaya penulisan sangat subjektif. Mis: Surat Kabar.

2. Jurnalisme Kolaboratif : Pengumpulan informasi dari individu atau organisasi (banyak sumber), yang kemduian digabungkan menjadi satu berita.

3. Jurnalisme Sindikat : Sebuah agensi yang menulis berita, kemudia menjualnya kepada yang lain untuk dipublikasikan kembali. Mis: ANTARA.

4.  Jurnalisme Lapdog : Berita yang disampaikan secara subjektif dan jurnalisme ini cenderung pro pemerintah ( berlawanan dengan wacthdog). 


JURNALSIME MASA DEPAN 

Jurnalisme masa depan memanfaatkan internet secara keseluruhnan dalam kegiatannya. Di sini semua orang dapat dengan mudah membuat  atau  mengkonsumsi berita, dan beritanya tidak hanya berupa tulisan atau video saja, namun berupa konten yang mereka buat sendiri. Jurnalisme masa depan mengumpulkan berita dari berbagai sumber dan kemudian dijadikan stau sehingga konten yang diterbitkan memiliki lebih banyak informasi. Dengan berubahnya jurnalisme membuat kebenaran suatu berita bisa saja kurang diperihatikan karena jurnalis lebih mementingkan kecepatan sebuah berita.

Dalam jurnalisme masa depan dikenal istilah jurnalisme kurasi dimana jurnalis mengumpulkan sebuah informasi yang terpecah-pecah menjadi satu kesatuan yang membuat audiens mendapatkan informasi secara lengkap. Kurator dikenal sebagai perantara dan membantu pembaca dalam menerima konten, dan membuat pembaca percaya pada konten yang dibuat.

Selain itu, terdapat juga istilah Hiperlokalisasi dimana berita yang ditunjukan hanya untuk dikonsumsi oleh penduduk di dalam wilayah itu atau wilayah tertentu saja. Disimpulkan bahwa, jurnalisme masa depan akan memberikan sebuah kemudahan bagi masyarakat dalam memberikan dan menerima sebuah informasi bahkan dalam kegiatan jurnalistik secara keseluruhan.

Terdapat 2 Cara dalam Melaporkan Berita di Masa yang Akan Datang:

Dok.pribadi/web. Beritagar
Dok.pribadi/web. Beritagar

1). Currative Journalism: Mengumpulkan berita dari sumber yang berbeda, kemudia mengolahnya, dan dikumpulkan dalam satu tempat. Ini dilakukan untuk memudahkan audiens untuk menuju atau mendapatkan konten yang lebih spesifik. Mis: Beritagar

2) Hyper localisation Journalism : Cara pelaporan berita kepada sebuah media lokal mengenai peristiwa yang terjadi disuatu daerah. Jurnalisme ini juga disebut sbegai citizen journalism. Mis: NET CJ

Dok.pribadi/web Net Cj
Dok.pribadi/web Net Cj

Pada jurnalisme masa kini, pengguna dapat berpartisipasi dalam  produksi sebuah konten berita, dan juga dapat menjadi jurnalis yang tidak terikat dengan perusahaan.  Sehingga jurnalis diharapkan memiliki kemampuan-kemampuan dasar yang menunjang perkembangan jurnalisme dan mempertahankan ekstistensi di suatu media.


Referensi:

Assegaf, Djafar. 1983. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia.

tandfonline.com

ayomenulisfisip.files.wordpress.com

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x