Mohon tunggu...
Wardanto
Wardanto Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Membaca, mencatat, mengunggah untuk semua

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Wisata Pedesaan

9 November 2016   12:06 Diperbarui: 9 November 2016   12:20 156 0 0 Mohon Tunggu...
Wisata Pedesaan
Foto: Antara

Sesungguhnya banyak desa di tanah air ini mempunyai potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk menghidupkan perekonomian pedesaan. Bayangan orang tentang desa pada umumnya adalah kehidupan masyarakat yang tertinggal, rumah-rumah yang sederhana, berdinding bambu dan beratap daun kelapa yang disusun seadanya. Kalaupun berdinding tembok, biasanya batu batanya terekspos, karena pemiliknya tidak melapisi dinding dengan semen dan dicat dengan rapih. Kemudian halaman rumah ditumbuhi semak belukar, terkadang ada kandang kambing namun umumnya hanya ada ayam kampung yang berkeliaran mencari umpan. Jalan pedesaan juga berupa tanah yang diperkeras dengan batu, yang becek jika musim hujan tiba. 

Penduduk yang tidak mempunyai sumur menggunakan air sungai untuk minum, mandi, buang hajat, dan mencuci  baju. Pedesaan pada umumnya berupa permukiman yang sederhana di antara pepohonan yang jarang karena tanahnya tandus. Pedesaan mengesankan kehidupan masyarakat yang stagnan, tidak ada perubahan selama puluhan tahun.

Tetapi di balik itu semua, pedesaan mempunyai potensi yang besar untuk berubah. Justru perbedaan dengan perkotaanlah, yang dapat ditawarkan kepada orang-orang kota yang menginginkan suasana yang berbeda dari kehidupan kota yang serba cepat, keras, hectic, melelahkan. Pedesaan menawarkan suasana kehidupan yang tenang, tanpa klakson yang hingar bingar dan suara orang berteriak bahkan bertengkar, hanya suara-suara hewan-hewan sepanjang hari, apakah kokok ayam, cuitan burung, lenguhan sapi, koor suara kodok, ringkihan kuda, suara jengkerik, dsb. Suara-suara hewan yang merdu tanpa dipandu dalam keheningan pedesaan memberikan kedamaian hati yang tidak diperoleh di kota-kota besar.

Pedesaan bisa memberikan kesempatan bagi orang kota untuk berkontemplasi, merenung, mengingat orang-orang terdekat yang telah berlalu karena sudah tiada, atau tak diketahui dimana rimbanya. Pedesaan memberikan kesejukan, kedamaian, dan ketenangan jiwa; tidak ada kepongahan, keserakahan, pemaksaaan, menang-menangan.

Pedesaan juga menawarkan kesempatan untuk berbuat kebajikan pada penduduk desa dengan membantu merawat tanaman, membersihkan empang, merapihkan galengan, menyapu halaman, mengecat tembok, mendirikan rumah, dsb. Semuanya ditujukan untuk orang lain, namun berdampak pada kebahagiaan diri sendiri. 

Berkomunikasi dengan masyarakat pedesaan bisa mengubah persepsi yang sebelumnya terpateri dalam benak. PAndangan terhadap orang lain bisa berubah dari ketidak-senangan menjadi keakraban, merendahkan menjadi menghargai, mengabaikan menjadi memperhatikan. Pedesaan bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat kota yang sebetulnya membutuhkan. Kalaupun Anda hanya ingin bersantai, pedesaan menawarkan lingkungan yang berbeda. Mengayuh sepeda mengelilingi desa, mengitari persawahan, mendaki perbukitan, dsb, sungguh memberikan pengalaman yang akan terkenang sepanjang hayat.

Yang menjadi hambatan mengapa penyediaan dan kebutuhan tersebut tidak bertemu adalah ketiadaan komunikasi. Penduduk desa tidak mengetahui bahwa orang kota sebetulnya menginginkan suasana yang berbeda, yang hanya dijumpai di pedesaan. Penduduk kota tidak menyadari bahwa mereka diharapkan menyisihkan sebagian rezekinya kepada penduduk desa yang kurang beruntung.

Jadi yang perlu dilakukan adalah menemukan keinginan ke dua belah pihak, yaitu keinginan menikmati suasana pedesaan yang aman dan tentram dalam lingkungan yang bersih dan sehat dengan keinginan untuk mendapatkan limpahan rezeki orang kota untuk menambah penghasilan. Jika kedua keinginan ini dipertemukan, maka terjadilah simbiose mutualistis, istilah yang diajarkan guru SMA kita, yang maksudnya kerja sama yang saling menguntungkan.

Maka, jika Anda mempunyai kerabat di desa, buatlah rumah yang dapat disewakan kepada orang kota, dengan menyediakan kamar yang rapih, WC yang bersih, dan lingkungan yang aman. Sukur-sukur, ada beberapa tetangga yang mempunyai niat yang sama, maka desa Anda bisa dipromosikan menjadi desa wisata. Jika Anda bisa usul kepada kepala desa, gunakan dana desa barang beberapa juta dari ratusan juta rupiah itu untuk membuat papan-papan pengumuman bahwa desa Anda ramah wisatawan dari luar. 

Tanamilah halaman pinggir jalan dengan bunga-bungaan yang indah. Taruh tempat sampah di sudut-sudut desa. Tidak usah mengubah wajah desa secara keseluruhan, tapi ajaklah tetangga Anda bersiap menerima tamu yang ingin tahu bagaimana bercocok tanam, menggembalakan kerbau, membuat anyaman dari eceng gondok, atau membuat makanan khas daerah itu.

Kegiatan wisata pedesaan bisa ditambah dengan menghadirkan kesenian daerah, sesederhana apapun bentuknya. Yang penting ada unsur hiburannya, jangan disuruh orang kota mengikuti tarian yang lama dan monoton. Yang paling penting adalah menjaga suasana gembira dengan  menyambut tamu-tamu dari kota bak saudara, tidak ada perasaan asing karena beda agama, beda kulit, beda bahasa, dsb.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x