Herulono Murtopo
Herulono Murtopo profesional

berusaha ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Dengan Close Mic-nya Sadana Agung, Selesai Sudah SUCI 6

14 Mei 2016   12:25 Diperbarui: 14 Mei 2016   12:59 4111 2 4

gambar saya crop dari komentar di youtube.com

Salah satu acara andalan KompasTV adalah Stand Up Comedy Indonesia atau biasa dikenal dengan SUCI. Sampai saat ini, sudah 5 SUCI Kompas TV yang berhasil digelar dan pada hemat saya kelimanya memuaskan. Hanya yang terakhir ini kok rasanya ada yang aneh... justru yang lucu-lucu dan segar pada berguguran satu demi satu. Benar-benar tak terduga. Yang paling tak terduga adalah yang terakhir kemarin, Sadana Agung yang harus close mic. Padahal di awal panggung dia menjadi komika favorit berturut-turut.

Untuk penampilan para komika SUCI 6 ini, satu-satunya penampilan yang banyak ditunggu pemirsa tinggal Sadana Agung. Setelah Fajar dan Gebi sudah lebih dahulu keluar. Kekuatan kedua komika ini ada pada keluwesannya beract out di panggung. Agak berbeda dengan gayanya Sadana Agung yang agak lengkap dan pada hemat saya sebagai penonton jelas lengkap banget dengan gaya komiknya, rasanya tak percaya komika satu ini ikut close mic sebelum 3 besar. Sepertinya, banyak juga yang sepakat bahwa yang dinantikan dalam Stand Up ini yang dinantikan adalah penampilannya si kocak Sadana Agung ini. Selebihnya memang seperti hanya bumbu pelengkap saja. paling ga itu yang saya dapatkan ketika membaca komentar penampilan-penampilannya Agung yang diupload di youtube. Kebetulan sekali, acara semalam pagi ini juga sudah bisa ditonton di youtubenya Stand Up KompasTV. 

Tapi beneran, sekali saya melihat SUCI 6, yang kemudian membuat saya mencari-cari videonya adalah si Sadana Agung ini. Bisa kita nikmati memang materinya tentang beli ayam di KFC gadungan. mau yang depan apa yang belakang mas? hehehe... beli paha ayam yang depan apa yang belakang. Memang dipikir ayamnya wayang? Atau ketika dia bercerita murid di sekolah ibunya itu rata-rata 8. lalu dibandingkan data, katanya di Indonesia itu per menit ada 4 siswa putus sekolah. Lah, bayangkan ini 8 anak, per menit 4 siswa putus sekolah. Butuh berapa menit untuk habis itu siswanya?

Banyaklah materi-materi lucu lainnya. Dari GPS baper sampai mantannya Raditya Dika yang reunian saking banyaknya. Dan enaknya jadi penonton adalah komentar. Komentar penonton itu bebas. Maka, salah satu komentar itu bisa saya tuliskan di sini. di Kompasiana. hehehe..... Dalam arti tertentu, penampilan Sadana di mata penonton jelas menghibur dan sempurna. Sedangkan, ini kesan saya loh yak.... komika-komika lain termasuk yang 3 besar ini sepertinya sedang bertumbuh dan berkembang, seperti mencari pola.

Hal yang dinilai paling fatal untuk membuat Sadana Agung keluar adalah ketika harus meroasting si Ernest Prakosa. Ya, memang kita bisa bandingkan dengan Raditya Dika yang absurd-absurd gimana gitu. Seperti dikatakan Indra Jeger, persis Ernest ini serba nanggung. Lalu, Sadana kesulitan untuk meroasting Ernest. Pada hemat saya sih, penampilannya tetap segar dan tidak fatal-fatal amat. Kalau kemudian harus close mic kok rasanya tidak sepadan dengan nilai yang dia dapatkan selama ini.

Hayooo pak heru baper yak? Ah ga juga... gemes ajah... hahahaa... ini nih enaknya jadi penonton, daripada harus jadi jurinya. Kalau salah bisa bikin gemes banyak orang. Jangan ditanyakan, kalau menurut pak heru... siapa yang semestinya close mic? ga ah... saya juga ga tahu. Tapi rasanya, di antara ketiga eh keempat orang 4 besar SUCI 6, ada yang bisa ditebak dan diinginkan untuk segera close mic. Nah, itulah yang bikin gemes.....

Benarkah ini membedakan antara kompitisi yang berkwalitas dengan yang abal-abal? sayapun tidak senang cengan model perolehan SMS itu. Cuma yang saya biasa gemas dan tidak terima untuk banyak hal adalah apa yang bertentangan dengan nalar sehat. 

Atau mungkin juga nalar saya sedang tidak sehat.... Yang jelas bagi saya, dengan close micnya Sadana Agung, rasanya selesai sudah sebenarnya SUCI 6.