Mohon tunggu...
Senor Zapata
Senor Zapata Mohon Tunggu... Keterangan

La Basta! Artinya Cukup Sudah dan Hayyalafalla artinya Marilah menuju kemenangan! Hasta La Sampre Victoria! Merdeka Sejak dalam kandungan! wanna see my real me? IG : Vickyafris

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sebuah Komunike: 72 Tahun Merdeka, Kado Kaca Melihat Diri dari Sejarah

19 Agustus 2017   15:57 Diperbarui: 19 Agustus 2017   17:19 627 0 0 Mohon Tunggu...

Sayup-sayup lagu perjuangan terdengar di segala penjuru sebuah bumi Zamrut Khatulistiwa hari itu, sekali merdeka tetap merdeka! Begitulah penggelan lirik yang sudah kudengar dari ku menghembuskan nafas dan selama kakiku berpijak di tanah ini, lagu yang dulu membuatku tersenyum, menggebu gebu, terbakar! hingga saat dimana buku -- buku dan ruang diskusi serta telah mengambil semua ini menjadi sebuah kesedihan, rasa sinis dan amarah, 72 Tahun Merdeka dan penggelan lagu itu hanya sebatas lagu!

72 Tahun merdeka dimana petani masih belum bisa bercocok tanam di tanahnya sendiri tanpa takut diusir pemodal, dan dihisap oleh tuan tanah serta raja raja kecil penguasa tanah partikelir, 72 Tahun merdeka dimana di tanahnya sendiri pekerja masih tersenyum palsu dibius gemerlap dunia modern dengan segala kemunafikannya sehingga lupa bahwa aturan kontrak kerja flexibel dan pasar bebas tenaga kerja dengan cap menyongsong era pasar bebas telah merantai rakyat di tanahnya sendiri, jangan kau tertawakan dan jangan kau hina karena kau bagian dari semua itu!

72 tahun merdeka dimana demokrasi hanya sebatas jargon belaka dan pembungkamannya dipuja sebagai wujud nasionalisme, jangan kau teriak nasionalisme kalau kau saja tidak tau maknanya, karena nasionalisme adalah kepada rakyat dan tanah serta air! Tanpa rakyat yang berdaulat dan tanah air yang merdeka maka nasionalismeku hanyalah sebuah kepalsuan yang menjadi topeng bagi pemodal!

72 Tahun merdeka dimana rakyat kita belum bisa bebas mencintai Tuhannya sebagai keyakinannya sendiri, dan dimana kita masih terkotak kotak dan teradu domba dalam wacana mayoritas dan minoritas.

72 Tahun! Ya 72 Tahun! Dan dimana reforma agraria? Koperasi? Menghilangkan penghisapan manusia atas manusia? Serta gotong royong? 72 Tahun sudah dan rakyat belum juga menjadi pemenangnya, tak usah kau lihat jauh jauh! Mari melihat kemana robot robot hasil kejuaraan lomba itu? Tidak kau lihat kemana batang tubuhnya? Terbuang di rumah anak bangsa sendiri! dimana para pemuda ahli debat dan matematika itu? Termakan! Ya termakan dalam topeng topeng kecurangan dan pragmatisme sehingga di tanah airnya pemuda disingkirkan karena punya integritas!

72 Tahun sudah dan kita diberikan sebuah kado, kado itu berupa kaca, ya kaca untuk melihat kembali sejarah kita, untuk kembali menjadi bangsa yang tidak melupakan sejarahnya sendiri, sebagai bangsa yang merdeka bukan untuk menciptakan situasi yang sama dengan dijajah para Londo dan bangsa Jepang! Dan saat itu kaca itu akan berkata sambil membentak bahwa kau merdeka bukan untuk menjadi Imperialis seperti para Londo yang suka memperbudak manusia dan bukan juga seperti Fasis Jepang dulu yang menjagamu hidup dalam sebuah teror! Tapi kau merdeka untuk menjadi bangsa yang seutuhnya merdeka, merdeka dari asing, merdeka dari manusiamu sendiri dan merdeka dari penghisapan manusia atas manusia yang ada di tanahmu sendiri.

72 Tahun dan kaca itu adalah kado terbaik bagi kita untuk melihat bahwa segala masalah yang ada di negara ini harusnya menjadi otokritik bukannya membungkam semua masalah, sudah benar kau laksanakan Pancasila?!

72 Tahun merdeka dan kaca itu telah membuat kita kembali ke ingatan dimana Revolusi Bangsa ini dikumandangkan dan tanya kedalam dirimu sudah kita jalankan Revolusi Bangsa ini atau kita anggap saja Revolusi hanyalah satu episode film? Dia tidak sekali saja tapi permanen hingga titik dimana sangsakala ditiupkan dan hingga dunia berakhir, karena Garuda bukan Burung Perkutut! Dia terbang jauh tak lelah hanya sekali kepak sayapnya.

72 Tahun dan berkacalah pada sejarah bangsa ini, 72 Tahun dan berkacalah pada cita cita bangsa untuk terwujudnya hari dimana si Andi, Budi dan Yudi bisa menuntut ilmu, berkacalah pada cita cita dimana ada hari ketika si Rudi, si Abdul dan si Yosaphat bisa bergandengan tangan dalam perbedaanya, berkacalah pada cita cita bangsa ini dimana kelak di dapur dapur itu ada nasi, sagu, jagung dan susu, berkacalah pada cita cita bangsa ini agar kelak tidak ada lagi tuan tuan yang menghisap anak bangsa, berkacalah dan terus berkacalah hingga tanah air ini bersih dari penindasan, kita terlahir sama dan berhenti beralasan untuk menyalahkan saudaramu yang bodoh dan miskin hanya karena dia tidak lahir dari keluarga yang beruntung, siapa yang bisa memilih lahir di dunia? 

Oleh karena itu manusia terlahir sama! kepalkan tanganmu sayang! Karena jalan ini terjal, ya jalan ini akan terjal namun Tuhan bersama orang orang yang berani dan mau merubah nasibnya.

72 Tahun merdeka, berterima kasihlah karena kado ini tentu akan membantu kita dalam menyibak topeng topeng yang penuh dengan kepalsuan, jangan sedih dalam perjalananmu yang sunyi, bergembiralah dan bergembiralah karena kita sudah diberikan kado yang membuat kita bisa melihat sejarah diri kita sendiri, dan bergembiralah karena dari kaca itu kita sadar bahwa lewat tangan kita sendiri kemerdekaan yang sesungguhnya bisa diwujudkan! Bergembiralah karena kemerdekaan rakyat tidak akan pernah pantas kalah!

TTD

       Juan Ibarra

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x