Mohon tunggu...
Herman Efriyanto Tanouf
Herman Efriyanto Tanouf Mohon Tunggu... Penulis - Menulis puisi, esai, artikel lepas

Founder dan Koordinator Komunitas LEKO Kupang

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

"Hau Teas", Pedoman Hidup Orang Dawan-Timor

20 Januari 2019   12:36 Diperbarui: 20 Januari 2019   14:40 1401
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Be'e-Na'i, Smanaf-smanaf nbi neno tunan
(Wahai leluhur, semua arwah di surga)

mipes main kai noko maufinu huma-huma nbi pah pinan i
(hindarkanlah kami dari segala marabahaya di dunia ini)

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Permohonan yang dihaturkan mengarah kepada harapan akan kekuatan bagi kehidupan manusia agar mampu menghindari dan mengatasi setiap persoalan hidup dengan baik.

Para arwah adalah pendoa dan sebaliknya manusia yang masih hidup berkewajiban untuk mendoakan semua mereka yang telah meninggal agar berkenan dihapus dosa - dosa dan memperoleh kehidupan kekal di neno tunan (surga).

Ketiga, Aina-Ama ana'a Plenat: Pemegang Kekuasaan di Dunia (Raja/ Pemerintah-Negara)

Simbol pemerintah terdapat pada cabang ketiga (sama pendek dengan cabang kedua). Raja/ pemerintah adalah pemegang kekuasaan yang nyata di dunia. Rakyat sebagai pihak yang "dikuasai" dan dilindungi membutuhkan pihak lain yang mampu menjamin keberlangsungan hidup di dunia. Penguasa dipandang sebagai sosok berkharisma dan memiliki warisan kekuatan. Dengannya rakyat mampu menjalani kehidupan yang nyaman dan damai.

Berikut adalah penggalan syair yang mengisyaratkan adanya Raja/ Pemerintah:

Aina - Ama ana'a plenat nbi naija fafos
(Ibu - bapak pemegang kekuasaan di dunia)

et natuk - nanon toba ma tafa 
(yang menuntun dan membimbing rakyat kecil)

Orang Dawan yakin bahwa Raja/ Pemerintah ada dan hadir sebagai benteng kekuatan yang mampu melindungi rakyat dari segala ancaman dan bahaya duniawi.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Ketiga cabang/kekuatan tersebut kemudian disatukan lagi oleh fatu/ faut bena' (semacam mezbah atau meja persembahan berupa batu yang memiliki permukaan datar dan ditempatkan di antara ketiga cabang).

Adanya meja persembahan menghubungkan cabang/ kekuatan yang satu dengan lainnya. Usi Neno, Aina-Ama ana'a plenat dan Smanaf-smanaf disatukan kekuatannya dan menjadi pegangan hidup bagi orang Dawan.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Di meja persembahan biasanya disajikan puah-manus (sirih - pinang), tua meto' (sopi kampung) sisi-maka' (daging dan makanan lainnya). Di batu itulah orang Dawan mengundang semua kekuatan untuk bersatu di dalam sajian/ kurban yang disediakan.

Sajian tersebut kemudian dinikmati sebagai perjamuan bersama. Orang Dawan menyebutnya "tah ma tiun tabua, he tan manikin nok ma'tanik" yang artinya makan dan minum bersama agar memperoleh berkat serta kekuatan.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Selain mezbah di antara ketiga cabang tersebut, terdapat juga mezbah di bagian bawah. Biasanya disebut toko' yang berfungsi sebagai tempat duduk, juga tempat menaruh sirih pinang, sopi kampung, sesaji sekaligus tempat untuk menyembelih hewan kurban. Perjamuan/ makan bersama biasanya dilakukan di toko'.
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Tiga filosofi yang terkandung dalam Hau Teas sesungguhnya merupakan pedoman dan sumber kekuatan bagi Atoen Meto dalam menjalani hidup dan kehidupannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun