Herman Susanto
Herman Susanto

Chinese Muslim.Asal Medan. Management Support perusahaan outsorcing di Surabaya.Suka sepakbola,suka nonton film, penggemar U2,suka kuliner (Rendang sapi,dendeng sapi, tauco udang/ikan, ayam goreng sambal,sambal ati, sup labu, sup ayam, bakso ayam, sate kambing, gulai ayam, opor ayam, cap cay, soto Medan, rawon,tahu tek, nasi Krawu,Lontong Balap,Bebek Sinjay, coklat, emping, kerupuk balado,coklat,bistik,es krim, MC Donald, Carl's Jr, Wendys,)

Selanjutnya

Tutup

Film

"The John Wick Chronicles"

15 Mei 2019   15:49 Diperbarui: 15 Mei 2019   17:45 74 0 0

John Wick, seorang mantan marinir yang terjun ke dunia hitam sebagai pembunuh bayaran. Namanya dengan cepat melejit, karena cara kerjanya yang efisien dan efektif. Metodenya juga trengginas. Disinilah dia memulai hubungan profesional yang khusus dengan Vigo Tarasov -- mafia Rusia. Viggo merekrutnya karena pernah menyaksikan Wick membunuh tiga orang (pembunuh) yang mengeroyoknya di sebuah bar, hanya dengan menggunakan pensil.

Beberapa lama Wick bekerja untuk Viggo, dia memutuskan untuk pensiun karena sudah menemukan wanita tambatan hatinya, Helen. Viggo yang enggan melepas Wick, memberikan tugas yang tidak masuk akal, menghabisi semua rival Viggo dalam waktu 1 hari. Wick berhasil melakukan itu, dan menjadikan keluarga Tarasov menjadi gangster Rusia nomor 1 di kota New York.

CHAPTER ONE : I'M BACK

Takdir Wick berkata lain, bertahun-tahun menikah tanpa anak -- yang sebetulnya tidak mengurangi kebahagaiaan mereka, akhirnya Helen meninggal dunia karena sakit yang dideritanya, meninggalkan Wick dalam duka yang mendalam. Secara diam-diam Helen sudah mempersiapkan hadiah terakhir - seekor anak anjing, agar Wick tidak perlu melalui hari-hari dukanya sendirian. Wick merawat anak anjing itu dengan sepenuh hati. Anak anjing itu bagaikan sinar yang tersisa dari mendiang istrinya.

Sampai suatu hari, dia bertemu dengan beberapa anak berandalan, yang diantaranya suka dengan mobilnya - Mustang GT 1969 390ci. Tetapi Wick menolak menjualnya. Sang berandalan yang merasa terhina mengikuti Wick hingga ke rumah, lalu menyusup di tengah malam buta, mengeroyok Wick dalam gelap dan membunuh anak anjing itu.

Wick yang meradang amarah mencari informasi siapa pelakunya, ternyata pelakunya adalah Iosef Tarasov, anak tunggal Viggo Tarasov. Viggo tidak pernah memberitahukan kepada Iosef tentang Wick, dan itulah kesalahan dia yang terbesar. John Wick yang sudah memutuskan pensiun, harus membongkar lantai basement dimana dia mengubur semua senjatanya.

Viggo yang tahu kapasitas Wick, melakukan apa saja untuk melindungi nyawa putra tunggalnya. Menyewa unit bodyguard khusus, menyewa Miss Perkins untuk membunuh Wick di lokasi Continental dan menyewa Marcus -- sniper terbaik dunia hitam untuk membunuh Wick. Semua upaya itu sia-sia, apalagi Marcus ternyata memilih melindungi Wick, karena nilai persahabatan

Viggo berhasil menangkap Wick dalam suatu pertempuran sengit yang membuat sebagian besar tim pengawal Viggo tewas. Viggo mempertanyakan tindakan Wick, dan Wick menjelaskan kalau anak anjing itu adalah hadiah terakhir dari istrinya tercinta, dan tindakan Iosef membunuh anak anjing itu sama dengan membunuh satu-satunya secercah sinar kenangan akan Helen. Wick menegaskan dengan penuh amarah "People keep asking if I'm back, and I haven't really had an answer.But now, yeah. I'm thinking I'm back" (Orang-orang menanyakan apa aku sudah kembali, dan aku tidak punya jawaban. Tapi sekarang, iya. Aku kira aku kembali!"

Marcus menolong Wick tepat pada waktunya, menembak mati seorang algojo yang membantu Kiriil (kepala tim pengawal pribadi Viggo) mencekik Wick dengan plastik, dan Wick menghabisi Kirril, lalu mengejar Viggo dan  memaksanya memberitau tempat persembunyian anaknya. Wick mendatangi tempat persembunyian Iosef sore itu juga, menghabisi semua pengawal dan teman-temannya lalu mengeksekusi Iosef.

Namun Viggo tidak tinggal diam, dia menyandera Marcus, dan sebelum membunuhnya dia menelpon Wick, membiarkanya mendengar bagaimana Marcus mati. Wick mengejar Viggo yang hendak melarikan diri, dan menghabisi nyawa Viggo.

CHAPTER TWO : REDEMPTION

John Wick belum pulih sepenuhnya dari luka dan lembam karena menghabisi keluarga Viggo dan anaknya berserta semua pasukannya, tetapi dia bertekad mengambil kembali mobil Mustangnya dari tangan adik Viggo dan dengan sangat berdarah.

Dia berpikir setelah berhasil mengambil Mustangnya dia akan bisa hidup dengan tenang. Tetapi, masa lalunya tetap mengejar. Santino D'Antonio datang mengunjunginya untuk menagih janji darah Wick ketika bertahun-tahun yang lalu Wick meminta pertolongan Santino untuk membantunya menghabisi semua geng Rusia pesaing Viggo, supaya Viggo melepaskannya pensiun demi menikahi Helen.

Santino meminta Wick membunuh Gianna D'antonioa yang adalah salah satu anggota konsul The High Table. Wick menolak, dan Santino menghancurkan rumah Wick. Wick meminta nasihat Winston di Continental, dan Winston mengingatkan Wick untuk memenuhi sumpah darahnya.

Wick sangat enggan melakukan ini, karena bagaimanapun antara dia dan Gianna memiliki hubungan yang saling menghormati. Gianna yang tahu dilema Wick, memilih membunuh dirinya. Menjelang Gianna menghembuskan nafas terakhir, Wick menembaknya di kepala agar sumpahnya terpenuhi. Cassian - pengawal pribadi Gianna - memergoki Wick yang keluar dari kamar pribadi Gianna, mendapati Gianna telah tewas, lalu mengejar Wick.

Santino yang memang berwatak iblis tidak berniat melepaskan Wick, tetapi Wisnton mengancamnya akan konsekuensi hukuman mati dan tidak akan bisa menjadi anggota The High Table. Santino akhirnya membubuhkan darahnya pada buku hutang, tetapi diam-diam dia juga menyebarkan sayembara berhadiah 7 juta dolar bagi siapa saja yang bisa membunuh Wick.

Dan perburuan dimulai, Wick tidak hanya dikejar oleh Cassian - salah satu pembunuh terbaik - tetapi belasan pembunuh lainnya yang ingin mendongkrak levelnya dengan membunuh sang legenda hidup. Bukan John Wick bila tidak bisa memutar balik keadaan, dia mengatasi Cassian lalu bersembunyi di area kekuasaan The Bowery King.

Belasan tahun yang lalu Wick mendapat orderan untuk membunuh The Bowery King, tetapi entah dengan alasan apa Wick tidak membunuhnya. Dia hanya menancapkan belati di leher The Bowery King, memberinya dua pilihan : mencabut pisau itu lalu mengejar Wick atau pergi ke rumah sakit dan menghilang. The Bowery King yang merasa Wick sudah memberikan pelajaran yang sangat berharga dan membuatnya dalam kedudukan sekarang membantu dengan terbatas, sepucuk pistol dengan tujuh peluru (satu peluru sama dengan satu juta dolar)

Bukan Wick kalau tidak berhasil membalikkan keadaan, dengan sepucuk pistol berisi tujuh peluru dia menyerbu markas Santino, menghabisi semua pengawalnya  dan terakhir melumpuhkan Ares - pengawal pribadi Santino yang tuna wicara

Santino yang terdesak mencari suaka di Continental, menjilat ludahnya sendiri yang meremehkan Winston. Dia berharap Wick tidak akan berani membunuhnya - tetapi dia keliru, Wick mengeksekusinya di dalam bar. Winston terpaksa mengeluarkan perintah "Excommunicado" terhadap John Wick. Winston memberikan waktu satu jam untuk Wick melarikan diri, dan Wick tetap mengancam "Winston... tell them... Tell them all... Whoever comes, whoever it is... I'll kill them. I'll kill them all."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2