Mohon tunggu...
Heriyanto Rantelino
Heriyanto Rantelino Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Pemuda Papua Yang Menikmati Petualangan sebagai ASN Sekretariat Daerah Di Belitung Timur

ASN Belitung Timur, Traveler, Scholarship Hunter. Kontak 0852-4244-1580

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

BPJS Kesehatan, Suatu Keharusan bagi Para Perantau di Papua

14 Agustus 2019   10:09 Diperbarui: 14 Agustus 2019   12:48 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok:Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Saya sudah berada di Timika, Papua kurang lebih tiga tahun yang mana saya mengalami berbagai pasang surut kehidupan termasuk salah satunya urusan kesehatan. Sudah beberapa kali saya terpaksa ke klinik untuk memeriksakan kesehatan saya termasuk mengidap dua kali penyakit endemi di Papua yang tak lain dan tak bukan Malaria. 

Saya sadar bahwa kesehatan adalah salah satu berharga dalam hidup ini. Jika kesehatan terganggu maka akan mengganggu kelancaran aktivitas kita mulai dari  urusan kerja yang terganggu sampai pada pusing akan biaya yang akan dikeluarkan.

Nah, bagi yang tak mau pusing saat di Papua akan urusan biaya maka saya sangat menyarankan teman-teman untuk urus BPJS Kesehatan. Memang sih ada kartu Papua sehat tapi itu diperuntukkan bagi masyarakat suku asli Papua.

Bukan maksud promosi BPJS sih, tapi sharing akan pengalaman saya  memakai BPJS selama saya jadi perantau di  Tanah Papua. BPJS kesehatan adalah layanan kesehatan yang dikeluarkan pemerintah bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Tapi dalam menikmatinya, peserta BPJS mesti mengeluarkan biaya . Biayanya gak mahal-mahal amat sih, paling mahal 80.000/perbulan (untuk kelas 1), . Saya lebih memilih kelas satu karena pelayanan kesehatan  lebih maksimal.

Terhitung sudah berapa kali saya jatuh sakit di Papua termasuk malaria. Untungnya ada BPJS sehingga saya cukup menunjukkan ke klinik rujukan BPJS saya lalu kemudian saya menikmati pelayanan secara gratis mulai dari pemeriksaan darah, pemeriksaan dokter sampai obat. 

Jika tanpa BPJS, saya bisa saja mengeluarkan dana sekitar 150ribuan.  Tak hanya malaria, sakit lainnya pun ditanggung. Jadi berapa kalipun ke klinik, saya tak perlu khawatir biayanya termasuk kala dapat rujukan ke rumah sakit.

Jadi bagi yang merantau ke Papua dan ingin urus BPJS, maka teman-teman harus memiliki KTP  atau surat domisili Papua dimana teman-teman harus urus surat pindah penduduk dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Dispencapil) daerah  asal.  

Lalu menuju ke ke kantor Dispencapil di area Papua tempat domisili sekarang untuk urus surat keterangan domisili atau lebih bagus lagi kalau urus KTP domisili Papua. Sehingga nantinya persyaratan ini dibawa ke kantor BPJS area Papua sehingga nanti akan ditentukan klinik/rumah sakit rujukan di Papua.

Penutup

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun