Heriyanto Rantelino
Heriyanto Rantelino Anak Muda Papua

Perantau di Timika, Papua. Kontak 085242441580

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Empat Taktik Menelisik Tindak Korupsi Sejak Dini ala Pemuda Papua

13 Maret 2018   08:24 Diperbarui: 13 Maret 2018   12:12 481 1 0
Empat Taktik Menelisik Tindak Korupsi Sejak Dini ala Pemuda Papua
Dok: antarafoto.com

Orang yang memiliki mental korupsi tentu saja membenci orang yang menggemakan semangat anti korupsi. Golongan ini menghalalkan segala cara agar barisan orang jujur ini tersingkir sehingga kelak tidak menghalangi niat licik mereka. Oleh karena itu, kejujujuran  belum dirasa cukup untuk menggaungkan spirit anti korupsi di lingkungan sekitar kita. Menindak pelaku korupsi mesti berhati-hati. 

Sekalipun secara kasat mata orang tersebut melakukan tindak terpuji tapi jika kita tidak mempunyai bukti untuk menindaknya, bisa-bisa menjadi bumerang bagi kita sendiri. Dituduh iri hati atau dituduh melakukan pencemaran nama baik. Menanggapi semua itu, kita sebagai anak-anak muda perlu merancang sejak dini taktik cerdas agar bisa mengikis perilaku  amoral  tersebut. Adapun taktik yang perlu dipersiapkan  yaitu :

1. Belajar IlmuBody Language

lmu  Body Language  atau membaca bahasa tubuh membantu rekan-rekan muda untuk menangkap niat seseorang dari bahasa tubuhnya. Apakah dia jujur atau berbohong. Ada tanda-tanda tersendiri yang ditunjukkan secara alamiah jika orang tersebut membunyikan sesuatu hal. Ilmu ini bisa dipelajari secara otodidak  dari buku-buku psikologi yang banyak bertengger di toko-toko buku atau bisa juga ikut pelatihan yang dikemas dalam bentuk coaching clinic.

Suatu ketika, saya menanyakan pengeluaran yang tidak wajar pada teman yang dipercayakan melakukan pembelian barang. Saat itu gerak gerik mata tidak tenang dan mengarah pada suatu arah. Dalam ilmu psikologi, arah mata orang tersebut menandakan bahwa Dia sedang menyusun cerita-cerita rekayasa. 

Belum lagi tampak ketidaktenangan alias gugup yang nampak darinya. Saat itu sebenarnya saya tahu bahwa Dia merangkai kata-kata manis agar percaya pada apa yang dikatakan. Tak mau kalah, saya cecar dengan beberapa  pertanyaan menjebak dan saya menemukan ketidaksingkronan antara jawaban awal dengan akhir. Pada  akhirnya dia menyerah dan mengakui bahwa dia melakukan tindakan curang.

2. Belajar Ilmu Grafologi

Ilmu Grafologi atau ilmu membaca suasana hati. Hal ini bisa ditangkap dari bentuk goresan tangan seseorang  sehingga sangat berguna untuk mengetahui karakter sekaligus jiwa penulis saat menulis sebuah dokumen. Ilmu ini memberikan banyak petunjuk tentang berbagai aspek cerminan suasana hati, kepribadian diri dilihat dari bentuk, ukuran, dan rincian lainnya. 

Sayangnya ini hanya berlaku pada tulisan tangan saja. Tapi untungnya, di jaman ini masih banyak yang melakukan pencatatan secara manual sebagai arsip jika suatu ketika komputer mengalami masalah.

Suatu ketika saat saya memeriksa catatan pemasukan, saya melihat kok tulisan yang saya dapatkan ini sepertinya ditulis semalaman padahal itu rekapan sebulan. Idealnya, catatan itu ditulis dari hari ke hari. Terlihat bahwa saat pencatatan, tulisannya ditulis dengan energi yang sama. Saya meyakini teman saya itu menulisnya hanya dalam waktu semalaman saja. 

Saya awalnya menduga mungkin dia menulis ulang di lembaran yang baru dengan maksud agar keliatan rapi. Ketika saya bertanya Dia menjawab bahwa dia menulis hari demi hari. Itu artinya ada ketidaksinkronan antara apa yang saya tangkap dari tulisannya dengan apa yang dikatakan.  Hal ini memunculkan kecurigaan saya. Setelah ditelisik dalam kurun waktu tertentu, terbongkar bahwa dia memanipulasi pemasukan uang.

3. Ilmu Menyadap

Ilmu menyadap yang saya maksud bukanlah ilmu tingkat tinggi yang hanya diketahui oleh teman-teman yang bekerja di Badan Intelejen Negara (BIN). Ilmu yang saya maksudkan disini adalah menyadap sosial media dan sosial massagernya. Caranya takkan saya jelaskan dia artikel ini karena ada artikel yang sudah bisa temukan  di dunia maya. 

Kita menyadap hanya pada bagian yang dicurigai sebagai tindak cuci uang. Yang berhubungan dengan hal-hal pribadi diluar hal itu, bukan bagian konsentrasi penelusuran kita. Biar itu menjadi urusan pribadi dengan Tuhan. Dengan ilmu ini, kita bisa mengetahui lalu lintas percakapan atau transaksi yang mencurigakan dari sang pelaku yang dicurigai. Entah dia melakukan komunikasi dengan seseorang untuk melakukan tindak pencucian uang atau tindak kerjasama dengan pihak ketiga yang hendak memanipulasi nilai harga suatu objek.

4. Kroscek Langsung di Lapangan

Ini merupakan langkah pamungkas dalam menemukan kecurangan yang dilakukan seseorang.  Berdasarkan nota/kuitansi  hasil kerjasama dengan pihak ketiga, kita lakukan kroscek langsung di lapangan. Misalnya dalam pembelian suatu barang di salah satu toko sebut saja toko R. Pada akhirnya, kita akan mendapatkan harga yang sesungguhnya. Hal ini kemudian disesuaikan dengan pembelian yang dilakukan pihak yang bersangkutan.

Sosialisasi Anti Korupsi di Papua. Dok: tribratanews.papua.polri.go.id
Sosialisasi Anti Korupsi di Papua. Dok: tribratanews.papua.polri.go.id
Setelah mendapatkan hal-hal yang mencurigakan disertai dengan bukti, maka kita punya bukti yang cukup kuat untuk melangkah ke pelaporan atasan.  Penting untuk menindak pelaku tersebut dengan segera karena akan merugikan instansi atau organisasi kedepan. Mereduksi tindak korupsi adalah bagian dari langkah kita menciptakan kehidupan yang lebih baik. Mereka ibarat duri dalam daging yang mesti dibersihkan sebelum dampaknya menyebar.

Selamat berjuang kawan-kawan muda dalam menggemakan semangat anti korupsi!

Penulis:

Heriyanto Rantelino, Anak Muda  Papua.
Facebook: Heriyanto Rantelino
Fanpage : Rapor Heriyanto Rantelino 
No telepon/Whatsapp : 085242441580
Line : Ryanlino

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2