Heriyanto Rantelino
Heriyanto Rantelino Anak Muda Papua

Perantau di Timika, Papua. Kontak 085242441580

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengenal 27 Tokoh Inspiratif dari Toraja, Sulawesi Selatan

18 Desember 2014   13:03 Diperbarui: 6 Februari 2016   17:51 28626 0 0
Mengenal 27 Tokoh Inspiratif dari Toraja, Sulawesi Selatan
1418857579684141202

[caption id="attachment_360140" align="aligncenter" width="560" caption="27 Tokoh Inspirasi dari Toraja,Sulawesi Selatan"][/caption]

Tana toraja dikenal sebagai salah satu tujuan destinasi favorit di Indonesia. Di daerah ini, kita akan menjumpai berbagai objek pariwisata, ritual budaya yang unik dan berbalutkan nuansa mistis, kuliner yang maknyoss, dan hasil pertanian terutama kopi Toraja yang menjadi komoditas unggulan.

 

Tak hanya itu, kualitas sumberdaya manusia dari daerah kelahiran Pongtiku ini tak boleh dipandang sebelah mata. Muncul figur-figur yang mumpuni yang mampu mencetak prestasi berskala nasional maupun internasional. Mengingat puncak Lovely Desember tahun 2014 ini jatuh pada tanggal 27 Desember maka penulis memilih 27 tokoh inspirasional dari bumi Lakipadada ini. Sosok yang dipaparkan berasal dari berbagai latar belakang mulai dari akademisi, kalangangan militer, politisi,pengusaha, hingga artis. Adapun tokoh-tokoh tersebut antara lain:

 

1. Frederik Batong

 

 

[caption id="attachment_360111" align="aligncenter" width="275" caption="Frederik Batong (dok:KabarToraja.com)"]

1418855018484147164
1418855018484147164
[/caption]

Pria kelahiran 12 februari 1958 ini dikenal sebagai salah satu pemilik taksi Lima muda yang beroperasi di kota Makassar.Beliau pernah duduk sebagai anggota MPR RI tahun 1999-2004, ketua umum Ikatan keluarga Toraja se Jabodetabek tahun 2004-2007, ketua Kopartemen Pertanian Kamar Dagang Indonesia (KADIN) 1988-1993,Ketua bidang mutu dan Produksi Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) tahun 1997-2001, wakil ketua pemuda Pancasila dan tahun 2014 ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Toraja Se Indonesia.dan lain -lain

 

Pria lulusan SMAN 1 Rantepao ini telah mengikuti berbagai kegiatan baik berskala nasional maupun internasional seperti delegasi dagang Indonesia ke Eropa Timur Tahun 1996,delegasi Indonesia ke Taiwan tahun 1996 untuk mengamati pertanian dan organisasi petani di negara ini,delegasi AEKI pusat mengikuti Speialty Coffee Conference di Amerika serikat tahun 1996 dan masih banyak lagi kegiatan beliau.

2. Litha Brent

 

[caption id="attachment_360112" align="aligncenter" width="289" caption="Litha Brent"]

1418855087560456781
1418855087560456781
[/caption]

Siapa yang tak mengenal bus Litha and Co. Yah,itu adalah salah satu perusahaan milik pak Litha Brent. Salah satu pemegang saham taksi Lima Muda ini juga punya usaha eksportir kopi dan kakao yang telah menembus pasar internasional. Lelaki tamatan SMA Katolik Makale ini tercatat pernah duduk di bangku Dewan Perwakilan Daerah RI mewakili daerah Sulsel.

 




3. Rama Widi

1418855143541591754
1418855143541591754
 

Rama Widi (dok:Sooperboy.com)

 

Putra pertama dari Bapak Mathius Salempang ini membawa nama harum Indonesia di ajang Internasional. Dia adalah pemain harpa pria pertama di Indonesia. Dia pernah menjadi musisi pertama Indonesia yang bermain di gedung Opera Vienna dalam acara Vienna Jazz Festival, menjadi soloist dengan Symphonia Vienna, ikut dalam Tour Europe bersama Zoltan Kodaly World Youth Orchestra, finalis Kompetisi Internasional di Munich Jerman dan di United Kingdom.

 

 

4. Jacobus Mayong Padang

 

 

[caption id="attachment_360114" align="aligncenter" width="292" caption="Jacobus Mayong Padang"]

141885521114971348
141885521114971348
[/caption]

Nama Jacobus Kamarlo Mayong Padang atau biasa disapa Bung Kobu adalah salah satu putera terbaik yang dimiliki oleh rakyat Sulawesi Selatan. Alumnus SMA Makale Tana Toraja dan Fisipol Universitas Hasanuddin ini pernah menjadi anggota DPRD Kota Makassar , Anggota DPR RI 1999-2004 dan 2004-2009, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI 2004-2009 dan dipercaya Ibu Megawati sebagai Wakil Sekjen DPP Partai PDIP. Beliau juga pernah berkarir di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan mencicipi indahnya dunia jurnalis di Harian Pedoman Rakyat dan harian Suara Pembaruan.

 

Selama menjadi anggota DPR, berbagai hal nyentrik dilakukannya seperti pernah menolak ikut dalam kunjungan keluar negeri dengan alasan kegiatan itu tak pantas dilakukan karena Indonesia dalam keadaan krisis, menyerahkan kembali ke negara rapelan operasional sejumlah 50 juta dan melakukan aksi mogok makan di gedung DPR hingga akhirnya masuk rumah sakit saat ia menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan masih banyak lagi

 




5.Christina M Rantetana

 

[caption id="attachment_360115" align="aligncenter" width="392" caption="Christina M Rantetana (dok:Wikipedia)"]

14188552712065321555
14188552712065321555
[/caption]

Siapa yang tak kenal sosok srikandi tangguh asal Tana Toraja ini. Wanita tamatan SMA Katolik Makale ini dikenal sebagai wanita pertama di Indonesia yang menjabat sebagai jenderal wanita pertama di TNI Angkatan Laut.Beliau juga dikenal sebagai orang yang haus ilmu.Dia meraih gelar B,Sc di akademi perawat Depkes Banta-Bantaeng Makassar,gelar SKM dari fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia dan gelar Master ( MPH) dari Tulane University ,Amerika Serikat, dan Sekolah di Staf Komando Angkatan Laut Australia . Selain itu beliau pernah menjabat sebagai anggota DPR RI, Komandan Kesaktriaan Kowal CND,Jakarta ( 1992-1995), Direktur Sekolah Kesehatan TNI Angkatan Laut, Jakarta (1995-1996) dan masih banyak lagi

6. Matheus Salempang

 

[caption id="attachment_360116" align="aligncenter" width="480" caption="Matheus Salempang dok:Inilah.com"]

1418855340672750260
1418855340672750260
[/caption]


Lulusan terbaik AKABRI 1981, September 2010 saat menjadi KAPOLDA Kalimantan Timur, ia berhasil menyelesaikan pertikaian antar etnis di Tarakan hanya dalam 3 hari. Sebuah prestasi yang luar biasa dan menjadi catatan sejarah dalam Kepolisian Republik Indonesia sebagai penyelesaian konflik tercepat. Di bawah kepemimpinannya sebagai KAPOLDA Kalimantan Timur, POLRI berhasil mengembalikan pengungsi 40.100 jiwa ke rumah masing-masing. Tahun 2006/2007, ia juga berhasil mengungkap kasus pertanahan. Sejumlah prestasi telah ditorehkan, pada umumnya kasus-kasus besar yang ditangani Polri selalu dipercaya menjadi ketua tim.
***

Irjend Pol (purn) Matius Salempang Lahir di Palopo Sulawesi Selatan 9 Juni 1953, Ayahnya bernama Johan Salempang sedangkan ibunya bernama Dina Indan. Ia adalah anak ke 3 dari 9 bersaudara, 4 diantaranya adalah anak angkat. Masa kecilnya dihabiskan disebuah desa yang bernama Mala’kiri sebelah utara kota Rantepao Toraja Utara. Ia pernah mengenyam pendidikan di SD Katolik Mala’kiri, naik kelas 4 pindah ke SD Katolik Rantepao dan lulus tahun 1964. Setelah lulus di SD Katolik Rantepao, ia melanjutkan pendidikannya di SMP Katolik Rantepao lulus tahun 1967 lalu masuk di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Rantepao lulus tahun 1970.

BINTANG PELAJAR
Semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar, Matius sudah menunjukkan kepiawaiannya, Ia mampu menjadi bintang pelajar dan mengalahkan rekan-rekan palajar lainnya. Era tahun 60 an hingga 70 an adalah era dimana Toraja memasuki zaman keemasan dalam bidang pendidikan, begitu banyak orang tua dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah menitipkan anaknya untuk menimba ilmu di Toraja.
Di masa itu, Matius sudah berhasil menjadi juara satu dalam berbagai jenjang pendidikan. Ayahnya pernah bercerita kepada Matius bahwa waktu mengenyam pendidikan di SPG, semua guru-guru nya mengatakan bahwa Matius merupakan siswa yang paling cerdas dan pintar dan ada keinginan Yayasan Pedidikan Kristen Toraja (YPKT) ingin menyekolahkan dan akan memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Saat dinyatakan lulus di SPG bukan Matius yang diberangkatkan melainkan orang lain.

MENJADI POLISI PANGKAT BAREDA 
Begitu ayahnya mengetahui bahwa bukan Matius yang diberangkatkan, ayahnya kecewa, ia pun di arahkan masuk sekolah pendeta, sempat mendaftar di STT Rantepao dan dinyatakan lulus. Memang Matius tidak ditakdirkan menjadi seorang pendeta, ia lebih memilih berangkat ke Makassar ketimbang kuliah di STT. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6