Mohon tunggu...
Heri Bertus A Toupa
Heri Bertus A Toupa Mohon Tunggu... Bijak dalam Berpikir dan Sopan dalam Perkataan

Gemar travelling dan membaca - Ora et Labora

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Menuju Pilkada Serenta Indonesia di Toraja Utara pada Desember 2020

30 September 2020   03:37 Diperbarui: 30 September 2020   03:44 20 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menuju Pilkada Serenta Indonesia di Toraja Utara pada Desember 2020
Source.spiritkita.com

Disaat masa pandemic ini, beberapa kabupaten di provinsi Indonesia akan mendakan pemilihan kepala daerah serentak pada bulan Desember 2020. Masyarakat Indonesia sangat antusias menyambut event ini karena mereka berharap akan melahirkan pemimpin yang baru yang sangat berkualitas, rendah hati dan jujur, intelektual, tidak mementingkan kepentingan pribadi dan keluarga, dan dapat berbaur dengan masyarakat luas. 

Dan yang tak kalah pentingnya lagi, seluruh masyarakat ingin melihat suatu pembaharuan yang terjadi dalam lingkungan sama seperti yang di katakan ketika waktu masa kampanye.

Sama halnya di tempat kelahiran saya di Toraja Utara -- Sulawesi Selatan, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Toraja Utara menghadirkan 3 bakal paslon yang akan bersaing untuk memperebutkan posisi nomor 1 di Toraja Utara. 

Beberapa bakal calon telah mempunyai pengalaman dalam memimpin daerah sebelumnya, dan lainnya berasal dari berbagai profesi yang berbeda, tetapi telah memakan garam dalam mengurus dan menjalankan berbagai organisasi serta menduduki jabatan yang strategis dalam pemerintahan dan masyarakat. Ketiga pasangan yang ditetapkan oleh KPU itu adalah: Yosia Rinto Kadang - Yonathan Pasodung (nomor urut 1), Yohanes Bassang - Ferederik V. Palimbong (nomor urut 2), Kalatiku Paembonan - dr. Etha Rimba P. Tandipayung (nomor urut 3). Ketiga paslon tersebut adalah asli orang Toraja sendiri yang mana ada yang lahir dan di besarkan di dalam dan di luar Tana Toraja, tetapi karena keinginan mereka yang mau pulang kampung untuk membangun kampung halaman mereka, sehingga mereka bertekad untuk membawa sebuah harapan dan pembaharuan buat kampung tercinta di Tana Toraja.

Berdasarkan profile yang saya baca dari semuanya, saya dapat menyimpulkan bahwa semua paslon ini mempunyai latar belakang pendidikan yang bagus, kehidupan rohani yang seimbang dan kekayaan yang cukup, sehingga sangat di harapkan mereka mempunyai visi dan misi yang sangat jelas, jauh dari kata "Korupsi, Kolusi dan Nepotisme alias KKN"

Pencalonan mereka bukanlah suatu hal yang mengorbankan banyak materi dan harta, dan ketika mereka terpilih menjadi kepala daerah suatu saat tidak akan terlintas di dalam benak mereka bagaimana mengembalikan semua dana yang telah di gunakan pada masa kampanye. Inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi kami semua orang Toraja yang merantau di dalam dan luar negeri, apa sebenarnya yang menjadi motivasi atau yang mendorong mereka untuk mencalonkan diri untuk memimpin Toraja Utara untuk periode 5 tahun kedepan. Jangan sampai apa yang dikatakan waktu masa kampanye tidak sama lagi ketika mereka sudah menang dalam pemilihan alias "janji tinggal janji".

Secara geographi, apa penghasilan yang terbesar dari Toraja Utara secara keseluruhan dari berbagai sektor yang ada. Apakah pertanian dan perkebunan? Saya rasa tidak, seluruh masyarakat di Toraja hanya sekali setahun dalam melakukan musim panen, kalau di bandingkan dengan sector perkebunan yang mana mempunyai jenis kopi yang terkenal, seperti: Robusta dan Jember, tetap juga masih belum bisa meningkatkan sumber pendatan daerah di Toraja karena produksinya dalam skala kecil dan hanya di komsumsi oleh rumah tangga. Kalau di bandingkan dengan sector peternakan, munkin sedikit masuk akal karena penjualan ternak, seperti: kerbau dan babi sangat meningkat dari tahun ke tahun karena untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban pada acara pesta kematian (rambu solo') yang mana sangat popular bagi kami orang Toraja dalam menguburkan sanak saudara atau family. Selain itu, harga kerbau di Tana Toraja menjadi sangat spectacular dalam pesta kematian disebabkan oleh fungsinya secara adat-istiadat dan dapat meningkatkan status social dalam masyarakat. Ditambahkan lagi, dengan adanya acara adat ini juga mendorong sector pariwisata menjadi andalan pemasukan bagi kas daerah karena keindahan alam dari Toraja dan adanya beberapa objek wisata yang menarik banyak para turis domestic dan international. Akan tetapi dengan situasi pandemic saat ini, segala sector merasakan dampak buruknya dari wabah covid -- 19 ini, pemasukan berkurang bagi setiap daerah dan menimbulkan dampak negatif, seperti: menciptakan kemiskinan, kelaparan, penganguran dan tindakan criminal.

Kembali lagi dengan pemilihan kepala daerah di Toraja Utara, dengan melihat sumber daya alam di sana, apa yang menjadi sebenarnya tujuan atau motivasi dari setiap paslon untuk mendaftarkan diri untuk maju dalam pemilihan kepala daerah kali ini? Apakah semata untuk mengejar kekayaan, pangkat dan kedudukan, atau status social dalam masyarakat? Kalau di bandingkan dengan provinsi lain, seperti: Papua dan Kalimantan, yang mempunyai sumber daya alam yang memukau munkin dapat menjadi suatu penarik untuk setiap paslon untuk berlomba menjadi orang nomor satu. Segala bentuk materi akan di korbankan demi menjadi seorang pemenang dalam pemilihan, sehingga tindakan ini akan mendorong suatu hasrat untuk mengembalikan modal mereka sebelumnya yang di gunakan pada masa kampanye atau bentuk kegiatan lainnya ketika mereka terpilih dan menang dalam pemilihan kepala daerah nantinya.

Saya sebagai warga asli Toraja sendiri yang hidup di perantauan berharap banyak agar pemilihan kali ini bersih dari segala tindakan KKN, tidak ada namanya "serangan fajar" satu hari sebelum pemilihan yang mana seluruh team sukses paslon masing - masing jalan dan bergerilya dari rumah ke rumah masyarakat dengan membawa suatu amplop putih, atau dengan kata lain membagikan "uang sogok" untuk memilih calon mereka. Sangat di harapkan bahwa setiap paslon murni atau terpanggil dari diri sendiri untuk mencalonkan diri mereka dengan harapan membawa suatu perubahan dan kemajuan di Toraja Utara, membangun setiap fasilitas dan prasarana yang ada, seperti: perbaikan jalan raya di seluruh pelosok desa, listrik masuk desa dan pembangunan infrastuctures (sekolah, puskesmas, dan rumah sakit). Inilah yang sangat di butuhkan oleh seluruh masyarakat di Toraja Utara, sehingga segala kegiatan sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan lancar dan anak-anak mereka dapat memperoleh pendidikan yang memadai. Dan tak kalah pentingnya, masyarakat dapat hidup dengan layak, sehat dan makmur, karena segala fasilitas telah di sediakan.

Tentunya saya secara pribadi menghimbau seluruh warga Toraja yang tinggal di segala propinsi di Indonesia, berkomunikasi dan bertukar pikiranlah dengan sanak saudara atau kerabat, teman atau kenalan dekat di kampung halaman di Toraja untuk memilih dengan bijak, bukan karena paksaan, keluarga, seiman, imbalan dan janji, tetapi pilihlah sesuai dengan hati nurani yang mana bisa membawa suatu perubahan dan kemajuan di Toraja Utara. Dan tentunya bagi setiap paslon yang telah di tetapkan oleh KPU, sudah siapkah anda dengan visi dan misi di tangan untuk untuk membuat Toraja Utara menjadi yang terdepan dan sejahtera di mata masyarakat!!!

"Menang atau Kalah" dalam pertarungan Pilkada, itu suatu kenyataan yang harus di hadapi oleh setiap paslon. Jadi janganlah berkecil hati, bila belum berhasil menang atau terpilih, tetaplah dengan rendah hati untuk menerima semuanya itu dan dukunglah dengan sepenuh hati bagi yang sudah terpilih. Dan bagi yang sudah "menang atau terpilih", tugas dan janji anda telah di tunggu oleh seluruh masyarakat, dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh tanpa melihat segala perbedaan yang ada. Seperti kata pepatah "Ora et Labora", bekerja dan berdoa, dan tak kalah pentingnya selalu mengandalkan Tuhan dalam segala pekerjaan. Mari bersama kita sukseskan Pilkada serentak bersama di Indonesia demi menjaga keutuhan NKRI.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x