Hijau

Pemanasan Global dan Pendinginan Global?

8 Februari 2018   20:55 Diperbarui: 8 Februari 2018   21:00 429 0 0
 Pemanasan Global dan Pendinginan Global?
pemanasan-global-penyebab-dampak-dan-penyegahan-5a7c561ecaf7db2861277744.jpg


8 Februari 2018  03.00 

Oleh : Herimanto Rangan, Meteorologi  STMKG 2016


Pemanasan global (global warming) sudah menjadi salah satu masalah utama untuk dunia ini. Merupakan peristiwa meningkatnya suhu rata-rata yang terjadi pada lapisan atmosfer yang akan berbanding lurus dengan suhu dibumi, hal ini dipicu oleh efek gas-gas rumah kaca yang menyebabkan peningkatan karbon dioksida (CO2).

Dampak pemanasan global sangat terasa bagi manusia, dan seluruh makhluk hidup di bumi, seperti :

1. Mencairnya lapisan es di kutub Utara dan Selatan. Peristiwa ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut secara global, hal ini dapat mengakibatkan sejumlah pulau-pulau kecil tenggelam. Kehidupan masyarakat yang hidup di daerah pesisir terancam. Permukiman penduduk dilanda banjir akibat air pasang yang tinggi, dan ini berakibat kerusakan fasilitas sosial dan ekonomi. Jika ini terjadi terus menerus maka akibatnya dapat mengancam sendi kehidupan masyarakat.

2. Punahnya berbagai jenis fauna. Flora dan fauna memiliki batas toleransi terhadap suhu, kelembaban, kadar air dan sumber makanan. Kenaikan suhu global menyebabkan terganggunya siklus air, kelembaban udara dan berdampak pada pertumbuhan tumbuhan sehingga menghambat laju produktivitas primer. Kondisi ini pun memberikan pengaruh habitat dan kehidupan fauna.

3. Perubahan tekanan udara, suhu, kecepatan dan arah angin menyebabkan terjadinya perubahan arus laut. Hal ini dapat berpegaruh pada migrasi ikan, sehingga memberi dampak pada hasil perikanan tangkap.

4. Peningkatan muka air laut, air pasang dan musim hujan yang tidak menentu menyebabkan meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir.

5. Berubahnya habitat memungkinkan terjadinya perubahan terhadap resistensi kehidupan larva dan masa pertumbuhan organisme tertentu, kondisi ini tidak menutup kemungkinan adanya pertumbuhan dan resistensi organisme penyebab penyakit tropis. Jenis-jenis larva yang berubah resistensinya terhadap perubahan musim dapat meningkatkan penyebaran organisme ini lebih luas. Ini menimbulkan wabah penyakit yang dianggap baru.

6. Meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim. Perubahan iklim menyebabkan musim sulit diprediksi. Petani tidak dapat memprediksi perkiraan musim tanam akibat musim yang juga tidak menentu. Akibat musim tanam yang sulit diprediksi dan musim penghujan yang tidak menentu maka musim produksi panen juga demikian. Hal ini berdampak pada masalah penyediaan pangan bagi penduduk, kelaparan, lapangan kerja bahkan menimbulkan kriminal akibat tekanan tuntutan hidup.

7. Habitat hewan berubah akibat perubahan faktor-faktor suhu, kelembaban dan produktivitas primer sehingga sejumlah hewan melakukan migrasi untuk menemukan habitat baru yang sesuai. Migrasi burung akan berubah disebabkan perubahan musim, arah dan kecepatan angin, arus laut (yang membawa nutrien dan migrasi ikan).

8. Mengancam kerusakan terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang yang ada di enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Kepulauan Salomon, Papua.

Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi hal ini ditandai dengan kebiasaan kita jika bepergian sering dan bahkan selalu menggunakan motor. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan pendudukyang tinggal didalamnya.





Global warming akan segera berakhir dan berganti menjadi pendinginan global (global coolong). Alam mempunyai aktifitas sehingga matahari juga mrmpunyai siklus pendinginan matahari yang dikenal dengan ice age. Peristiwa ini terjadi setiap 200-250 tahun sekali yang memang sudah pernah terjadi pada tahun 1650-1850. Ilmuwan memprediksi kondisi tersebut akan terjadi lag di tahun 2030 dan 2040. Tapi peristiwa ini akan sedikit berbeda yaitu tidak sehebat sebelumnya.


052013-1226-yangterjadi1-5a7c557add0fa83e7e091792.jpg
052013-1226-yangterjadi1-5a7c557add0fa83e7e091792.jpg

Apa Itu Pendinginan Global?

Pendinginan Global adalah dimana terjadinya penurunan tingkat suhu udara yang sangat drastis, secara alamai, suhu bumi lebih rendah dari rata-rata suhu biassanya. Hal ini juga dikaitkan dengan adanya planet X nibiru yang akan datang.

Ingatkah Anda Tentang Zaman Es?

Ingatkah di Sekolah tentang zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa planet bumi senantiasa mengalami perubahan periodik. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja. Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan dikutub? Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman es ini bukan berarti perubahan yang bertahap, tapi secara instan.

Ingat film " The Day After Tommorow"? kira-kira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi setiap kali planet X mendekat.

Saya akan perdalam sedikit tentang zaman Es sebelum kita lanjut ke planet X, karena... Inilah yang akan terjadi nanti.

Zaman Es Akan Terulang Lagi

Sekarang kita sedang menjelang zaman es, bukan pemanasan global. Sebab :

  • Kita bukanlah penyebab terjadinya pemanasan global. Dalam kadar maksimal, hanya 3% gas CO2 yang dihasilakn umta manusia. Jumlah CO2 dalam udara ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah jumlah kadar CO2 dan radiasi.
  • 17.000 orang ilmuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihsasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30% diatmosfer kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya suhu laut disebabkan oleh meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik.
  • 3. Selama ini kita belajar di sekolah bahwa Zaman Es hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya, Zaman Es terjadi beberapa ratus kali.
  • Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik. Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetik akanberubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan tata surya kita.
  • Di masa lalu, saat perubahan kutub terjadi, dibarengi juga dengan aktivitas vulkanik, gempa, zaman es dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Dalam semalam bisa turun 20 derajat.
  • Saat ini, kutub Artik memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan zaman es. Yang dibutuhkan Cuma tambahan kelembababn sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju. Saait ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di kutub Artik.
  • Satu inci hujan menghasilkan 10 inci salju. Ditahun 2007, Colorado tertutup salju setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja. Bisa dilihat di www.iceagenow.com/Record_Lows_2007.htm

snow-sculpture-560x395-5a7c5562ab12ae48d6642522.jpg
snow-sculpture-560x395-5a7c5562ab12ae48d6642522.jpg


Pusat penelitian di Jerman GFZ menemukan bukti langsung pendinginan terjadi secara signifikan yang disebabkan oleh "cahaya matahari minimum" dan tentunya berlawanan dengan pemanasan global serta memicu pembentukan Zaman Es. Di danau Meerfelder Maar, Jerman.

Pendinginan matahari sebelumnya menyebabkan banyak sungai di Inggris yang membeku di zaman itu. Pendinginan ini berdampak pada suhu bumi yang mengalami penurunan suhu secara signifikan di atmosfer serta secara menyeluruh suhu di bumi akan mengalami pendinginan mendadak beberapa derajat.

Permasalahan pemanasan global memang merupakan masalah yang segera harus diselesaikan sehingga membuat para ilmuwan di Inggris dan Amerika Serikat menyelidiki dan mencari solusi yang sementara ini sudah membuahkan hasil dan menemukan molekul baru di atmosfer yang dapat membantu pendinginan di bumi. Namun masih harus diteliti lebih jauh apakah molekul tersebut dapat mengatasi permasalahan global warming.

Kenapa Ini Sangat Penting?

Meskipun kita tidak tinggal di kawasan yang akan tertutup lapisan es setinggi ratusan atau ribuan kaki, kita tetap harus menyiapkan diri.

Dalam bukunya "Not by Fire, but by ICE" karya arsitek bernama Robert Felix, disebutkan tentang perubahan kutub dan berbagai bencana alam yang akan menyertainya. Persediaan makanan di seuluruh dunia akan habis selama beberapa tahun. Pertanian tak mungkin dilakukan, karena kekacauan iklim.

Peristiwa ini memnag perlu kita perhatikan, namun ada yang terpenting yaitu zaman Es hanya Tuhan yang tahu.

Source :https://www.alpensteel.com/article/133-230-pemanasan-global/1634-pemanasan-global-vs-pendinginan-global