Mohon tunggu...
Heri Prabowo
Heri Prabowo Mohon Tunggu... Sdh 40-an tp masih belajar

lagi belajar jadi penulis

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Kartu Kredit Belum Aktif, Dibobol, Dipaksa Bayar Plus Bunga

21 Juni 2020   11:17 Diperbarui: 21 Juni 2020   11:11 797 1 0 Mohon Tunggu...

Pada tanggal 1 Pebruari 2019, pukul 18.20, istri saya terkejut menerima  ( Sembilan ) notifikasi e mail dari credircard.notification@cimbniaga.co.id tentang adanya transaksi online di eGHL Payment, SHOPEE.co.id, Elevania.co.id dan Blibli.com. Kami terkejut karena kami tak pernah melakukan transaksi tersebut. 

Kartu Kredit Bank Niaga Istri saya bahkan sudah jarang dipakai.  Malam itu juga menghubungi, kami pihak call centre Bank CIMB Niaga melaporkan hal ini. Kami diminta membuat surat sanggahan. Surat itu kami kirim melalaui Bank CIMB Niaga Cabang Gresik.

Pihak Bank CIMB Niaga langsung melakukan penggantian atas kartu kredit saya. Dan meminta kami untuk menggunting kartu kredit yang lama. Namun belum sempat kartu kredit yang baru kami aktifkan, ternyata datang notifikasi e mail adanya transaksi kartu kredit tersebut. Artinya kartu kredit kami yang belum aktif sudah dibobol lagi. Dengan nilai transaksi yang lebih besar. Kami kembali melaporkan hal ini ke Bank CIMB Niaga.

Beberapa hari kemudian, tagihan kartu kredit bank CIMB Niaga kami datang. Kami kaget karena ternyata sebagian transaksi karena pembobolan tersebut masih ditagihkan ke kami. Setelah kami tanyakan ke pihak Bank CIMB Niaga, mereka beralasan belum bisa menghapus tagihan sebagian transaksi tersebut karena harus melakukan investigasi.

Setahun sudah belalu, surat hasil investigasi dari pihak Bank CIMB Niaga datang. Kami terkejut bukan saja karena tagihan karena pembobolan kartu kredit kami belum dihapus seluruhnya tapi ternyata Bank CIMB Niaga meminta membayar sebagian transaksi tersebut berikut bunganya selama 1 tahun yang jumlahnya sangat besar. Alasan Pihak CIMB Niaga, transaksi itu telah melalui verifikasi nomor handphone milik istri kami.

Kami semakin terkejut karena nomor handphone itu sudah bertahun tahun kami tutup. Nomor itu sebenarnya pemberian dari Bank CIMB Niaga  saat istri saya masih bekerja di sana. 

Dan sudah bertahun-tahun lalu, istri kami mengundurkan diri. Memang nomor itu masih tercacat di kartu kredit kami, namun selama ini istri kami dan pihak call centre Bank Niaga jika berhubungan juga menggunakan nomor yang baru. Artinya memang Pihak CIMB Niaga juga tahu nomor baru istri saya.

Atas hal ini pihak CIMB Niaga minta kami surat dari provider kartu sim card yang telah dimanfaatkan untuk pembobolan kartu kredit yang menjelaskan nomor tersebut sudah tidak dipakai istri saya. 

Pihak provider akhirnya mengeluarkan surat itu. Kami juga disarankan pihak provider untuk melaporkan kasus ini ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim. saran itu juka kami laksanakan. Kasus ini sudah ditangani kepolisian. Saya dan istri juga sudah dimintai keterangan untuk dibuat Berita Acara Pemeriksaan oleh penyidik Polda Jatim.

Kami lantas mengirimkan laporan pengaduan kepada Polda Jatim kepada pihak CIM Niaga. Namun tagihan berikut bunganya tetap muncul dalam lembar tagihan kartu kredit dari Bank CIM Niaga. Bahkan oleh Bank CIMB Niaga memasukkan  kami ke Daftar HItam Debitur Bermasalah di Sistem Layanan Keuangan Otoritas Jasa Keuangaan. 

Ini sangat merugikan kami. Karena yang bermasalah Bank CIMB Niaga, mengapa kami yang dituduh bermasalah. Kami kembali mengadukan hal ini ke Bank CIMB Niaga, mereka menyarankan kami membayar. Jika masalah ini selesai, mereka akan mengembalikan uang kami. Lantas kami jelaskan jika kami tak memiliki rekening Bank Niaga. Mereka jelaskan akan mengembalikan uang itu ke kartu kredit kami. Artinya kami diminta memakai kartu kredit itu untuk berbelanja jika ingin uang kami kembali. Ini jelas merugikan kami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN