Mohon tunggu...
Heri Prabowo
Heri Prabowo Mohon Tunggu... Sdh 40-an tp masih belajar

lagi belajar jadi penulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Wahai Milenial Jadi Pengurus RT Dulu, Baru Jadi Menteri

27 Agustus 2019   13:07 Diperbarui: 27 Agustus 2019   13:19 21 1 0 Mohon Tunggu...

Ditengah isu masuknya nama-nama partai ex oposisi dalam pembentukan kabinet Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin, muncul khabar jika Presiden Jokowi akan mengangkat generasi millenial untuk duduk dalam struktur kabinetnya. Jika ini benar, apakah ini sekedar mengikuti tren semata atau ada alasan lain dibalik semua itu. Namun demikian khabar ini menggelitik saya, sebab jangankankan menjadi menteri, menjadi pengurus RT  saja tidak mudah. Dan ironisnya jarang ada kaum millenial yang tertarik untuk menjadi pengurus RT untuk menempa jiwa kepemimpinannya. Padahal RT itu ada dalam struktur resmi pemerintahan walau yang terendah. 

Padahal masalah yang begitu kompleks ada di RT khususnya RT yang ada diwilayah pusat ekonomi kota besar dengan penduduk yang majemuk. Seperti RT dimana saya tinggal. Di wilayah kami "pertarungan" perebutan posisi Ketua RT terjadi bak Pemilu. Dimana muncul pemilih "siluman", dipenuhi kabar hoak, janji-janji palsu  dan ujungnya "sengketa" hingga pertengkaran. 

Masalah lain mulai korupsi, mark up, pungli, penyalahgunaan wewenang, keterlibatan keluarga dalam pengelolaan uang RT hingga penggunaan uang kas RT untuk "foya-foya" sehingga pembangunan RT justru tertinggal. Semua ada di RT kami. Semua justru karena pemasukan kas RT yang besar dibandingkan RT lainnya. Seolah menggambarkan kondisi Indonesia. Negeri kaya dengan sumber daya alam tapi belum bisa memakmurkan warganya. Pembangunan justru tertinggal dari negara yang "miskin" sumber daya alam seperti Taiwan dan Korea Selatan.

Sudah dua periode ketua RT kami dijabat oleh dua generasi yang berbeda. Periode 2014-2016, dipimpin oleh generasi tua ( para pensiunan yang usianya kepala 5 ). Periode 2017 s.d 2019, dipimpin oleh generasi muda ( umur kepala 4 ). Namun masalah diatas justru tak kunjung usai. Jadi tak ada salahnya jika RT kami dipimpin oleh generasi millenial untuk menguji kemampuan dan kepemimpinannya sebelum kelak menempati posisi penting di negeri ini. Lalu seberapa ruwetnya sih masalah RT kami yang berada di wilayah Manukan Tama Surabaya Barat dimana berdiri Supermarket Superindo, Bank Mandiri, Bank Maspion, Klinik Kecantikan Alamanda, BPR, toko-toko lainnya, sejumlah PKL dan lengkap dengan lahan parkirnya. Karena saya pernah menjadi bendahara RT ( mundur beberapa bulan lalu ) dapat saya gambaran sbb :

Masalah dalam pemilihan Ketua RT yang ricuh. Jika di wilayah RT lain, banyak warga tak hadir dalam  pemilihan RT, diwilayah kami justru jumlah pemilih melebihi jumlah warga. Ini karena salah satu calon mendatangkan orang-orang ( teman dan saudara ) yang punya KTP di RT ini tapi sudah lama tidak tinggal disini. Panitia yang tak netral menerima orang-orang tersebut sebagai pemilih. Karena selisih suara hanya tipis maka akhirnya ricuh dan diwarnai sengketa di Kelurahan. Jika kaum millenial ikut pemilihan RT kami, bisa jadi kecurangan dihindari sebab mereka punya kekuatan medsos untuk melawannya.

Masalah keuangan. Sebenarnya hal ini banyak terjadi di RT-RT lain. Tapi kondisi di RT kami sangat parah bertahun-tahun. Ketua RT dua periode sebelumnya menghabiskan uang kas RT tanpa ada pertanggungjawabnya. Ketua RT penggantinya terpaksa mundur karena didera masalah keuangan, salah satunya meminjam kas RT jutaan rupiah. Ketua RT selanjutnya juga tidak mau memberikan laporan pertanggungan jawabanya walau menyisakan uang kas Rp. 15 juta. Jabatan bendahara RT juga dirangkapnya. 

Warga juga menanyakan pertanggungjawaban dana hibah dari Pemkot yang pernah dia kelola walau atas nama Paguyuban ( anggotanya warga kami ). Ketua RT saat ini semakin parah. Jabatan bendahara RT juga dirangkapnya. Dia dan istri juga menarik iuran/sumbangan untuk sejumlah pengusaha padahal ada petugas yang sudah ditunjuk. Kondisi RT semawrut tampak dari umbul-umbul bekas sobek yang dipasang padahal peringatan 17 Agustus ini. Juga selokan ambrol yang tak kunjung diperbaiki padahal setiap bulannya RT kami mendapat pemasukan jutaan rupiah dari iuran warga, pengusaha, PKL dan bagi hasil parkir. Kaum millenial yang dikenal kritis terhadap korupsi diharapkan bisa benahi keuangan RT kami.

Tak hanya masalah diatas semata, RT kami juga unik. Sayang uniknya negatif, contohnya :

  • Ada kerja bakti jam 12 malam. Suatu pagi saat awal menjabat bendahara RT, saya dikejutkan karena membaca WA Group RT kami karena ternyata ada kerja bakti jam 12 malam mendadak saat saya tidur. Kerja bakti untuk membantu proses renovasi balai RT. Lebih terkejut lagi karena saya ditagih sebuah warung untuk komsumsi kerja bakti itu yang jumlahnya lumayan padahal yang dilakukan dalam kerja bakti itu tak jelas,
  • Kerja bakti dengan dana makan 3x ( pagi, siang dan malam ). Saat masih menjadi bendaha RT jika ada kerja bakti, saya bertugas membayar komsumsi. Suatu ketika karena ada keperluan, saya pulang cepat walau kerja bakti belum usai.Esoknya saya kaget karena lagi-lagi saya ditagih sebuah warung untuk komsumsi kerja bakti. Jumlahnya cukup besar sebab banyak tagihan makan. Alasan Pak RT, kerja bakti dilakukan hingga malam sehingga ada jatah makan malam. Saya bingung mendengarnya. Ha...ha.

Jadi tidak ada salahnya jika ada millenia yang tertarik menguji kemampuannya dalam memimpin dengan menjadi  Ketua RT atau pengurus di RT kami. Saya yakin generasi millenial dengan kreatifitasnya didukung pemasukan dana kas RT yang cukup besar mampu memajukan RT kami. Sebab sudah dua kali periode dan dipimpin oleh dua macam generasi ( Generasi dengan umur 50 tahun keatas dan selanjutnya diganti generasi usia 40 tahun keatas ) tapi keduanya gagal. Dan bukan tidak mungkin jika generasi millenial sukses memajukan RT kami, namanya akan harum dan terkenal sehingga  dia bisa melangkah ke panggung politik menjadi pemimpin yang  sesungguhnya bukan hanya karbitan semata.. Sebab wilayah RT kami cukup strategis di kawasan Surabaya Barat. Selain itu kawasan Kelurahan  Manukan penduduknya cukup padat. Pasti akan banyak sorotan media dan masyarakat bila tampak prestasi disini. Jadi para milleials tertarikah anda membenahi RT kami sebelum membenahi negeri ini. Sebelum Anda menempati posisi penting di negeri ini.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x