Mohon tunggu...
Hera Veronica Suherman
Hera Veronica Suherman Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Suka Musik Cadas | Suka Kopi seduh renceng | Suka pakai Sandal Jepit | Suka warna Hitam

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kisah Kursi

21 Desember 2022   21:26 Diperbarui: 21 Desember 2022   21:54 135
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source: mywickedheart@pinterest.com

Kisah Kursi

Banyak orang
berebut kursi di luar sana
lantaran empuk

Tampuk-tampuk istimewa
buat orang haus kuasa
tak sungkan menepuk dada

Dada-dada membusung
jadikan orang sebagai kacung
dan anggap diri Tuan yang Agung

Duduk bersandar
sandarkan punggung
uncang-uncang kaki tak lupa

Menjentikan ujung jari
tunjuk jidat tunjuk hidung
tunjuk semua yang diingini

Perkara tunjuk-menunjuk
adalah hal yang biasa
ujung telunjuk menunjuk suka-suka

Jaga wibawa gila hormat
gila pangkat gila tahta gila dunia
bahkan ada yang gila sungguhan

Namun masihkah ada
orang di luar sana
memburu kursi kayu tua

Yang tak empuk
tatkala diduduki dan
takada unsur jumawa

Ah kursi betapa kau digilai
sedang aku cukup duduk
di kursi kayu dikelilingi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun