Mohon tunggu...
Hera Veronica Sulistiyanto
Hera Veronica Sulistiyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Pecandu Senja | Pemabuk Puisi | Penikmat Kopi | Pemahat Aksara | Pecinta Musik Cadas 😎🀘 | Penggila SASTRA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Setangkup Luka

27 September 2022   22:15 Diperbarui: 27 September 2022   22:16 122 10 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source : Deviantart.com

Setangkup Luka

Kau genggam kuntum-kuntum harapmu yang tercabik, kuku-kuku waktu buatmu dipaksa rasakan ngilu. Pada sekujur rasa di tubuh sukma.

Kusut masai di hari-harimu cenderung meramu warna hitam, sehitam kerudung belangsungkawa. Buat sepasang netra atma seakan sembab.

Setangkup luka kau genggam di atas pedih menindih, sesakan sekerat nurani. Tetesi getih di atas kelopak rasa merajut nyeri dalam tertegun.

Kelabu atap serta dinding ruang jiwamu kau kuyah pilu di antara beku rasamu, di lunglai hasratmu. Seperti terampas sehingga amat jauh terhempas.

Setangkup luka kau genggam di sela rasa terhenyak dan terdiam, buatmu memangku anak-anak dendam yang berkecamuk bak seutas cambuk.

Pada nanar terpahat di indra kau bunuh rasa tanpa belas kasihan, dan kau pendam dalam kubur hati bernisan sepi terpatri di pusara rasamu.

H 3 R 4
Jakarta, 27/09/2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan