Mohon tunggu...
Hera Veronica Suherman
Hera Veronica Suherman Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Suka Musik Cadas | Suka Kopi seduh renceng | Suka pakai Sandal Jepit | Suka warna Hitam

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Derai-derai Cemara

30 Oktober 2020   10:19 Diperbarui: 30 Oktober 2020   10:47 165
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source: Dwi Shaban Sulistyanto

Derai-derai Cemara

Di langit nan biru
bersih tak terkontaminasi
serpihan debu polusi

Berdiri menjulang tinggi
pohon cemara di latari
barisan gumpalan awan

Berarak menghiasi lazuardi
gemulai menari tangkai cemara
di hembus angin nan genit

Dalam setiap liukkan
terbitkan nuansa syahdu
tatkala mata menatap lekat

Dalam derai-derai cemara
ada sekerat kerinduan
pada hati yang kerap melambai

Lirih memanggil
sayup-sayup sampai
bisikkan pada silir angin

Bahwasannya di antara
bentangan jarak
Jakarta-Klaten

Ada sepotong rindu
nan teramat manis
membingkai indah kisah

Dalam derai-derai cemara
saksi bisu dua insan
diikat rasa saling percaya

Bentang Lazuardi
ditingkahi mega-mega
serta derai-derai Cemara

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun