Mohon tunggu...
Hendro Santoso
Hendro Santoso Mohon Tunggu... Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Inilah Proses Pembelajaran Kekalahan Garuda Nusantara dari Iran

12 September 2019   13:34 Diperbarui: 12 September 2019   13:33 0 24 12 Mohon Tunggu...
Inilah Proses Pembelajaran Kekalahan Garuda Nusantara dari Iran
Beckham Putra, Sutan Zico dan Bagus Kahfi (Foto PSSI.org)

Laga persahabatan International dengan system dua leg antara Timnas Indonesia U-19 dan Iran U-19 berlangsung pada Sabtu (7/9/19) di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi dan Rabu (11/9/19) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Laga uji coba ini sebagai persiapan dalam menghadapi ajang kualifikasi Piala Asia U-19 di Jakarta pada 6-10 November 2019.

Pada laga pertama Timnas Garuda Nusantara harus mengakui keunggulan Iran dengan skor 2-4 sedangkan laga kedua berhasil menang 1-0 atas Timnas Iran U-19.  Pelatih Fakhri Husaini menyambut kemenangan ini sebagai hasil pembelajaran atas kekalahan pada laga pertama di Bekasi pekan lalu.

Bagi Fakhri apa yang telah dilakukan anak asuhnya adalah pencapaian proses belajar yang sangat berharga. Hal ini karena Timnas Iran U-19 adalah tim yang sangat kuat disegani di kawasan Asia.

Ketika menghadapi mereka pada laga pertama di Bekasi, Indonesia kalah dengan skor 2-4. Kekalahan yang banyak memberikan catatan pekerjaan rumah maka kemenangan 1-0 di Mandala Krida adalah hasil dari proses belajar bagus secara individu maupun sebagai sebuah tim. 

"Ya, hari ini saya bangga terhadap perjuangan para pemain. Kita meraih kemenangan dengan cara yang sulit. Kita tahu Iran tim bagus, pertahanan mereka juga solid dengan postur yang tinggi besar," kata Fakhri usai laga sore itu seperti dilansir PSSI.org (11/9/19).

Sore itu patut diberikan apresiasi tinggi kepada skuad Garuda Nusantara yang telah menunjukkan permainan yang sangat impresif. Anak-anak asuh Fakhri Husaini telah berjuang dengan kualitas mereka,  berani berduel melawan pemain-pemain Iran yang posturnya lebih besar dan tinggi.

Formasi tim yang digunakan dalam laga tersebut masih sama yaitu 4-3-3. Beberapa pemain yang sebelumnya tidak diturunkan diberikan kesempatan bermain seperti penjaga gawang diberikan kepada M. Adisatryo. Sementara kuartet lini belakang adalah Bagas Kaffa, Komang Teguh, Salman Alfarid dan Fadhil Adhitya. Trio lini tengah bersama David Maulana, Brylian Aldama dan Rendy Juliansyah sedangkan trio penyerang adalah Bagus Kahfi, Imam Zakiri dan Sutan Zico.

Setelah usai babak pertama dengan skor 0-0 maka pada babak kedua beberapa penggantian dilakukan yaitu Beckham Putra masuk menggantikan Rendy dan Supriadi menggantikan Imam Zakiri.

Babak kedua baru berjalan 3 menit, melalui serangan balik  yang cepat Sutan Ziko berhasil mencetak gol. Berawal dari umpan David Maulana dari lini tengah ke Supriadi yang berlari cepat melakukan penetrasi ke kotak penalty. Pemain Persebaya ini hanya dengan sedikit gerakan tipuan lalu memberikan umpan kepada Sutan Zico. Tendangan kaki kiri Zico tidak dapat dicegah kiper Iran yang dikawal oleh Amir Hossein Nikpour.

Atas kekalahan ini Pelatih Iran, Seyed Akbar Pour Mousavi, mengatakan bahwa timnya telah dihukum Indonesia dalam laga kedua ini karena sebuah kesalahan lini belakang mereka sehingga terjadilah gol tersebut.

Mousavi memberikan penilaian secara keseluruhan kepada Timnas U-19 seusai laga seperti dirilis PSSI.org (11/9/19) : "Indonesia tim yang bagus dalam penyerangan. Tapi saya pikir perlu terus diasah lagi dalam organisasi bertahan. Jika hal ini mereka terus perbaiki, saya yakin Indonesia bisa jadi tim yang baik di masa depan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2