Mohon tunggu...
Hendro Santoso
Hendro Santoso Mohon Tunggu... Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

Perjuangan Luar Biasa Michelle Li Menggapai Olimpiade Tokyo 2020

13 Juni 2019   13:21 Diperbarui: 14 Juni 2019   11:08 0 15 9 Mohon Tunggu...
Perjuangan Luar Biasa Michelle Li Menggapai Olimpiade Tokyo 2020
Michelle Li di Olimpiade Rio 2016 (Foto BWFBadminton.com)

Perjuangan untuk mendapatkan tiket menuju Olimpiade Tokyo 2020 benar-benar menjadi tantangan tersendiri bagi Pebulutangkis putri Kanada ini. Iya benar, Michelle Li dalam kondisi fisik tidak fit karena cedera namun masih terus melakukan pertandingan. Paling tidak ada dua ajang yang dihadapi pemain berusia 28 tahun ini yaitu BWF Sudirman Cup dan Australian Open.

Michelle Li berhasil membawa Kanada ke puncak Grup 2 di TOTAL BWF Sudirman Cup 2019. Bisa dikatakan saat ini Michelle Li adalah ikon dari tunggal putri bulutangkis Kanada.

Menurut BWF.tournamentsoftware.com (24/5/19), pada ajang Sudirman Cup ini kendati merawat tendon achilles dengan sobek di kaki kanannya, Li masih mampu mengatasi Yeo Jia Min Singapura 22-20, 21-15 dan Yvonne Li dari Jerman 23-25, 21-17, 21-5 di pertandingan grup sebelum mengkandaskan Yelle Hoyaux dari Prancis 21-7, 21-4 untuk membantu timnya meraih penghargaan di Grup 2.

Usai Piala Sudirman, perfroma Li ternyata terus mampu bertahan untuk berkiprah  di Australia Terbuka pekan lalu, 4-9 Juni 2019. Dia mengatasi lawan-lawannya dan yang tersulit melawan tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dan Aya Ohori Jepang.  

Li menang atas Gregoria Mariska, 13-21, 21-18 dan 21-13 dan mengalahkan Aya Ohori 18-21, 21-13 dan 22-20 sebelum akhirnya takluk dari Chen Yufei di perempat final dengan 19-21 dan 11-21.

Piala Sudirman dan Australian Open adalah ajang bagi Michelle Li yang akan diperhitungkan dalam perebutan tiket menuju Tokyo 2020. Li memiliki musim yang sibuk dengan agenda yang padat melintasi benua pada bulan Juni dan Juli - dari Australia ke Kanada dan AS, ke Asia, sebelum terbang kembali ke Peru untuk mengikuti Pan Am Games di sana.

Michelle Li tetap bermain walaupun cedera (Foto BWFBadminton.com) 
Michelle Li tetap bermain walaupun cedera (Foto BWFBadminton.com) 
Namun pemain putri Kanada ini tetap bertahan dalam kondisi cedera yang dideritanya. "Saya sudah cedera selama hampir setahun, sekarang saya terpeleset dan pergelangan kaki saya sedikit terkilir. Tetapi itu menyebabkan tendon achilles robek, "kata Li, saat Piala Sudirman berlangsung bulan Mei lalu seperti dilansir BWFBadminton.com (11/6/19).

Li mencoba tetap bertahan dalam kondisi seperti itu menghadapi turnamen yang sudah diagendakan. Hal ini karena menurut dokter dan spesialis yang menanganinya bahwa jika Li menjalani operasi maka perlu mengambil empat bulan cuti. Tentu itu adalah waktu yang lama yang harus dikorbankan.

Dokter juga memberikan pertimbangan untuk Li masih bisa bermain karena cederanya itu tidak terlalu berbahaya. Hanya saja Li harus menanggung rasa sakitnya akan terasa ada di sana. Sekarang ini bagi Michelle Li bagaimana dia mampu bermain lebih save dan ini hanya tentang belajar bermain dengan rasa sakit.

Walaupun ini akan sulit karena Li harus menyeimbangkan latihan dan berusaha untuk tidak membuat cederanya terlalu bengkak dan meradang. Michelle Li terus berupaya dan berjuang mengkondisikan agar menjaga tingkat rasa sakit bisa berkurang. Harapannya adalah Li bisa mempertahankan kecepatan performa selama pertandingan.

Apa yang memotivasi Michelle Li tetap bertahan untuk terus mengikuti agenda turnamen? Tidak lain karena Li ingin mendapatkan kesempatan untuk memainkan Olimpiade ketiganya, setelah London 2012 dan Rio 2016. Hingga usai Autralian Open 2019, Michelle Li berada pada posisi 11 tunggal putri dalam ranking Road to Olympiade Tokyo 2020. Sebelumnya Li berada pada posisi 18 per 4 Juni 2109.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2