Mohon tunggu...
Hendro Santoso
Hendro Santoso Mohon Tunggu... Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Catatan Penting Garuda Muda Usai Gagal di Piala Merlion 2019

12 Juni 2019   07:20 Diperbarui: 12 Juni 2019   10:19 0 13 5 Mohon Tunggu...
Catatan Penting Garuda Muda Usai Gagal di Piala Merlion 2019
Timnas U-23 (Dok. PSSI.org)

Kemenangan Tim Nasional Indonesia U-23 atas Filipina dengan skor 5-0 di Piala Merlion 2019, Minggu (9/6) di Stadion Jalan Besar, Singapura merupakan hasil yang cukup menggembirakan. Dengan kemenangan tersebut Indonesia meraih tempat ketiga sedangkan juara Merlion Cup 2019 diraih tuan rumah Singapore setelah mengalahkan Thailand 1-0 (Goal.com 9/6/19).

Terlepas dari lawan yang dihadapi yaitu Filipina dengan materi pemain mereka yang memiliki kualitas relative dibawah pemain kita. Kendati demikian kemenangan ini telah membuka gambaran kekuatan dan kelemahan Timnas U-23 yang selama ini digembleng bersama pelatih Indra Sjafri.

Dari dua laga Timnas U-23 di turnamen Piala Merlions Singapore banyak sekali catatan yang bisa dijadikan pedoman perbaikan bagi tim asuhan Indra Sjafri ini. Dua laga masing-masing melawan Thailand dan Filipina, Timnas U-23 menurunkan starting line-up yang berbeda dengan hasil performa yang berbeda pula.  

Pada saat melawan Thailand terutama pada babak pertama, lini tengah Garuda Muda sangat kaku dan miskin kreativitas. Lutfi Kamal, Gian Zola dan Hanif Sjahbandi tidak bisa berkembang permainan mereka.

Pada babak kedua mereka diganti oleh trio Rachmat Irianto, Hambali Tholib dan Sani Ridzki. Mereka mampu menghidupkan lini tengah ini dan beberapa kali kreativitas mereka berhasil meporak porandakan pertahanan Thailand. Namun sayangnya penyelesaian akhir dari striker Mohammad Rafli, yang turun dalam laga tersebut masih belum maksimal.

Pada ajang Piala Merlion 2019, M Rafli menjadi salah satu dari tiga striker yang dimiliki Timnas U-23. Dua striker lain yakni Rafli Mursalim (Mitra Kukar) dan Septian Satria Bagaskara (Persik).

Laga kedua melawan Filipina, Garuda Muda lebih diunggulkan menang atas lawan mereka. Mengingat pemain-pemain muda Filipina memiliki kemapuan skill relative dibawah pemain Indonesia.

Dalam laga tersebut Indra Sjafri kembali menurunkan formasi 4-3-3 dengan materi pemain yang turun di babak kedua saat melawan Thailand. Salah satunya adalah menempatkan Rachmat Irianto sebagai breaker di depan 4 bek. Pemain Persebaya ini ditemani oleh Sani Rizki dan Gian Zola.

Keberhasilan Rachmat Irianto sebagai gelandang bertahan, yang sebelumnya adalah bek tengah merupakan eksperimen Indra Sjafri. Hal yang sama juga pernah dilakukan Indra Sjafri terhadap Asnawi Mangkualam bertransformasi sebagai bek kanan yang sebelumnya adalah breaker di lini tengah.

Di lini belakang Asnawi Mangkualam ada di bangku cadangan, posisinya diganti oleh Rifad Marasabessy.  Striker M Rafli kembali diturunkan didampingi dua wing, Witan Sulaiaman dan Feby Ekaputra.

Lini belakang duet bek tengah Nurhidayat dan Andy Setyo yang kokoh kembali bermain. Untuk penjaga gawang kali ini giliran Nadeo Argawinata diturunkan. Kiper muda ini bermain cuckup baik namun belum teruji karena striker Filipina sangat jarang sekali mengancam gawangnya dengan serius. 

Pada laga melawan Filipina ini sudah mulai kelihatan teknik permainan dengan skema yang diinginkan oleh Indra Sjafri. Lini tengah yang kreatif dengan kedua sayap yang menusuk sisi pertahanan Filipina berhasil menghasil gol demi gol. Lima gol yang mereka hasilkan 3 diantaranya dicetak oleh Mohamaad Rafli.

Pemain asal Arema berusia 20 tahun ini sukses mencetak hattrick di laga ini pada menit ke 5, 59 dan 67 dan sekaligus membawa Indonesia meraih posisi ketiga dalam turnamen tersebut.

"Kita belum jadi juara, tapi target kita untuk review 10 pemain baru yang diproyeksikan untuk SEA Games tercapai. Sudah ada beberapa pemain yang saya rasa tepat masuk tim. Itu yang kami cari di turnamen ini jadi bukan soal menang kalah," kata Indra Sjafri seperti dirilis PSSI.org (9/6/19).

Pada Piala Merlion 2019 ini ada 10 pemain yang baru berlaga bersama Garuda Muda. Mereka, yakni Nadeo Argawinata, Dandi Maulana, Muhammad Rifad Marasabessy, Rizky Dwi Febrianto, Hambali Tolib, Feby Eka Putra, Yakob Sayuri, Muhammad Rafli Mursalim, Septian Satria Bagaskara dan Muhammad Rafli.

Indra Sjafri nampaknya sudah bisa melakukan evaluasi terhadap pemain-pemain tersebut dan siapa saja mereka yang layak masuk dalam tim sudah ada catatan yang bisa dipertanggung jawabkan. Menurut catatan penulis, paling tidak ada 6 pemain baru yang bermain cukup mengesankan dalam dua laga tersebut antara lain M.Rafli, Hambali Tolib, Rizky Febrianto, Feby Eka, Rifad Marasabessy dan Nadeo.

Garuda Muda akan berlaga di ajang SEA Games 2019 di Filipina dengan target medali emas. Empat pemain yang bermain di luar negeri belum bergabung dalam skuad Indra Sjafri adalah Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, Firza Andika dan Ezra Walian. Demikian pula pemain asal Papua, Marinus Wanewar dan Todd Ferre masih memiliki peluang bergabung dalam skuad SEA Games 2019.

Indra Sjafri harus mampu memaksimalkan potensi pemain muda kita untuk meraih prestasi dalam ajang terbesar olah raga ASEAN tersebut.