Mohon tunggu...
Hendro Santoso
Hendro Santoso Mohon Tunggu... Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Arti Pelukan Guardiola untuk Solskjaer Usai Derby di Old Trafford

25 April 2019   07:03 Diperbarui: 25 April 2019   12:16 0 10 4 Mohon Tunggu...
Arti Pelukan Guardiola untuk Solskjaer Usai Derby di Old Trafford
Pelukan Guardiola untuk Solskjaer (Foto Premierleague.com) 

Laga ke-35 Premier League baru saja usai, Kamis (25/4/19) dini hari WIB, ketika Arsenal harus mengakui keunggulan Wolves dengan skor 1-3 di Molineux Stadium, Wolverhampton dan Manchester City menang 2-0 atas tuan rumah United di Old Trafford. Hasil ini telah mengubah posisi klasemen sementara dimana persaingan perebutan gelar juara antara City dan Liverpool semakin ketat demikian pula  perebutan posisi 4 besar.

Usai laga Pep Guardiola memeluk Ole Gunnar Solskjaer sambil berkata dalam hatinya, terima kasih Brother sudah memberi jalan meunju tangga juara. Sebelum laga memang terdengar ada nada serba salah bagi United menghadapi derby ini. Jika menang mereka seperti mempersillahkan Liverpool, untuk juara. 

Padahal klub ini adalah musuh bebuyutan lebih daripada tetangga mereka Manchester City. Maka ketika Pep dan Solskjaer berpelukan seusai laga derby malam itu, banyak yang tersenyum sambil menebak arti pelukan mereka. 

Premierleague.com (25/4/19) merilis klasemen terbaru usai kedua laga tersebut, Manchester City kembali kepuncak klasemen dengan 89 poin menggeser Liverpool ditempat kedua dengan 88 poin. Posisi selanjutnya bertutur-turut, Tottenham (70 poin), Chelsea (67 poin), Arsenal (66 poin) dan Manchester United (64 poin). 

Pep Guardiola menurunkan formasi seperti biasanya yaitu 4-3-3 dengan menempatkan trio penyerang Raheem Sterling, Bernardo Silva dan Aguero. Mereka ditunjang oleh trio lapangan tengah David Silva, Fernandinho dan Ilikay Gundogan. 

Dengan komposisi tersebut beberapa kali mereka mengancam gawang David De Gea. Tercatat dua peluang dari Bernardo Silva dan Raheem Sterling dimentahkan oleh David De Gea. Skor masih sama kuat hingga babak pertama.

Namun City mulai meningkatkan permainan mereka di babak kedua dan memimpin pada menit ke-54, ketika Bernardo Silva yang memotong bola dari sisi  kanan kemudian melepaskan tembakan dengan kaki kirinya melewati gawang yang dijaga David De Gea.

Manchester United seperti tersentak dengan gol ini. Mereka kembali menyerang membuka peluang Jesse Lingard namun gagal dimanfaatkan dengan baik. Bahkan dua kali Lingard berpeluang memanfaatkan bola rebound dari Kiper Ederson. 

Begitu pula Marcus Rashford melepaskan tembakan jarak jauh namun masih melebar. Serangan United sering kandas di area benteng pertahanan City yang dijaga kuartet Vincent Kompany, Laporte, Kyle Walker dan Zinchenko.

Melalui serangan balik, gol kedua City akhirnya lahir pada menit ke-66 dari pemain pengganti Leroy Sane dengan tembakan akurat yang tak bisa dibendung Kiper De Gea. 

Dua gol yang layak mereka dapatkan karena City bermain sangat mendominasi dengan penguasaan hampir 70 persen permainan. Mereka juga memiliki lini tengah yang lebih unggul dari United.

Dengan kemenangan ini Pep Guardiola merasa lega karena City unggul satu poin dari Liverpool dengan jumlah laga yang sama. Keunggulan poin yang sangat berharga untuk tetap bisa dipertahankan hingga menyelesaikan 3 laga yang tersisa. 

Menurut catatan Mancity.com (25/4/19), kemenangan ini juga menjadikan City adalah sebagai tim yang paling sukses bermain di Old Trafford dengan tujuh kemenangan atas tuan rumah Manchester United. Kesan mereka sebelum laga berlangsung terbukti bahwa Old Trafford sudah tidak angker lagi.

Masih ada tiga laga sisa yang harus diselesaikan Manchester City yaitu melawan Burnley, Leicester dan Brighton. Untuk meraih juara City wajib memenangkan laga sisa tersebut.