Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Perombakan Formasi Garuda Muda untuk Kalahkan Vietnam di Kualifikasi Piala Asia U-23

24 Maret 2019   12:33 Diperbarui: 24 Maret 2019   15:47 211 21 13
Perombakan Formasi Garuda Muda untuk Kalahkan Vietnam di Kualifikasi Piala Asia U-23
Indra Sjafri (Foto PSSI.org)

Setelah kekalahan 0-4 dari Thailand pada laga perdana, Garuda Muda harus diuji lagi di laga kedua melawan tuan rumah Vietnam. Indra Sjafri sudah dipastikan akan merombak starting line-up untuk menghadapi laga ini.

"Tentu akan ada perubahan saat kami melakukan pertandingan nanti lawan Vietnam. Kami akan berjuang maksimal demi meraih kemenangan melawan Vietnam," ujar Indra Sjafri dikutip dari pssi.org (23/3/19).

Laga yang akan berlangsung di Stadion My Dinh, Minggu (24/3/19) pukul 20.00 dinilai sangat krusial terutama bagi Timnas U-23. Hanya kemenangan yang akan membuka peluang Garuda Muda bernafas kembali untuk berharap lolos ke putaran final Piala Asia U-23 tahun depan.

Lini Tengah
Indra memang harus merombak susunan pemain Garuda Muda. Saat bermain melawan Thailand yang menjadi sorotan adalah posisi lini tengah yang menduetkan Gian Zola dan Egy Maulana Vikri. Padahal mereka memiliki tipe permainan yang mirip. Sementara Luthfi juga sangat berat harus memikul beban sebagai breaker sendirian di depan 4 pemain belakang Garuda Muda.

Jika menggunakan double pivot dalam formasi 4-2-3-1, maka Hanif Sjahbandi bisa menemani Luthfi, sementara Egy sebaiknya dikembalikan ke posisi kesukaannya di sayap kanan. Sementara Gian Zola menjadi gelandang serang yang beroperasi di belakang Marinus Wanewar.  

Lini Depan
Pada posisi sayap sebenarnya sudah tepat menempatkan Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani. Hanya saja Saddil bermain di bawah form terbaiknya. Begitu pula Osvaldo banyak melakukan kesalahan sendiri.

Untuk itu ada baiknya kedua winger ini sementara duduk di bangku cadangan saat melawan Vietnam. Posisinya bisa digantikan oleh Witan Sulaeman dan Egy yang dikembalikan ke posisi alaminya di sayap kanan.

Duet sayap ini bisa menunjang "Si Anak Baik" Marinus Wanewar dengan tusukan-tusukan ke sisi pertahanan Vietnam. Atau langsung memotong diagonal pergerakan ke tengah kotak penalti. Umpan tarik dari kedua sisi sayap ini harus mampu dimanfaatkan Marinus.

Lini Belakang
Pada sektor pertahanan sangat perlu memasukkan Mohammad Riyandi sebagai pengganti Awan Setho. Riyandi jauh lebih segar dan relatif belum pernah diturunkan dalam dua ajang regional, baik di Piala AFF yang lalu maupun saat ini. Satria Tama pernah diturunkan dalam ajang AFF U-22. Untuk full back masih tidak perlu adanya rotasi, Asnawi dan Firza masih ada di sana. Sedangakan Rachmat Irianto sementara bisa menepi untuk seorang Bagas Adi.

Menghadapi Indonesia, pelatih Vietnam, Park Hang Seo tetap waspada walaupun Indonesia kalah 0-4 dari Thailand.

"Kami bisa lihat bahwa dua tim yang bermain hari Jumat adalah tim yang berbeda ketika di ajang AFF U-22 kemarin. Thailand memasukkan 15 pemain baru, dan Indonesia memasukkan empat pemain baru. Untuk Indonesia sendiri, mereka banyak bermain umpan panjang, dan umpan satu-dua sentuhannya juga bagus," Park Hang Seo seperti dilansir CNNIndonesia.com (23/3/19).  

Pelatih Vietnam asal Korea ini nampaknya sudah akrab dengan performa Timnas U-23 asuhan Indra Sjafri. Taktik dan strategi Indra sudah tidak asing bagi Park Hang Seo dan sudah mengetahui bagaimana cara meredam setiap serangan yang dilakukan Garuda Muda.

Sementara itu itu bek kanan asal Makassar, Asnawi Mangkualam Bahar menganggap bahwa kekalahan dari Thailand adalah pelajaran berharga. Semua kesalahan dalam tersebut tidak boleh terulang. Terutama masalah fokus dan komunikasi antarlini harus terjalin dengan baik.

"Lawan Vietnam harus lebih fokus lagi agar dapat poin, harus lebih konsentrasi lagi. Karena kita tahu hari ini kami tidak dapat poin, dan pertandingan nanti sangat penting buat kami agar bisa lolos ke babak selanjutnya. Kami harus menang dan akan berjuang keras," kata Asnawi seperti dirilis PSSI.org (23/3/19).

Garuda Muda memang harus menang walaupun berat untuk bisa lolos keputaran selanjutnya karena memiliki defisit 4 gol. Namun demikian demi kehormatan negeri ini, Timnas U-23 wajib menang berapapun skor yang dihasilkan.

Selamat berjuang. Bravo Indonesia.