Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Solskjaer Menyambut PSG di Old Trafford dan Kenangan Indah Liga Champions

12 Februari 2019   13:19 Diperbarui: 12 Februari 2019   13:38 45 7 4
Solskjaer Menyambut PSG di Old Trafford dan Kenangan Indah Liga Champions
Solskjaer (Foto Skysports.com)

Babak 16 besar Liga Champions akan dimulai sejak Selasa (12/2 19) malam atau Rabu (13/2/19) pukul 03.00 dini hari WIB. Saat itu Manchester United menjamu terlebih dulu Paris Saint-Germain (PSG) di Old Trafford. Inilah momen besar bagi Ole Gunnar Solskjaer untuk melakukan debut sebagai pelatih (caretaker) United.

Solskjaer mungkin akan merasakan suasana Eropa klasik ketika Manchester United dan Paris Saint-Germain berduel di Old Trafford. Maka baginya ikatan seperti inilah yang membuat Liga Champions UEFA begitu istimewa. Ini pula yang menyebabkan manajer sementara Red Devils ini bersemangat untuk memulai aksi melawan juara Prancis ini yang selalu dominan.

Pencapaian Solskjaer bersama United saat ini dalam 11 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi merupakan modal penting menghadapi laga ini. Demikian juga suporter merasa lebih percaya diri dari sebelumnya dengan atmosfer harapan kemenangan dari mereka bisa terwujud.

Malam besar terakhir ajang Eropa bersejarah di Old Trafford adalah saat di babak sistem gugur ketika Real Madrid berkunjung kembali pada tahun 2013. Itu adalah tahun sebelum Bayern Munich dan saat ini Solskjaer pasti dengan mudah mengingat kembali kejadian-kejadian penting tersebut. Laga melawan PSG ini adalah dianggapnya sangat istimewa.

"Saya melihat kembali ke salah satu dari beberapa pertandingan sistem gugur yang menarik ketika kami kalah dari Real Madrid ketika Nani diusir. Tentu saja kami memiliki Bayern Munich beberapa tahun yang lalu juga, jadi kami menantikan ini. Baik para suporter dan para pemain yang telah menantikan beberapa malam ini, karena mereka begitu istimewa. " Demikian kata Solskjaer seperti dirilis situs resmi klub, Manutd.com (11/2/19).

Kenangan terindah dalam ajang ini bagi Solskjaer adalah dalam final Liga Champions yang tak terlupakan. Ketika itu mempertemukan Manchester United kontra Bayern Munich pada musim 1998/99. Momen sejarah ini saat Solskjaer sebagai penentu kemenangan di detik akhir setelah hingga injury time mereka masih tertinggal 0-1 dari Bayern Munich.

Final Liga Champions musim 1998/99 boleh disebut sebagai final yang paling dramatis sepanjang sejarah turnamen. Saat itu Bayern Munich sukses mengungguli United 1-0 melalui tendangan bebas Mario Basler di awal laga. Namun demikian ketika itu ada dua gol yang dicetak Tedy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer di menit menit terakhir sehingga membawa United meraih Piala yang dijuluki Si Kuping Lebar. Pencapaian mereka benar-benar dilakukan dengan cara yang luar biasa.

Menurut Goal.com (1/4/14), Sir Alex Ferguson saat itu menganggap sebagai kemenangan luar biasa karena sukses mempersembahkan trofi pertama sejak 31 tahun lamanya. United terakhir berjaya di Eropa kala itu terjadi pada 1968 dengan mengalahkan Benfica di final.

Solskjaer yang dikenang sebagai Pahlawan dalam partai final 1999, mengalami lilitan cedera yang membuat kariernya naik-turun bersama Manchester United. Sukses kembali ke tim utama dengan perjuangan melawan cedera panjang pada 2007.

Akhirnya kemudian gantung sepatu untuk berkarir sebagai pelatih di Norwegia bersama Molde. Solskjaer kembali ke Inggris untuk memegang Cardiff City sebelum diangkat sebagai Caretaker Manager di Manchester United menggantikan Mourinho.

Sudah tidak sabar menjamu Paris Saint-Germain, Solskjaer seakan ingin mengulang  kenangan indahnya bersama Manchester United  saat meraih Piala Liga Champiosn dua puluh tahun yang lalu.