Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Fuzhou China Open 2018, Ini Perbedaan Anthony Ginting dan Jonatan Christie

9 November 2018   16:55 Diperbarui: 9 November 2018   16:58 434 9 8
Fuzhou China Open 2018, Ini Perbedaan Anthony Ginting dan Jonatan Christie
Anthony Ginting (Foto Badmintonindonesia.org)

Pebulutangkis tunggal putra terbaik Indonesia, Anthony Ginting melaju ke babak perempat final Fuzhou China Open. Turnamen kategori BWF World Tour Super 750 ini berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou 6-11 November 2018. Walaupun akhirnya harus terhenti di babak ini karena dikalahkan Shi Yuqi, pemain unggulan kedua asal China dalam turnamen ini.

Diwartakan BWF Tournamensoftware.com (8/11/18), Indonesia diwakili 3 tunggal terbaik dalam turnamen ini yaitu Anthony Ginting, Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto. Mereka berada di pool bawah bersama unggulan kedua dari China, Shi  Yuqi. Hasil undian ini tidak begitu menguntungkan bagi Ginting dan Jonathan Christie yang akrab dipanggil Jojo karena mereka harus berhadapan di babak kedua. Sementara Tommy jika mampu melaju, baru berhadapan dengan pebulutangkis negaranya di semi final. 

Kiprah Tommy terhenti di babak kedua setelah dikalahkan pebulutangkis India, Kidambi Srikanth dengan 21-10, 9-21 dan 9-21. Pada babak pertama Tommy berhasil melewati Wong Wingki Vincent, pemain Hongkong dengan dua game 21-8 dan 21-10.

Jonatan Christie alias Jojo melewati babak pertama dengan mulus dengan menundukkan pemain India, Pranoy H S dengan 21-11 dan 21-14. Namun Jojo di babak kedua harus berhadapan dengan rekan senegaranya yaitu Anthony Sinisuka Ginting. Apa boleh buat undian yang tidak menguntungkan, mereka harus berhadapan di babak awal.

Dalam duel yang sengit dan ketat, Ginting berhasil menundukkan Jojo dengan rubber set 22-20, 20-22 dan 21-11. Kemenangan ini membawa Ginting sebagai unggulan 8 dalam turnamen ini lolos ke perempat final ditunggu unggulan kedua dari China, Shi Yuqi. 

Ada delapan pemain tunggal di perempat final ini. Selain Ginting dan Shi Yuqi, Kenta Momota (unggulan 1) vs So Wanho (7), Chen Long (6) vs Anders Antonsen, Kidambi Srikanth (5) vs Chou Tien Chen (4).

Pada laga perempat final Jumat (9/11/18), Antony Ginting akhirnya harus mengakui kemenangkan Shi Yuqi dengan rubber set, 21-16, 14-21 dan 14-21. Ginting terhenti di babak ini dan gagal ke semi final. Shi Yuqi sendiri akan berhadapan dengan  pemenang antara Kidambi Srikanth dan Chou Tien Chen.

Walaupun gagal di turnamen Eropa tahun ini, Denmark Open dan French Open,  namun Ginting sudah menunjukkan konsistensi bermain sebagai pemain professional. Paling tidak pemain-pemian papan atas Dunia seperti Lin Dan, Chen Long, Chou Tien Chen dan Kento Momota sudah merasakan ketangguhan  permainan Ginting. Mereka tunduk di China Open 2018. 

Lindan dikalahkan Ginting di Babak Pertama dengan rubber set 22-24, 21-5, 21-19. Babak Kedua Ginting mengkandaskan Viktor Axelsen (Denmark) 21-18, 21-17. Di Babak perempat final giliran Chen Long (China) harus tunduk kepada Ginting dengan rubber set 18-21, 22-20, 21-16.

Chou Tien Chen pemain Taiwan yang ulet ini juga kandas di semifinal oleh  Anthony Ginting dengan 12-21, 21-17, 21-15. Akhirnya di Final Ginting menundukan ranking satu Dunia, Kento Momota (Jepang) hanya dua set saja 23-21 dan 21-19.

Sudah jelas Ginting mulai menunjukkan konsistensi profesionalnya. Hal ini juga yang membedakannya dengan Jonatan Christie. Pemain muda Indonesia lainnya ini dikalahkan Ginting di babak kedua Fuzhou China Open 2018 dengan rubber games.

Perhatikan skor mereka yang ketat. Set pertama Ginting unggul 22-20 lalu set kedau giliran Jojo unggul 22-20. Set ketiga merupakan set penentuan ketangguhan stamina dan kematangan bermain serta mental kokoh. Ginting membuktikan keunggulan tersebut atas Jojo dengan skor menyolok 21-11. Terutama stamina Ginting yang lebih siap bermain all out di game ketiga adalah bukti konsistensinya dibandingkan dengan Jonatan Christie.

Persaingan Pebulutangkis Dunia saat ini dengan ajang Turnamen yang berlangsung sepanjang tahun, sangat membutuhkan sikap professional yang tinggi. Antony Ginting dan Jonatan Christie adalah contoh mengenai konsistensi sikap professional tersebut.

Bravo Bulutangkis Indonesia.

#hensa #kompasiana