Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Semifinal Piala AFF U-19, Laga Wajib Menang Vs Malaysia, Kalau Tidak?

12 Juli 2018   14:08 Diperbarui: 12 Juli 2018   21:12 836 4 5
Semifinal Piala AFF U-19, Laga Wajib Menang Vs Malaysia, Kalau Tidak?
Garuda U-19 (Foto PSSI.org)

Stadion Delta Sidoarjo kembali menjadi saksi dalam laga semi final ajang Piala AFF U-19 antara Timnas garuda U-19 yang ditantang Malaysia. Laga berlangsung pada Kamis 12 Juli 2018 pukul 19.00 WIB. Malaysia sendiri merupakan juara grup B dengan mengemas 10 poin. Sedangkan Indonesia menuju semi final dengan menjadi runner up grup A setelah dalam pertandingan terakhir dikalahkan Thailand dengan skor 1-2.

"Indonesia sudah siap lahir dan batin untuk pertandingan besok. Kondisi semua pemain saat ini baik-baik saja, tidak ada yang cedera. Semua siap diturunkan nanti. Kami ingin meraih kemenangan apalagi bermain di kandang sendiri. Doa dan dukungan masyarakat Indonesia kami butuhkan agar kami lolos ke final." Demikian penjelasan Indra Sjafrie seperti dirilis oleh PSSI.org (11/7/18).

Tentu saja bagi Indra Sjafrie laga ini merupakan laga balas dendam karena Tim asuhannya pernah dikalahkan Malaysia ketika Garuda Nusantara, julukan Timnas U-19 mengikuti Pra Piala Asia U-19 2018 di Paju, Korea Selatan, 31 Oktober-8 November 2017. Hasil buruk waktu itu yang ditorehkan Indonesia U-19 itu menjadi tamparan keras bagi PSSI. Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan hanya bisa menang atas Brunei Darussalam dan Timor Leste masing-masing dengan skor 5-0. Sisanya, mereka dipermalukan Korea Selatan empat gol tanpa balas, dan yang paling mengecewakan kalah dari Malaysia dengan skor telak 4-1.

Akhirnya Indonesia hanya finis di posisi ketiga fase grup tersebut. Namun beruntung, mereka tetap lolos ke putaran final, karena Indonesia bertindak sebagai tuan rumah Piala Asia U-19 2018 ini.

Coach Indra Sjafrie (Foto Fourfourtwo.com)
Coach Indra Sjafrie (Foto Fourfourtwo.com)
Mengulas kembali performa mereka saat itu merosot tajam. Di ajang ini, mereka hanya meraih dua kemenangan dan takluk dua kali dengan mencetak 11 gol dan kemasukkan delapan gol. Dalam event ini pun terlihat, bagaimana kesulitannya Witan Sulaeman dan kawan-kawan untuk mendapatkan solusi keluar dari tekanan tim yang selevel maupun di atas mereka. Kebobolan delapan gol dari Korea Selatan 4 gol dan dari Malaysia 4 gol adalah hal yang sangat serius.

Diduga hasil mengecewakan ini yang membuat Indra Sjafrie dievaluasi dan dipecat. Terutama karena Timnas U-19 kalah sangat telak dari Malaysia merupakan aib nasional. Andaikata Indonesia bukan tuan rumah tentu saja hasil itu adalah kegagalan mereka untuk lolos ke putaran final.

Fakta di atas sebenarnya berhubungan dengan mental skuat Timnas U-19 yang merasa aman karena sudah menjadi tuan rumah sehingga aspek pertandingan seolah diabaikan. Hal itu juga terjadi saat Timnas U-19 sudah memastikan lolos ke semi final setelah mengalahkan Vietnam 1-0. Laga terakhir di grup A melawan Thailand menjadi terabaikan dan hasilnya sudah kita ketahui, Garuda Nusantara kalah 1-2 dari Thailand.

Indra Sjafrie memiliki tugas tidak ringan menghadapi laga semi final melawan Malaysia ini. Suporter setia Timnas selalu wanti-wanti bahwa Garuda pantang menyerah kepada Malaysia. Bahkan mereka bilang, Indonesia boleh kalah dari negara lain tapi tidak dari Malaysia. 

Untuk semua level Tim Nasional, mereka harus memberikan yang terbaik  buat negeri ini. Coach Indra pasti tidak mau menggali lobang yang sama untuk hasil laga semi final ini. Kemenangan atas Malaysia adalah harga kehormatannya dan juga bukti jati diri bagi Timnas Garuda U-19. 

Mengandaikan Timnas U-19 gagal lolos ke final karena kalah dari Malaysia, entah apa yang menjadi nasib Indra Sjafrie nanti. Hanya kejuaraan level ASEAN saja tidak mampu untuk juara apalagi menjadi semi finalis di AFC Champions U-19 2018 nanti. Semoga Indra Sjafrie bisa belajar dari pengalaman yang pernah terjadi dengan Timnas U-19 di Korea Selatan November tahun lalu.

Semua memang butuh proses dan persiapan serta tekad dan doa. Jika semua sudah dilakukan maka semua hasil menjadi hak yang di Atas. Selamat bertanding Garuda U-19 tetap semangat membela NKRI dan menolak untuk menyerah. Bravo Garuda Nusantara.   

#hensa12072018