Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Cerita dari Derbi London Utara, Indahnya Kemenangan Tanpa "Diving"

11 Februari 2018   15:12 Diperbarui: 11 Februari 2018   16:10 1215 3 3
Cerita dari Derbi London Utara, Indahnya Kemenangan Tanpa "Diving"
Pochettino dan Wenger (Foto Premierleague.com)

Tottenham Hotspur cukup hanya dengan sebuah gol ke gawang The Gunners, mereka langsung melompat ke posisi tiga klasemen Premier League matchweek ke 27 dengan 52 poin. Derbi London Utara berakhir dengan 1-0 untuk tuan rumah Spurs di Stadion Wembley, Sabtu (10/2/18). 

Dua pesaing mereka Liverpool dan Chelsea masih belum melangsungkan laga mereka yang ke 27. Liverpool baru bertanding ke markas Southhampton pada Minggu (11/2/18) pk 23.00 WIB sedangakan Chelsea menjamu West Bromwich Albion Selasa (13/2/18) pk 3.00 WIB (Premierleague.com, 11/2/18).

Rekor Penonton di Premier League

Disaksikan 83 ribu penonton yang memenuhi Stadion Wembley, Harry Cane mengukir gol ke 23 sekaligus tetap memimpin koleksi golnya di Premier League. Jumlah penonton yang meledak tersebut merupakan rekor fantastik dari Premier League. 

Menyaksikan laga tersebut melalu layar Televisi membayangkan 80 000 suporter Timnas Garuda memerahkan Stadion Gelora Bung Karno dalam final sepakbola Asian Games 2018. Ya hanya membayangkan siapa tahu menjadi kenyataan.

Harry Kane (Foto BBC.com)
Harry Kane (Foto BBC.com)

Selain itu gol ini adalah gol ketujuh Harry Kane dalam tujuh pertemuan mereka pada derbie London Utara. Dalam laga tersebut sebenarnya Spurs memiliki banyak peluang untuk menambah keunggulan mereka  namun sebuah peluang sundulan Kane bisa diselamatkan Petr Cech. 

Kiper gaek ini juga mementahkan peluang Christian Eriksen, Kieran Trippier dan Erik Lamela. Arsenal memiliki peluang melalui Jack Wilshere namun berhasil diselamatkan oleh Hugo Lloris sementara pemain pengganti Alexandre Lacazette memberi ancaman gawang Spurs namun tendangannya melebar.

"Kekalahan itu membuat kami semakin sulit untuk saat ini, tapi kami harus berjuang selama memiliki peluang matematis. Ada lebih banyak yang dipertaruhkan daripada sekadar derbi. Itulah mengapa sangat mengecewakan kehilangan pertandingan dengan cara kekalahan seperti itu." Demikian Arsene  Wenger menuturkan kepada Skysports yang dikutip oleh CNNIndonesia.com (11/2/18). Nada pasrah mengenai nasib Arsenal di akhir musim nanti.

Kemenangan Tanpa Diving

Tuan rumah Spurs malam itu benar benar bermain menyerang dan mereka berhasil memenangkan laga tanpa satupun pemainnya melakukan diving. Catatan khusus untuk Kane, striker England ini ternyata lebih berbahaya jika bermain tanpa pura-pura jatuh di kotak penalti. Menyundul bola di depan gawang lawan jauh lebih baik dari pada jatuh telentang menunggu peluit wasit berbunyi.

Kane menunggu peluit Wasit ( Foto Fourfourtwo.com)
Kane menunggu peluit Wasit ( Foto Fourfourtwo.com)

Berbicara diving sebenarnya adalah suatu tindakan yang tidak sportif. Diving adalah bicara tentang kejujuran. Sepakbola tanpa kejujuran adalah kebohongan yang sangat kasar demi mengejar ambisi kemenangan. Suatu hal yang patut dipertanyakan ketika seorang pemain harus mengorbankan kejujuran hatinya hanya untuk sebuah kemenangan. Timnya memang boleh menang namun dirinya telah menjadi seorang pecundang.

Nilai nilai kejujuran dalam permainan sepakbola adalah cermin dari karakter pemain sekaligus karakter tim dan semua orang yang berada di belakangnya. Sesungguhnya kejujuran adalah marwah sepakbola yang tumbuh subur di sana. 

Pada saat ini sepakbola sudah menjadi komoditi sebuah bisnis besar yang banyak melibatkan semua aspek kehidupan. Mampukan sepakbola mempertahankan kejujuran sebagai marwah yang selama ini diemban?

#hensa11022018