Mohon tunggu...
Henri Satria Anugrah
Henri Satria Anugrah Mohon Tunggu... Blogger di pikirulang.id

Mahasiswa psikologi. Menulis tentang pengembangan diri, kesehatan, agama, dan isu-isu sosial | Kontak = IG: @henrisatria, Twitter: @henrisar, E-mail: henrisatria@pikirulang.id

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Jangan Sampai Impian dan Kenangan Membuatmu Tidak Sehat Mental!

6 Oktober 2019   11:48 Diperbarui: 11 Oktober 2019   23:38 0 3 1 Mohon Tunggu...
Jangan Sampai Impian dan Kenangan Membuatmu Tidak Sehat Mental!
Ilustrasi Kekangan Waktu, Sumber: maxpixel.net

Setiap orang pasti memiliki kenangan. Kenangan yang paling umum ialah ketika kita masih kecil. Kita diasuh oleh orang tua dengan kasih sayang yang begitu besarnya. Kenangan lain bisa berupa bertemunya kita dengan teman masa kecil, yang mungkin masih menjadi teman kita hingga saat ini. 

Selain itu, setiap orang juga pasti memiliki impian. Impian yang paling umum ialah menjadi profesi tertentu (dokter, polisi, guru, dll), menikah, berangkat haji, dll. 

Tidak jarang juga bahwa sebagian orang telah membuat life plan (rencana hidup) yang tersusun rapih setiap tahun atau bahkan setiap bulan (misalnya, tahun 2020: bekerja, 2022: menikah, 2025: berangkat haji, dst). 

Pada dasarnya, terdapat tiga waktu pada kehidupan ini, yaitu: masa lalu, sekarang, dan masa depan. Masa lalu adalah waktu yang telah berlalu dan tidak mungkin berubah sekeras apapun usaha yang kita lakukan saat ini. 

Sekarang adalah waktu ketika kamu membaca tulisan ini. Masa depan adalah waktu yang akan terjadi, yang tidak seorang pun mengetahuinya secara rinci.

Salah satu tanda bahwa seseorang sehat mental ialah hidup pada here and now. Artinya, seseorang yang sehat mental menyadari bahwa dirinya hidup di sini dan sekarang. 

Dia sepenuhnya sadar dengan apa yang dihadapinya sekarang, tidak berkutat pada masa lalu ataupun sibuk memikirkan masa depan. Dia juga sepenuhnya berada di tempat dia berdiri, tidak hanya tubuhnya, tetapi juga pikirannya.

Para tokoh psikologi seperti Carl Gustav Jung, Henry Alexandar Murray dan Alfred Adler, menyebutkan bahwa masa lalu dan masa depan berada pada ketidaksadaran untuk memengaruhi kepribadian kita saat ini [1]. 

Bagaimanapun masa lalu kita, atau apapun yang kita cita-citakan untuk masa depan sesungguhnya hanya memengaruhi diri kita saat ini, kita tidak berada pada masa lalu ataupun masa depan itu sendiri. 

Masa lalu pada kehidupan kita adalah segala kejadian yang telah terjadi pada masa lalu hidup kita. Masa lalu telah menjadi sebuah kenangan permanen yang tidak dapat diubah. 

Kehilangan memori (lupa atau hilang ingatan) tentang masa lalu tidak mengubah fakta bahwa sesungguhnya masa lalu pada kehidupan kita adalah fenomena aktual yang telah terjadi dalam hidup kita. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x