Mohon tunggu...
Hennie Triana
Hennie Triana Mohon Tunggu... ---

Lahir di Medan. Ibu dari seorang putri

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Membiasakan Anak Menabung, Menghargai Nilai Uang

11 Maret 2020   18:02 Diperbarui: 11 Maret 2020   18:06 164 34 23 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membiasakan Anak Menabung, Menghargai Nilai Uang
Ilustrasi: Getty Images

Membawa bekal makanan ke sekolah dan tempat kerja sudah menjadi kebiasaan masyarakat di sini. Sejak kecil anak saya selalu membawa bekal makanan, mulai di playgroup, Kindergarten, Sekolah Dasar dan sekarang di sekolah menengah.

Hanya setahun belakangan ini ia tidak membawa bekal lagi, lebih suka membeli makanan di kantin sekolah (Menza, sebutannya di Jerman).

Jika membeli makanan di Menza cara bayarnya dengan chip yang diisi secara berkala. Harga makanan di kantin sekolah selalu lebih murah dibandingkan dengan di warung di luar sekolah.

Sejak anak saya memasuki Sekolah Dasar ia mendapat uang saku per minggu, jumlahnya juga tidak besar, seperlunya saja. Memasuki sekolah menengah jumlahnya saya tambahkan sedikit, untuk berjaga-jaga jika ia jajan di luar sekolah ketika istirahat makan siang.

Tahun ajaran ini ia bersekolah hingga sore hari hanya 2 hari saja per minggu. Istirahat makan siang selama 1 jam itu terkadang dimanfaatkan mereka makan di luar kantin sekitar sekolah. Hanya istirahat makan siang ini anak-anak dibolehkan meninggalkan sekolah.

Saya biasakan ia untuk menabung sisa uangnya yang tidak terpakai. Memang lebih sering tidak terpakai, karena dia lebih sering makan siang di kantin sekolah. Uang tabungannya ini boleh ia gunakan untuk membeli barang yang dia suka, yang bukan kebutuhan utamanya.

"Habis nanti uang tabunganku, Ma."

Pernah anak saya mengatakannya ketika dia ingin membeli laptop merek tertentu. Saya minta dia bayar sendiri karena laptop untuk keperluan sekolahnya telah kami belikan.

Akhirnya ia pikir-pikir lagi, dan membatalkan keinginannya itu. Dia menghitung berapa lama dia harus mengumpulkan uang sakunya lagi untuk mengisi tabungannya.

Memang kesannya kami terlalu pelit. Tetapi kami tidak mau membuatnya manja, ditambah statusnya sebagai anak tunggal. Barang-barang elektronik yang ingin dia beli harus ia bayar sebagian dari tabungan uang sakunya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x