Mohon tunggu...
Hennie Engglina
Hennie Engglina Mohon Tunggu... Pelajar Hidup

HEP

Selanjutnya

Tutup

Hukum Artikel Utama

Motif Lain Pembunuhan Suami dan Anak Tiri Selain Utang

7 September 2019   05:12 Diperbarui: 8 September 2019   11:46 0 51 34 Mohon Tunggu...
Motif Lain Pembunuhan Suami dan Anak Tiri Selain Utang
tangkapan layar video kompas tv youtube

"Karena gimana juga Reina itu anaknya Pak Edi."

Pada suatu kesempatan saya menonton beberapa video yang dibagikan di Youtube perihal pengakuan Aulia Kesuma (AK), tersangka pembunuhan berencana terhadap suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) atau Edi, dan anak tirinya, M. Adi Pradana atau Dana (23).

Awalnya saya mengikuti penjelasan AK dengan biasa saja. Namun, di tengah pengakuan AK, ada pernyataan-pernyataan AK yang menarik perhatian saya. Tidak hanya kalimatnya, tetapi juga bagaimana ia ketika mengucapkan kata atau kalimat-kalimat itu.

Mengapa menarik? Sebab, yang terekspos oleh pemberitaan dan ulasan akan hal ini pada umumnya mengatakan bahwa kasus ini bermotif ekonomi, yakni hal "utang" [KBBI] - bukan "hutang" - 10 Miliar.

Akhirnya, saya pun dengan sengaja mengambil waktu khusus untuk menonton satu video yang kualitas suaranya lebih jelas dan menyimak kata demi kata yang diucapkan oleh AK dengan saksama. Dan, saya coba seringkas mungkin menulis hasilnya di sini.

***

Wartawan bertanya: "Masalah keluarganya ibu, ada yang lain, yah, selain mengenai utang ini?". AK menjawab:

 "Itu memang masalah utamanya utang. Setelah itu 'kan, memang, kalau Dana 'kan, awalnya sebenarnya saya tidak ada masalah dengan Dana. Saya sayang. Cuma sejak dia terkena kasus narkoba sampai tiga kali dia memang sudah mulai berubah. Dan, itu saya punya bukti chat-nya. Bukti chat-nya itu pun pernah saya ancam waktu itu Pak Edi. Saya bilang, kalau saya kesal, saya bisa laporin ini ke polisi, bahwa di situ, di bukti chat-nya itu, bahwa Dana pernah niat dia untuk membunuh saya, karena dia udah nggak suka."

Perhatikan kata yang saya garis bawahi dan beri warna berbeda. Saya tulis kembali: "Itu memang masalah utamanya utang. Setelah itu 'kan." Pada kalimat itu AK sendiri menjawab, bahwa masalahnya bukan hanya hal utang, tetapi "setelah itu kan ...". Ada masalah lain.

"Pak Edi itu selalu mem-protect, maksudnya, kesalahan Dana, pokoknya dia selalu itu anggap benar. Dia tidak mau anaknya salah. ... Ibarat kata dulu saya hidup bahagia, masih bahagia, sebelum Dana-nya dibeliin mobil. Dia bergaulnya nggak benar. Pak Edi juga mulai sikapnya berubah, merasa punya uang banyak."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4