Mohon tunggu...
Ummu Hanik
Ummu Hanik Mohon Tunggu... Administrator clothing

Hanya seseorang yang ingin berbagi

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Senja Bertabur Cinta #2 - Senja Tanpamu

15 April 2021   10:00 Diperbarui: 15 April 2021   10:05 95 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Senja Bertabur Cinta #2 - Senja Tanpamu
Dok. pribadi

Aku pernah berharap bisa menikmati senja bersamamu. Namun, Allah mengirim orang lain untuk menemaniku - Rani

Minggu pagi yang cerah di kota pahlawan. Jalanan kota masih lengang. Warga Surabaya biasa menghabiskan hari libur di titik-titik car free day. Kalau hari biasa jangan ditanya, padatnya jalan hampir menyaingi ibu kota, walaupun tak separah di sana. 

Seharusnya, aku bisa menghirup udara pagi yang segar ini dengan ceria, tidak. Mood rusak gara-gara makhluk menyebalkan di sebelah kananku. Kalau saja membunuh tidak dilarang oleh agama dan hukum Indonesia, aku sudah mencincang kecil tubuhnya kemudian kusumbangkan untuk makanan hiu di Seaworld sana.

Aku iri melihat Ara yang sedari tadi sudah nyaman meringkuk di jok belakang. Aku? Jangankan tidur, baru saja ingin bersandar nyaman di kursi, pria di sebelahku ini langsung angkat bicara.

"Eits, awas kalau lu tidur! Gue turunin di tengah jalan, atau gue tabrakin mobil ini biar kita semua mati." Ancamnya sadis.

"Ngantuk, Mas!" rengekku.

"Bodo amat. Lu kira gue nggak ngantuk?" sungutnya masih berkonsentrasi menyetir.

"Huh!" gerutuku. Kalau saja bukan mbak Ana yang meminta kami untuk datang bersama, aku wegah bersama makhluk sadis ini. 

Tirta Baskara, aku biasa memanggilnya mas Bas, Ara dan mbak Ana juga memanggilnya begitu. Namun, di luar sana dia lebih dikenal dengan nama Tirta. Aku mengikuti lomba video "Beauty of East Java" yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Jawa Timur. Temanya tentang keindahan Jawa Timur dari berbagai sisi untuk mengangkat jumlah wisatawan yang berkunjung. Lomba ini bersifat tim, karena itu aku mengajak mbak Ana dan Ara. Mereka yang akan menjadi model. Keterbatasan alat yang membuatku setuju untuk melibatkan mas Bas. Pemilik Event Organizer ternama di Indonesia ini punya perlengkapan foto dan videografi lengkap. Konsekuensinya, aku harus menghabiskan banyak tenaga untuk cekcok dengannya. 

Sejak awal kenal dalam proyek launching butik mbak Ana, kami tidak pernah akur. Bukan berarti kami bermusuhan, tidak. Hanya saja, mas Bas suka sekali membuatku kesal. Seringnya kami bertengkar membuat orang-orang disekitar kami menjuluki  Tom dan Jerry. Kalau sudah menyerah, aku akan mengadu pada mbak Ana. Itu merupakan jurus ampuh terakhir untuk menghentikan mas Bas. Awas saja dia, kuadukan kalau sudah sampai di Pacet nanti.

"Araaaaaaaa bangun!" aku mengguncang tubuh Ara.

HALAMAN :
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x