Mohon tunggu...
Henggar Budi Prasetyo
Henggar Budi Prasetyo Mohon Tunggu... GO A HEAD

Bandung | Sarjana Hukum | Praktisi Hukum

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

Pulang Kampung Naik Bus, Mengapa Tidak?

10 Agustus 2019   19:54 Diperbarui: 10 Agustus 2019   20:03 0 2 2 Mohon Tunggu...
Pulang Kampung Naik Bus, Mengapa Tidak?
Ketika hari libur panjang tiba atau akhir pekan sebagian dari kita terutama perantau berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk bertemu dengan orang-orang terdekat (keluarga), apakah kita sadar kita bisa kembali ke kampung halaman karena jasa mulia salah satunya dari pengemudi bus - ilustrasi dari pixabay.com

Libur panjang ataupun weekend bagi perantau merupakan waktu yang dinanti-nanti untuk digunakan kembali ke kampung halaman berkumpul bersama keluarga. Ragam transportasi yang bisa dipilihpun sekarang saat beragam mulai dari pesawat, kereta, bus ataupun kendaraan pribadi. 

Di antara sarana transportasi yang bisa dipilih, bus merupakan sarana transportasi yang paling terjangkau jika dilihat dari biaya yang dikeluarkan. Selain itu bus juga memiliki jangkauan yang luas dibanding transportasi umum lain seperti pesawat ataupun kereta hingga ke lokasi dekat denga tempat tinggal kita.

Atas pertimbangan harga serta luasnya jangkauan lokasi, maka bus lebih banyak di pilih sebagian besar orang untuk mudik. Terlebih lagi dengan terkoneksinya antar wilayah di pulau jawa dengan Tol menjadikan perjalanan bus lebih cepat dan tidak kalah dengan transportasi umum darat lainnya yaitu kereta. Meskipun demikian, beberapa orang masih menganggap naik bus itu tidak nyaman. 

Ketidaknyamanan dimulai dari sistem percaloan tiket hingga bayang-bayang terjadi kemacetan. Tetapi, bayang-bayang tersebut tampaknya harus mulai disingkirkan, untuk membeli tiket Bus saat ini mudah karena sudah banyak tersedia agen penjualan online sehingga tidak perlu takut menjadi korban praktik percaloan. Selanjutnya, saat ini sudah tidak perlu takut dengan bayang-bayang kemacetan karena bus melalui jalan bebas hambatan (TOL) sehingga perjalanan bisa lancar sampai ketujuan dengan tepat waktu.

Selain hal yang telah disebutkan, kekhawatiran untuk naik bus juga dipengaruhi oleh bayang-bayang bahwa terminal bus lekat kaitannya dengan ketidakteraturan sehingga rawan dengan tindakan kriminalitas. Namun, hal itu terbukti hanya bayang-bayang semata karena terminal sekarang telah tertata dengan baik dikelola di bawah dinas perhubungan. Ketertiban dalam terminal terlihat dari kebersihan serta sarana dan prasarana yang terawat dengan baik.

Jadi dengan kondisi infrastruktur serta ketertiban yang sudah mulai ditegakan, naik bus untuk pulang kampung adalah pilihan menarik untuk di coba.