Mohon tunggu...
Hendriko Handana
Hendriko Handana Mohon Tunggu... Freelancer - Orang biasa, menulis suka-suka

Pria berdarah Minang. Seorang family man humble. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga lari. "Tajamkan mata batin dengan mengasah goresan pena"

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Asrama Tua Menuju Istana Merdeka (10): Perseteruan Meraih Posisi

19 Agustus 2019   09:37 Diperbarui: 23 Agustus 2019   20:20 329
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tim Bunga sedang yel-yel membakar semangat juang (Dokpri)

Nah, posisi apa saja yang jadi rebutan?

Pertama, pastinya pembawa bendera, lebih jamak disebut pembawa baki. Pembawa baki bertugas mengambil bendera pusaka dari presiden selaku inspektur upacara. Pembawa baki juga yang membawa bendera duplikat menuju tiang sebelum diserahkan kepada tim pengibar. Dulunya, pembawa baki ada dua personil. Namun, sejak tahun 2000, posisi ini menjadi satu personil saja karena bendera pusaka tidak dibawa lagi mengiringi bendera duplikat. Kondisi bendera yang sudah mengkuatirkan menjadi pertimbangan agar bendera bersejarah panjang itu dimuseumkan.

Selama tampil, pembawa baki nyaris selalu menjadi pusat perhatian, dari awal sampai akhir pelaksaan. Meski demikian, sumpah, sama sekali aku tak berniat bersaing merebut posisi itu. Bukan apa-apa, selain tak cukup kesabaran menapaki tangga Istana perlahan demi perlahan. Aku kadang bertanya kenapa tidak dibuatkan tangga eskalator saja. Hehe... Yang pasti, memang pembawa baki tidak disiapkan bagi kami Paskibraka putra. 'Cucok meong', kalau aku mendapat posisi ini. Kan konyol. Haha...

Pembawa baki tidak cukup dengan paras dan fisik yang mumpuni. Lebih dari itu perlu mental tangguh agar tetap tenang saat berada dalam tekanan. Dan juga tetap konsentrasi meskipun jadi pusat perhatian.

Kedua, posisi komandan kelompok 17 disingkat Danpok 17. Tugasnya memimpin kelompok 17 dengan memberi aba-aba gerakan yang mesti dilakukan.

Danpok 17 bernaung di bawah pimpinan Komandan Pasukan (Danpas) yang dijabat oleh seorang perwira TNI/Polri terpilih berpangkat Kapten atau Ajun Komisaris Polisi.

Saat masuk dari daerah persiapan, seluruh kelompok dipimpin oleh Danpas. Sedangkan danpok 17 mulai bertugas memimpin pasukan sejak kelompok 17 dan kelompok 8 memasuki halaman rumput Istana Merdeka menuju tiang bendera. Saat itu, kelompok 45 yang diisi Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) telah memisahkan diri dari formasi pasukan.

Menjadi seorang komandan, dibutuhkan suara lantang, prima, dan keterampilan olah vokal. Bukan perkara gampang menjaga suara tetap stabil jika tiap hari berteriak selama 3 minggu berturut-turut.

Ketiga, tim pengibar meliputi posisi danpok 8, penggerek dan pembentang. Tiga personil pengisi posisi ini terlibat langsung memastikan bendera berkibar di atas tiang 17, begitu kami sebut tiang bendera di halaman Istana Merdeka karena tingginya menjulang 17 meter.

Danpok 8 berposisi di tengah. Bertugas memimpin kelompok 8 yang terdiri dari 8 personil Paskibraka dan 4 personil Pasukan Pengaman Presiden alias Paspampres. Danpok 8 juga yang menerima bendera dari pembawa baki untuk diikat pada tali tiang 17.

Penggerek berposisi di sebelah kiri. Penggeraklah yang mengikat bendera pada cantolan tali. Cantolan terbuat dari kayu itu didesain khusus agar secara cepat terikat namun melekat kuat. Penggerek juga yang bertugas memastikan agar bendera naik ke puncak tiang saat musik Indonesia Raya selesai dikumandangkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun