Mohon tunggu...
Hendra wattimena
Hendra wattimena Mohon Tunggu... Mahasiswa program studi perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas pattimura

"Menata Kota Merangkai kata: anak muda itu banyak karya bukan banyak gaya"

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Di Antara Depan, Tengah, dan Belakang

25 Oktober 2020   18:03 Diperbarui: 25 Oktober 2020   18:12 11 4 0 Mohon Tunggu...

Tunas-tunas bangsa yang mulai mekar
akan kami siram, kami rawat, dan kami pupuk dengan pengetahuan,
agar kelak mereka mekar dan mengeluarkan bau melatih
untuk mengharumkan bangsa ini..

kami disni ada untuk mendidik generasi bangsa
dengan semangat Tutwuri handayani yang mengalir deras dari dalam nadi
kami mengabdi tampah pambri,
dari belakang kami berikan dorongan untuk anak didik kami...
derasnya hujan yang jatuh basahi bumi, panasnya mentari yang membakar
namun kami tak pernah gentar tuk ada di garda terdepan bangsa ini
berdiri sembari berteriak kami selalu ada untuk ibu pertiwi..

ing madya maun karsa
dengan kasih dan sayang kami berikan semua yang kami punya..
ditengah-tengah anak didik kami,
kami hadir untuk memberikan prakarsa,  ide, motivasi, dan harapan
agar mereka terus berkarya demi indonesia jaya..

dari depan kami  memberikan suri teladan
yang baik untuk anak didik kami
kami harus diguguh dan ditiru..
ing ngarso sun tulodo!!!

dalam dara kami mengalir deras
semboyan ki hajar dewantoro, bapak pendidikan indonesia..
ing ngarsa sun tulodo, ing madya maun karsa, dan tut wuri handayani..
yang selalu jadi pendoman untuk kami ..
depan, tengah dan belakang
kami selalu siap  mendidik  generasi  bangsa dan negara
kami ingin teriak kepada pendahulu kami, kepada para palawan yang telah gugur di medan perang..
kami akan melanjutan tongkat estafet..
kami akan berperang!! mengangkat pena dan buku...
untuk melawan kebodohan di bumi pertiwi...

17:18 WIB
  Rumah Tiga, 25 Oktober 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x