Mohon tunggu...
Hendra Fokker
Hendra Fokker Mohon Tunggu... Guru - Pegiat Sosial

Buruh Kognitif yang suka jalan-jalan sambil mendongeng tentang sejarah dan budaya untuk anak-anak di jalanan dan pedalaman. Itu Saja.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mochtar Lubis Menggugat Kita!

2 Juli 2022   06:00 Diperbarui: 2 Juli 2022   06:16 688 234 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mochtar Lubis (Wikipedia)

Ingatlah! Dari dalam kubur, suaraku akan lebih keras daripada di atas bumi, begitu kira-kira Tan Malaka berucap. Tak lain adalah sosok dari seorang jurnalis senior Mochtar Lubis, yang dari kata-katanya, semakin keras terdengar hingga saat ini.

Tepat pada hari ini, tanggal 2 Juli, Mochtar Lubis wafat. Tetapi, melalui tulisan ini, sekiranya bisa mewakili suara-suara lantang beliau yang dapat menjadi otokritik terhadap kita semua, manusia-manusia Indonesia.

Tentu tidak mudah bagi kita untuk melakukan intropeksi diri terhadap sikap dan perilaku keseharian yang sudah menjadi habit masyarakat kita. Bagitu pula saya, selaku penulis, yang tidak pernah luput dari kesalahan. Dimana kemudian, Mochtar Lubis secara detail menjelaskan perihal persoalan-persoalan manusia Indonesia.

Pada tahun 1977, Taman Ismail Marzuki menjadi saksi nyata kritik yang begitu lantang terdengar oleh penguasa dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Problematika sosial yang terjadi kala itu, menurutnya tidak lepas dari karakter manusia Indonesia itu sendiri.

Proyeksinya hanyalah satu, yakni perubahan sifat dan karakter diri, sehingga dapat menjadi gelombang besar bagi perubahan bangsa. Sekiranya ada enam kritik yang dikemukakan oleh beliau terhadap kita semua kala itu;

1. Munafik

2. Enggan dan segan bertanggung jawab

3. Bersifat dan berperilaku feodal

4. Percaya takhayul

5. Artistik atau berbakat seni

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan