Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Freelancer - Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Membingkai peristiwa untuk menemukan makna. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Bertanam Itu Mudah, Tak Usah Berkeluh Kesah

22 Maret 2021   17:17 Diperbarui: 23 Maret 2021   02:53 628
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ya, sudahlah. Walaupun katanya ribuan, dan CFD dimulai jam 6 pagi, tapi kalau memang sudah tidak ada, apa ya protes? Toh, menanam sendiri juga bisa. Tapi memang berbeda rasa saja...

dok. pribadi
dok. pribadi
 

Pemkot Surabaya pada lain waktu juga punya agenda acara yang bernama “Minggu Pertanian.” Satu kali setiap bulan mengadakan kegiatan bersama di halaman Balaikota.

Ada dari OPD (dinas terkait), UKM binaan atau komunitas yang bergerak di bidang pertanian. Menggelar display produk untuk memperkenalkan dan menjual aneka barang atau jasa yang disediakannya.

Kalau tak salah, DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) punya agenda yang sama seperti di atas. Membagikan bibit cabai secara gratis kepada masyarakat yang datang. “Ambil saja seberapa yang mau,” kata petugas jaga.

“Lha, lebih enak di sini. Tak usah berebut. Lumayanlah buat oleh-oleh...”

dok. pribadi
dok. pribadi
 

Ketahanan Pangan Bersama

Melihat banyaknya jumlah tanaman yang dibagi-bagikan ke masyarakat, tentu ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Dari sebutir benih yang disebar atau ditanam, hingga menjadi bibit tanaman yang siap dipindahkan ke arena tanam, tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Menghasilkan ribuan, hingga ratusan ribu bibit yang ada, hingga serentak bisa dibagi-bagi, memang butuh ketelatenan. Tapi toh bisa juga hal itu dilakukan.

Jadi, sebenarnya kalau kegiatan semacam ini bisa diteruskan secara rutin dan permanen, maka kelangkaan cabai bisa juga ditekan. Dan, harganya juga tak sampai melambung dan mengangkasa demikian tingginya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun