Mohon tunggu...
Hendi Supriatna
Hendi Supriatna Mohon Tunggu... Pegiat Dakwah

Bebas berpendapat sebebas-bebasnya. Email : hendisupriatna4@gmail.com Twitter : @hendisupriatn10 Instagram : @hendisupriatna07

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

DPR dan Masa Depan KPK

7 September 2019   09:05 Diperbarui: 7 September 2019   09:44 0 0 0 Mohon Tunggu...
DPR dan Masa Depan KPK
Facebook/Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah 16 tahun berdiri. Upaya-upaya melakukan pemberantasan korupsi sudah dilalui. Tindakan untuk menyelamatkan bangsa ini dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Progresif dilakukan untuk mencegahnya.

Tugas, wewenang dan tanggung jawab telah usai. Akan tetapi persoalan tersebut sampai kapanpun pasti ada. Bisa terlihat dari pemerintahan pusat sampai pemerintahan daerah.

Pemberantasan semacam itu, dari Kejaksaan, Polri dan KPK korupsi tidak kunjung tuntas. Sebagai aparat penegak hukum malahan merusak kepercayaan. Terhadat aparat juga melakukannya. Istitusi penagak hukum yang diberi suatu kepercayaan malahan ingkar.

Peraturan perundang-undangan termuat Nomor 31 Tahun 1999 Juncto UU Nomor 20 Tahun 2001. Dengan perundang-undangan tersebut istitusi KPK lahir. Akan tetapi dengan dibuatnya para penegak hukum tidak menjadi solusi. Tetapi hanya sekedar OTT (oprasi tangkap tangan).

Meskipun KPK menurunkan angka korupsi. 73,6 % responden berpendapat KPK bisa menekan angka tersebut. Meskipun korupsi dinegeri ini tidak kunjung selesai. Berati upaya-upaya yang dilakukan KPK tidak berhasil. Terbukti dengan kenyataan masih banyaknya perilaku korupsi.

Akibat dari tidaknya profesionalitas, ideveden, integritas dan akuntabilitas. Semua itu kurang tanggung jawab. Apalagi kesadaran hukumnya yang kurang.

Tegaknya hukum dibangsa perlu kitas sikapi. Melihat penomena yang terjadi. Kejahatan korupsi sebagai dalang penghisapan bagi rakayat. Mereka memperalat kekuasaannya sebagai hisap untuk memperkaya diri.

Dari pimpinan KPK sebelumnya banyak kasus korupsi yang tertangkap. Akibatnya kerugian negara yang begitu banyak. Dari Bank Century, E-KTP dan banyak lagi. Dari semua itu para aparat bersembunyi dibalik jeruji. Padahal mereka sebenarnya disebunyikan dibalik KPK itu sendiri.

Lantas demikian apakah KPK berhasil dalam melaksanakan tugasnya ? tentu tidak. Kegagalan KPK dalam melaksanakan tuganya terbukti. Lembaga seperti KPK malahan memperbanyak pengeluaran negara.

Propesionalitas KPK kembali dipertanyakan. Keberanian KPK mulai luntur. Kekuasaanya sebagai persembunyian dari kejahatannya. Maka integritasnya perlu dipertanyakan sebagai lembagai penegak hukum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN