Mohon tunggu...
Hendi Supriatna
Hendi Supriatna Mohon Tunggu... Pegiat Dakwah

Bebas berpendapat sebebas-bebasnya. Email : hendisupriatna4@gmail.com Twitter : @hendisupriatn10 Instagram : @hendisupriatna07

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Ustaz Abdul Somad Vonis Salib Berisikan Jin Kafir

21 Agustus 2019   04:45 Diperbarui: 21 Agustus 2019   18:55 286 0 0 Mohon Tunggu...

Akhir-akhir ini sempat piral disosmed. Ustadz tenar yang bernama Abdul Somad menjadi sorotan wagna net. Tersebar vidio dugaan ustadz abdul somad melakukan ujaran kebencintan terhadap agama kristan dan katolik. Dalam vidionya berisikan bahwa " Jin kafir masuk salib karena ada patung''.potongan perkataanya pada vidionya.

Ketika edaran vidio itu diputar apakah benar atau tidak terdapat ujaran kebencian. Dalam kalangan umat kristen dan katolik hatinya terguncah. Mereka akan merasa dicemoohkan atas perlakuannya. Akan tetapi meskipun mereka seperti itu. Tapi kenapa mereka tidak reaksioner mengahadapinya. Justru para pastur dan tokoh-tokoh keristen sangat biasa menghadapinya. Mengapa umat kriten tidak membela agamanya. Tidak seperti masalah ahok pada aksi 212.

Meski kita ketahui mengapa Ustadz Abdul Somad menjawab seperti itu. Karena suatu ketika ceramahnya ada seseorang jamaahnya yang bertanya. "Kenapa pada saat melihat salib dia menggigil ? ''. Kemudia Ustadz Abdul Somad Menjawab dengan cemoohannya. Karena Ustadz Abdul Somad sangat berselera humoris. Lalu dalam konteks waktu itu yaitu pantas. Kenapa pantas menjawab seperti itu. Karena tujuan dari pada jawabanya (sasaran) yaitu orang islam. Karena yang hadir pada waktu adalah umat islam semua (interal islam).

Kejadian tersebut sama persis yang dilakukan ahok. Sasaran pada saat itu. kenapa ahok mengucapkan perkataan itu karena kontek dan sasarannya tepat. Kemudian dari vidio tersebut disebarluaskan. Pada akhirnya menjadi viral dan umat islam reaksioner. Lalu apa bedanya dengan Ustadz Abdul Somad sekarang logikanya.

Ustadz Abdul Somad mengungkapkan dalam vidionya "vidio tersebut tiga tahun lalu. Itu sasaranya untuk internal umat islam''. Jika vidio tersebut tidak tersebar tidak mungkin seviral ini. Dan tidak mungkin umat kristen mengasumsikan bahwa hal itu adalah ujaran kebencian. Apakah hal tersebut merupakan perihal kebencian atau tidak.

Ditwitter cukup viral juga dengan #kamibersamaabdulsomad. Kenapa logikanya seperti itu. disini siapa sebenarnya yang merasa tersinggung. Harusnya umat kristen dan katolik membela agamanya. Kenapa mereka yang selalu tersakiti, terhina dan kaum minoritas. Justru menimbulkan sangat baik kepada umat islam. Bukan malah bersifat balas dendam. Seperti 212 pada waktu itu.Bahkan dalam twittan ditwitter justru mereka mendoakan Ustadz Abdul Somad.

Penulis berpendapat bahwa ketenaran adalah kunci untuk bisa didengar. Ketika seseorang tenar akan banyak pengikut. Ketika banyak pengikut lebih banyak orang yang mendukunya. Beda dengan kasus ahok yang minoritas. Apakah kebenaran itu tergantung dengan banyaknya orang. Siapa yang benar dan salah bergantung terhadap kekuatan masa itu sendiri.

Ketika Ketenaran dimiliki oleh Ustadz Abdul Somad maka gampang sekali meraup pundi-pundi rupiah. Dan rupiah bisa melancarkan segala urusannya. Kebenaran sudah tidak objektif lagi. Karena kebenaran tersimpan siapa yang kuat maka dia akan menang. Lalu dimanakah kebenaran secara objektif itu ada.

Jika terus menerus seperti ini. Bermusuhan dimasa depan akan terus menerus. Penulis menginginkan dimasa depan akan terjadi diantara individu manusia tersimpan rasa cinta universal. Dimana cinta tersebut direalisasikan lewat kebijaksanaan,  keadilan dan saling berbagai.

Oleh karena itu, islam dan keristen sangat berbeda sekali dalam konsep tiologi. Sepanjang sejarah tidak bisa terselesaikan. Akan tetapi seharusnya para pemuka agama tersebut harus bisa berpihak pada keadilan. Tempat mesjid juga tidaklah beda bahwa itu suatu tempat memikirkan akan masa depan. Bagaimana peradaban manusia ini lebih baik kedepannya.

Dimasa depan tidak terdapat permusuhan. Karena dalam diri manusia tersimpan dan saling percaya. Dimana kebaikan akan menjadi cinta yang partikular dalam diri manusia. Sehingga pertentangan seperti itu tidak ada lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x