Mohon tunggu...
Hendi Supriatna Mubarok
Hendi Supriatna Mubarok Mohon Tunggu... Pegiat Dakwah

Bebas berpendapat sebebas-bebasnya. Email : hendisupriatna4@gmail.com Twitter : @hendisupriatn10 Instagram : @hendisupriatna07

Selanjutnya

Tutup

Politik

Tunda Dulu Bilang Merdeka

18 Agustus 2019   22:53 Diperbarui: 18 Agustus 2019   23:09 0 0 0 Mohon Tunggu...

Kita sudah muak dengan perkataan kata merdeka. Pada dasarnya kemerdekaan adalah kebebasan untuk mencapai pada kebahagian. Pada relung yang parah ini dan didalam jiwa yang geliwet ini tersimpan kebahagian yang luar bisa. Dimana kebahagian dan kemerdekaan itu tidak dikoarkan dalam garis patriotisme dan militarisme. Tetapi hakikat kemerdekaan disimpan oleh rasa kebahagaian. Sejatinya kebahagian tersimpan dalam diri manusia dan kebebsan individu. 

Kemerdekaan yang tersimpan dalam benak manusia yang bebas akan hak apapun. Tanpa dilandasi leh suatu penguasan secara individu. Tetapi pada hakikatnya kemerdekaan dibangun dan diperjuangankan secara kolektif didalam diri manusia. Karena sesungguhnya dalam diri manusialah tersimpan nur cahaya cinta kasih sayang. Cinta dan kasih sayang bisa dilihat ketika berbagi cemilan dan berbagi roko. 

Selintas kata merdeka memang plugar jika didengar. Akan tetapi kata merdeka tersimpan jutaan kesedihan dibelakangnya. Kesedihan itu nampak tak terlihat dan hanya bisa dirasakan oleh sanubari kasih sayang. Tetapi apakah bangsa idonesia benar merdeka ataukah perlu ditunda dulu kata merdeka itu sendiri. Maka penulis berpendapat bahwa kata merdeka harus ditunda dulu. Karena semua kata merdeka masih banyak problem yang harus diselesaikan oleh kita semua. 

Lantas problem seperti apakah yang harus kita selesaikan lebih dulu. Persoalan yang mendasar adalah hak untuk kebebasan. Kebebasan berpendapat kebebasan bekerja dan bebas dari kawalan rante para penguasa. Tetapi pada penomenanya itu semua terjadi ketika bangsa ini sangat kaya. Tetapi kekayaan itu hanya untuk para oligarki. Memang indonesia ini kaya tetapi kekayaanya hanyalah untuk para borjuis. 

Lantas rakyat kita mendapatkan apa. Apa yang mereka miliki dinegeri yang kaya dan terbentang luas ini. Kita bisa lihat bahwa kemiskinan masih banyak. Problem anak putus sekolah masih banyak dipertanyakan. Kemudian para koruptor masih berkeliar dalam sabuk dan dompet tebal. Mereka semua tidak lain hanyalah orang-orang serakah atas hausnya kekayaan dan penghisapan dinegeri ini. 

Disisi lainmereka menyepakati akan adanya hukum. Tetapi hukum hanya bisa dipermainkan dengan siapa yang punya uang dan tidak. Lalu keadilan dimanakah kow berada. Aku muak dengan segelintir orang yang selalu serakah tanpa memikirkan nasib orang lain. 

Dengan melihat semua itu, masihkan bangsa ini bisa dikatakan merdeka. Kata merdeka harus dikaji ulang dan dipecahkan persoalannya. Jika bangsa ini seperti ini maka belum pantas jika bangsa ini adalah bangsa merdeka. Orang merdeka adalah orang yang bisa menentukan jalanya masing-masing dengan penuh kecintaan akan apa yang dijalananinya. Siang jadi malam, Malam jadi siang lalu esoknya  tidak tau entah kemana kita. 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x