Mohon tunggu...
Hendi Supriatna
Hendi Supriatna Mohon Tunggu... Pegiat Dakwah

Bebas berpendapat sebebas-bebasnya. Email : hendisupriatna4@gmail.com Twitter : @hendisupriatn10 Instagram : @hendisupriatna07

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Gender dan Rahim Gerakan Perempuan

13 Juli 2019   00:40 Diperbarui: 13 Juli 2019   00:53 0 0 0 Mohon Tunggu...

Perempuan merupakan salah seorang yang harus dijaga dan dicintai. Perempuan bagaikan bunga yang ada ditaman bunga yang subur dan berkembang hingga menjadi sebuah bunga yang indah. Maka bunga tersebut harus mampu menyesuaikan dengan keadaan cuaca yang selalu berubah.

Meskipun badai dan topan mengembus tetap sebagai perempuan harus  dijaga dan diplihara. Akan tetapi perempuan hari ini tidak lagi diberikan kebebasan untuk menjadi pejuang ataupun sebagai gerakan sosial yang diplopori oleh seorang perempuan. Maka hadirnya gender untuk menyetarakan bagaimana kebesan perempuan akan sebuah perjuangan.

Gender merupakan kesetaaran yang dimiliki oleh manusia sehingga manusia mempunyai tugas dan kewajiban yang sama baik perempuan ataupun laki-laki. Kedua hal itu harus senantiasa menjadi plopor laki-laki sebagai gerakan dan perempuan juga hadir sebagai rahim pergerakan.

Akan tetapi berbiacara mengenai perempuan tidak seperti yang kita bayangkan banyak perempuan kebebasan diambil oleh sang kuasa. Sehingga perempuan itu termarginalisasi, stereotip, relasi kuasa, kekerasan reproduksi dan victimisasi. Semua akan hal merupakan sebab bagaimana munculnya sebuah ketidak bebasan perempuan tentang sebuah perjuangan perempuan yang semestinya ditopang oleh laki-laki.

Kita sendiri bisa lihat bahwa perempuan suka banyak doktrin dan dogma terhadap perempuan yang mengkontruk pemikirannya. Ketika ada perempuan baik itu didesa ataupun dikota memang sama tentang sebuah penindasan perempuan.

Seharusnya perempuan itu maju dan berkemabang bagaimana perempuan sebagai plopor gerakan dan juga sebagai rahim gerakan baik dikeluarga ataupun dilingkungan sosial. Maka peremuan tidak lagi bahwa perempuan itu dikontruk untuk dapur, sumur dan kasur.

Semua ini merupakan pengahabat gerakan perempuan untuk bisa maju dan berkemabang. Maka untuk memajukan sebuah bangsa dan negara yaitu yang harus dibutuhkan juga rahim gerakan-gerakan perempuan yang harus ditumbuhkan bukan termarginalkan.

Di dalam gender sendiri dibahas ada yang dinamakan peminim dan maskulin. Peminim itu perempuan dan maskulin itu adalah seorang laki-laki. Problem yang terjadi kita lihat perempuan tertindas kemudian sebagai bahan tidasan dan pencabulan.

Kemudian dari pada itu perempuan itu lemah ketimpangan dimana-mana. Maka semua itu harus kita atasi secara terus menerus memberikan eduksi kepada masyaraakat bahwa perempuan itu tidak lemah dan mampu bangkit diatas kaki sendiri artinya perempuan harus berdikari lagi atas persoalan apapun.

Problem yang terjadi secara terus menerus dari jaman feodal sama ekarang bahwa perempuan itu sering banyak dilecehkan. Pelecahan yang terjadi bahwa itu semua disebabkan oleh ketimpangan-ketimpangan dan ketertindasan maka disebut dengan patriarki jaman penindasan. Faktor tersebut menjadi sebuah paradigma perempuan bahwa perempuan itu sering dilecehkan dan termarginalkan setaus sosialnya.

Bagaimana mungkin sebuah pelecehan tidak ada sebab apapun yang menjadi faktor uatamanya. Maka dari itu, perempuan harus tau bagaimana tugas dan kewajiban perempuan harus sama tidak memilah dan memilih sebagai seoarang perempuan. Disisi lain juga perempauan harus cerdas bagaimana menghadapi semua penyimpangan dan penindasan tersebut. Untuk sebuah kemerdekan perempuan agar perempuan bangkit dan melwan terhadap sebuah penindansan dan pelecahan itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2