Hendi Setiawan
Hendi Setiawan Blogger

Senior citizen. Pengalaman kerja di bidang transmigrasi, HPH, modal ventura, logistik, sistem manajemen kualitas, TQC, AMS, sistem manajemen lingkungan dan K3, general affair, procurement, security. Beruntung pernah mengunjungi sebagian besar provinsi di Indonesia dan beberapa negara asing. Gemar membaca dan menulis. Menyukai sepakbola dan bulutangkis. Masih menjalin silaturahmi dengan teman2 sekolah masa SD sampai Perguruan Tinggi.

Selanjutnya

Tutup

Media

Capres-cawapres Laku Diwawancara TV Luar Negeri

30 Maret 2014   13:05 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:18 108 1 0

Kadang-kadang bahkan seringkali kemunculan seseorang sebagai narasumber di sebuah media luar negeri memberi nilai tambah bagi yang bersangkutan. Pada wawancara dengan media asing, sebut saja sebuah stasiun TV asing,  yang bersangkutan mengekspresikan pikirannya, wawasannya, visi-misinya, keterampilan berkomunikasi dan sebagainya untuk konsumsi masyarakat di negeri asal media yang mewawancarai ataupun di Indonesia sendiri bila kebetulan ada warga Indonesia yang menonton siaran TV tersebut atau sekadar rekaman videonya dari YouTube.

Para politisi Indonesia yang nyapres, nyawapres atau masih kandidat capres-cawapres karena belum jelas akan dipilih jadi  calon atau tidak, diliput media asing karena mereka pada saatnya akan mempengaruhi hubungan Indonesia dengan negaranya.

Berikut ini wawancara para Capres/Cawapres/Kandidat Capres/Kandidat Cawapres dengan TV Asing, Prabowo, Jokowi, Gita Wiryawan, Harry Tanu dan Jusuf Kalla.  Silakan simak beberapa rekaman wawancara berikut:

Prabowo Subianto dengan TV Channel News Asia


  • Topik tentang pandangan Prabowo dan jawabannya terkait dengan masa lalunya sebagai tentara



Joko Widodo dengan TV ABC


  • Sosok Jokowi banyak menarik perhatian media termasuk media asing, diantaranya TV ABC mewawancarainya dalam kapasitas sebagai Gubernur DKI Jakarta.



Gita Wiryawan dengan TV ABC


  • Orang muda yang menarik perhatian media asing  karena terjun ke politik dan mencalonkan diri sebagai Presiden RI.



Harry Tanusudibyo dengan TV ABC


  • Harry Tanu menarik perhatian karena ia seorang konglomerat yang terjun ke politik, mengapa ia gabung dengan Wiranto.



Jusuf Kalla dengan TV ABC


  • Bicara pendapatnya atas penyadapan pejabat tinggi Indonesia oleh Australia.