Hendi Setiawan
Hendi Setiawan Blogger

Senior citizen. Pengalaman kerja di bidang transmigrasi, HPH, modal ventura, logistik, sistem manajemen kualitas, TQC, AMS, sistem manajemen lingkungan dan K3, general affair, procurement, security. Beruntung pernah mengunjungi sebagian besar provinsi di Indonesia dan beberapa negara asing. Gemar membaca dan menulis. Menyukai sepakbola dan bulutangkis. Masih menjalin silaturahmi dengan teman2 sekolah masa SD sampai Perguruan Tinggi.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mengatasi Masuk Angin dengan Kerokan dan Mandi Air Hangat

15 November 2017   14:44 Diperbarui: 15 November 2017   17:31 181 0 0
Mengatasi Masuk Angin dengan Kerokan dan Mandi Air Hangat
balsem-lang-5a0c1753c252fa5a0b411712.jpg

Masuk angin, migrain, vertigo, gejalanya sama dan cukup sering saya alami. Kepala pusing, berat, pusing sebelah, bahkan muntah-muntah.

Ketiga penyakit ini jangan dianggap enteng, karena mungkin saja berkaitan dengan tekanan darah tinggi, bahkan penyakit jantung koroner. Konsultasi dan check up ke dokter lebih aman untuk memastikan akar masalah penyebab masuk angin apa.

Sejak usia muda saya sering mengalami masuk angin, vertigo, sampai ngga bisa bangun, orang kampung saya bilang pusing "tujuh kuriling" (tujuh keliling). Sebelum pergi ke dokter biasanya pertolongan pertama yang dilakukan adalah kerokan, lalu mandi dengan air agak panas sambil memijat (sendiri) tengkuk dan ubun-ubun. Setelah mandi pakai baju bersih, punggung dan tengkuk dibaluri penghangat, seperti minyak kayu putih, minyak angin, balsem dan sejenisnya, kemudian tidur. Kerokannya tentu dilakukan oleh orang lain, baik ibu saya maupun istri atau anak saya ketika sakit di rumah.

Saya dua kali mengalami sakit masuk angin berat ketika "jauh" dari rumah. Saya sebut berat karena dunia rasanya berputar, pusing luar biasa dan muntah-muntah.

Kejadian pertama ketika dinas ke Surabaya kira-kira Juli-Agustus 1998. Faktor penyebab saya duga karena tidak bisa tidur semalaman selama berkeretaapi dari Jakarta ke Surabaya. Setiba di Surabaya langsung ke kantor cabang untuk presentasi. Kondisi tubuh saat itu tak kuat lagi diajak kerja, akhirnya diantar ke hotel di kawasan Jalan Kombes Duryat. Saya merasakan pusing luar biasa, muntah-muntah, limbung, akhirnya saya putuskan minta tolong salah satu karyawan hotel (laki-laki) untuk mengerik punggung dan tengkuk saya. Setelah dikerok saya mandi dengan air agak panas, ganti pakaian bersih, lalu tidur. Alhamdulillah sekitar pukul 17 ketika bangun tidur, kepala terasa ringan. Untung masih di Jawa, banyak orang yang tahu kerokan.

Kejadian kedua masuk angin berat saya alami satu hari pada Ramadan 2006 dalam perjalanan dari Cimanggis ke Bangkok, via Kuala Lumpur. Dalam perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta pandangan mulai terasa bergoyang, namun ditahan. Ketika transit di bandara KLIA, rasa pusing makin parah, tetap bertahan karena tak mungkin pulang ke rumah. Akhirnya sekitar satu jam sebelum mendarat di bandara Don Muang, saya muntah-muntah, lalu diberi air jeruk oleh pramugari, terpaksa saya membatalkan puasa.

Sayangnya pusing tujuh keliling makin parah, perjalanan taksi dari bandara Don Muang ke hotel di kawasan MBK Shopping Mall terasa sangat lama karena pusing tujuh keliling sangat berat. Ketika check in di hotel, saya kembali muntah, akhirnya petugas hotel mempercepat pelayanannya, saya segera diantar ke kamar hotel.

Masalah belum selesai, pusing berat belum hilang, tak ada orang yang tahu kerokan, karena saya pergi dinas sendirian. Saya putuskan menolong diri sendiri, mandi air agak panas, memijit tengkuk dan ubun-ubun sambil dibilas air agak panas. Ketika mengeringkan badan, handuk saya gosokkan agak keras beberapa kali ke punggung dan pundak, sebagai pengganti kerokan. Kemudian membaluri leher dan pundak dengan krim penghangat atau balsem, ganti baju kering, lalu tidur. Badan terasa lebih segar dan pusing jauh berkurang ketika bangun tidur menjelang Maghrib. Tawaran petugas hotel untuk pergi ke dokter saya tolak, dengan pertimbangan kondisi pusing tujuh keliling sudah jauh berkurang.

Alhamdulillah dua kali masuk angin berat ketika sendirian jauh dari rumah teratasi dengan kerokan, mandi air agak panas dan tidur sekitar dua jam. Apa yang saya lakukan adalah tindakan pertolongan pertama sebelum pergi ke dokter untuk memeriksa kesehatan lebih lanjut. 

Balsem Lang patut dipertimbangkan sebagai salah satu pelengkap dalam tas kecil saya, untuk perjalanan dekat maupun jauh.