Mohon tunggu...
Mochamad Rizky Hendiperdana
Mochamad Rizky Hendiperdana Mohon Tunggu... Dokter - Residen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas Indonesia

twitter dan IG : @Hendiperdana Email : mhendiperdana@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Social Distancing dan Logika Covid-19

24 Maret 2020   07:13 Diperbarui: 24 Maret 2020   15:27 3264
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Suasana IGD Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Tengah Pandemi Covid-19 di Jakarta--dokpri

Tulisan ini ingin membawa pembaca sejenak dalam sebuah kerangka pikir yang diajukan Jared Diamond, seorang professor geografi dari University of California.

Tulisannya yang berjudul The Arrow of Disease di tahun 1992 dan ditulis ulang dalam karyanya yang terkenal Gun, Germ and Steel sudah memperingatkan akan pentingnya social distancing dalam mengatasi dan menyikapi wabah, walau bukan dalam bahasa yang eksplisit. 

Apa yang penting dalam tulisan Jared Diamond itu adalah bagaimana kita memandang suatu penyakit infeksi terutama wabah bukan hanya dari perfektif host atau pejamu.

Perfektif pejamu akan menghasilkan upaya logis untuk eradikasi dengan mencari obat yang tepat untuk membunuh mikroba dan menghentikan gejala yang muncul dengan obat-obatan simtomatik.

Ini adalah upaya logis yang tidak salah jika kita hanya memandang masalah infeksi mikroba hanya dari sudut pandang pejamu.

tangkapan layar pribadi
tangkapan layar pribadi
Suatu persfektif dari sisi lain perlu kita pertimbangkan sebagai upaya paripurna mengatasi suatu wabah penyakit infeksi.

Jared Diamond menulis, harusnya kita juga mempertimbangkan bagaimana mikroba berpikir dan bertindak. Sudut pandang dari sisi mikroba penyebab infeksi, tentu akan banyak mengubah cara pandang mengatasi wabah ini. 

Sama seperti manusia, mikroba hanya ingin lestari, gennya abadi dengan cara terus memperbanyak materi genetiknya melalui proses replikasi dan replikasi. Bicara mengenai masalah covid-19 ini, suatu virus yang hanya memiliki untaian materi genetik dengan kapsul protein yang tugas utamanya adalah replikasi. 

Memperbanyak diri membutuhkan sel pejamu untuk ditumpangi. Inilah saat proses penularan terjadi. Mikroba akan membuat sel dan tubuh pejamu menjadi lebih efektif dalam menyebar mikroba tersebut sehingga pencarian inang atau pejamu baru menjadi lebih banyak.

Apa yang kita pahami sebagai gejala penyakit yang disebabkan infeksi suatu mikroba sesungguhnya adalah sebuah upaya dan rekayasa biologis yang dilakukan oleh mikroba. Rekayasa biologis yang membuat penyebaran menjadi lebih efektif dalam mencari pejamu baru. Ini adalah ciri penting dari crowd disease. 

Penyakit Cholera membuat penderitanya diare berat berliter-liter yang dipandang dari sudut pandang vibrio cholera  sang kuman akan dapat segera mencemari sumber air secara luas dan diminum oleh pejamu baru, sehingga proses replikasi genetik dapat terus berjalan. Walaupun efek yang ditimbulkan oleh diare berat ini dapat membunuh tubuh pejamu, namun itu bukan tujuan mikroba penyebab cholera. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun