Hend.Setya
Hend.Setya Novelis

Novel AL terbit setiap hari Jumat || Contact Penulis : hsetiawan.id@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Bab 20 | Pesan dari Zola

12 Mei 2019   05:15 Diperbarui: 12 Mei 2019   05:45 18 2 0
Bab 20 | Pesan dari Zola
dok. pribadi

Bladen Port adalah sebuah dermaga kecil yang diperuntukkan sebagai tempat bongkar muat komoditas dari dan ke Cheduge. Disinilah Saga, Rheen dan Pepe berkemah.

2 tenda segitiga ukuran dewasa telah terpasang tidak jauh dari akses jalan utama Bladen Port. Dilengkapi patok di setiap ujung sudut. Perapian kecil diantara kedua tenda. Tidak lupa menambahkan taburan garam disekitar parit yang konon berfungsi untuk menghindari tenda dari kunjungan ular. Saga ingat betul teknik dasar berkemah yang diajarkan Eisuke --guru mata pelajaran outdoor activities- di sekolah. Baginya ini adalah pelajaran yang menyenangkan selain pelajaran bertahan hidup.

"Aku butuh kalian membantuku menemukan jawaban dari sebaris kalimat yang ada di buku ayahku." pinta Saga.

"Apa itu?" tanya Rheen. Pepe pun ikut serta dengan menanyakan halaman yang mana.

Saga memperlihatkan halaman yang dimaksud kepada Pepe. Rheen langsung mendekat kearah Catalog of Ideas milik Zola. Memang benar dihalaman tersebut tertulis BASXTUWE ASCDSICFONHG. WIWENDRF.

Saga bersikeras pasti ada yg disembunyikan Zola. Namun, hingga hari ini Saga tidak menemukan clue. Bahkan ketika menyusup ke ruang utama keluarga atau saat berdiskusi dengan paman Seki.

"Ada yang aneh dari buku ayahmu." jawab Pepe.

"Apa itu?" Saga dan Rheen terlihat menahan malu karena berbarengan menyebutkan kalimat yang sama.

"Buku ayahmu tidak memiliki halaman 2. Barangkali ada yang terlepas." jawab Pepe. Rheen langsung saja menarik paksa Catalog of Ideas ke tangannya.

"Maksudmu?" tanya Saga.

"Tidak ada angka 2 juga." Rheen membuka cepat seluruh halaman. Saga langsung teringat dengan ucapan Katia bahwa Odric tidak suka dengan angka 2.

"Hilangkan 2 hurup vocal." asal saja Pepe memberikan petunjuk.

"Rusak!" Kedua kalinya Rheen dan Saga berbarengan menjawab.

Mereka terdiam. Berbagai petunjuk mulai terlihat konyol. Bahkan Pepe sempat berkelakar mengarahkan Saga untuk mencampurkan halaman tersebut dengan 2 gelas air kemudian meminumnnya. Berharap maksud dari Zola bisa tersampaikan langsung kepada Saga lewat campuran air tersebut.

"Hilangkan 2 huruf!"

"Hancur berantakkan." Rheen terlihat berkerut keningnya.

"Tidak! Pepe kau briliant." Saga berteriak. Mengagetkan Rheen dan Pepe.

Saga menemukan jawabannya. Ia langsung saja memeluk Pepe yang hidungnya kemasukan air karena tepat saat itu Pepe sedang meminum air kelapa dalam kemasan. Pepe tidak menyangka bahwa celotehannya adalah petunjuk jitu.

"Apa Jawabannya?" Rheen terlihat tidak nyaman melihat 2 anak lelaki berpelukan.

 "Hilangkan 2 huruf setelah 2 huruf. Maka kalian akan temukan maksud dari pesan ayahku."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2