Mohon tunggu...
Hend.Setya
Hend.Setya Mohon Tunggu... Penulis Newbie

Novel AL terbit setiap hari Jumat || Contact Penulis : hsetiawan.id@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Novel

Bab 18 | Perkamen Kulit Kambing

18 Januari 2019   19:00 Diperbarui: 18 Januari 2019   19:14 0 0 0 Mohon Tunggu...

Mudah bagi siapapun untuk menemukan momen saat keluarga atau seseorang menyeka tangis dari mukanya. Pemandangan ini serupa hampir di banyak tempat. Cheduge benar-benar dalam kondisi berduka pasca kembalinya sisa pasukan perang.

Hal ini pun berlaku bagi keluarga yang berdatangan dari nagari lain yang menjemput kolega mereka yang nyatanya tidak ditemukan pulang. Akibatnya beberapa keluarga kedapatan histeris bahkan nyaris gila.

"Apakah kau membunyikan kaleng komunikasi, Levantine?" Tanya Carl yang baru saja sampai di ruang pertemuan.

"Bukan aku. Mungkin Katia." Jawab Levantine.

Carl duduk di kursi ruang pertemuan yang tersedia. Kursi yang seharusnya menjadi tempat ia berdiskusi sampai dini hari tadi malam. Sebelum akhirnya Levantine memberinya tugas pengganti untuk menenangkan Thea. Bagi Levantine, pertemuan dadakan ini adalah rentetan musyawarah para tetua. Pikiran Levantine dipaksa bekerja maraton untuk menghasilkan keputusan terbaik bagi Cheduge dan juga klan AL.

 "Ada apa ini? Aku mendengar kaleng komunikasi berbunyi." Tanya Katia terengah-engah.

Pertanyaan Katia mengenai siapa yang membunyikan kaleng komunikasi semakin menyempit sisa jawaban bahwa Seki adalah orang yang membunyikan perkakas komunikasi milik para tetua.

Pintu ruang pertemuan diketuk dari luar. Levantine berjalan mendekat sumber suara. Seseorang memberikan gulungan perkamen berwarna coklat kepada Levantine. Kemudian ia pamit. Tidak lebih dari 17 detik setelah mereka bercakap-cakap.

Katia dan Carl nampak mulai berdialog terkait Thea ketika Levantine menemukan Seki yang berjalan terburu-buru ditemani seorang wanita.

"Ia datang. Maksudku Seki. Bersama seorang wanita." Levantine menginformasikan pada semua yang ada di ruang pertemuan. Kini semua yang berada di ruangan melihat pergerakan Seki dari jendela ruang pertemuan.

Levantine duduk dan membaca sekilas informasi didalam perkamen kulit kambing. Raut mukanya langsung berubah tidak nyaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x