Mohon tunggu...
Hend.Setya
Hend.Setya Mohon Tunggu... Penulis Newbie

Novel AL terbit setiap hari Jumat || Contact Penulis : hsetiawan.id@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Bab 16 | Penyambutan Sisa pasukan Perang

21 Desember 2018   14:28 Diperbarui: 21 Desember 2018   15:08 0 1 1 Mohon Tunggu...

Kini penduduk Cheduge membuat semacam Guard of honor di kanan kiri jalan utama. Memadati Welcome Gate nagari, berdandan sedikit lebih rapi dengan outfit lebih baik dibanding hari biasanya.  Saga bergaya dengan tambahan ikat kepala berwarna putih bertuliskan kata "KALIAN KEREN!", Pepe dengan tampilan rambut lebih klimis dan dasi kupu-kupu yang terjepit ketatnya kemeja. Sedangkan Rheen terlihat lebih feminim dengan long skirt polos krem muda dengan tali di pinggang.

"Apa tidak ada setelan baju yang lain, Pepe?" Sean bergurau terkait cita rasa fashion Pepe. Sayangnya kali ini Sean tidak bisa melakukan selebrasi khas bersama Hector. Yang namanya disebut barusan menemani ibu Thea dan kakaknya, Rivela.

"Serius. Aku tidak betah dengan rok semacam ini. Tapi ayah memintaku memakainya." Keluh Rheen yang hanya bisa didengar tidak lebih dari 3 orang didekatnya.

"Kau terlihat cantik, Rheen." Pepe menjawab dengan senyum ekspresif. Rheen tidak berharap ungkapan seperti ini muncul dari Pepe melainkan sangat berharap sekali dari lelaki disamping Pepe.

Tepat diseerang gerombolan penggangu tampak jelas Riota bersama dengan pamannya, Levantine. Levantine memakai jubah hitam -Jubah yang biasa ia kenakan untuk pesta akhir tahun ajaran sekolah- yang ujung kain bawahnya kadang menyapu jalanan. Sedangkan Riota memakai hoodie yang biasa ia pakai. Sepertinya Levantine gagal untuk mengatur cara berpakaian Riota selain dengan pakaian yang Riota nyaman dengannya.

Sean kali ini menahan tawa dikarenakan ia menangkap jelas sekali, hidung Riota yang tampak tidak nyaman. Lubang hidung Riota berkali-kali terlihat seperti mengendus sesuatu yang bau didekatnya.

 "Ayah! Itu kakak!" Seorang anak kecil tampak sumringah. Hampir saja ia meloncat dari pungung ayahnya.

Seorang pemuda memanggul bendera jadi yang pertama terlihat dari kejauhan. Kemudian diikuti pasukan berbaju putih dengan tambahan 2 garis horizontal dibagian dada. Sebagian sisa pasukan mengibarkan bendera-bendera dengan simbol lain namun dengan satu tema khusus.

Levantine sibuk menenangkan penduduk nagari yang mulai tidak terkendali tatkala sisa pasukan semakin mendekat menuju gerbang selamat datang Cheduge. Pemimpin tetua nagari ini bekerja keras berulang kali menginstruksikan kepada semua yang hadir untuk memberikan ruang jalan bagi pasukan perang yang tersisa dan perintah menunggu, alih-alih menyusul dengan cara berlari.

"Ibu! Aku tidak menemukan ayah." Rivela gelisah karena sejauh ini ia tidak menemukan Hiro.

"Kalian tidak akan menemukannya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x