Mohon tunggu...
Hend.Setya
Hend.Setya Mohon Tunggu... Penulis Newbie

Novel AL terbit setiap hari Jumat || Contact Penulis : hsetiawan.id@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Bab 13 | Dilema untuk Katia

9 November 2018   20:54 Diperbarui: 9 November 2018   21:16 0 0 0 Mohon Tunggu...

Seki baru saja sampai di rumahnya ketika waktu menunjukkan jam 6 pagi. Meski sudah di dalam rumah, setengah dari pikirannya masih menetap di ruang pertemuan. Pikirannya berkecamuk memikirkan bagaimana rumitnya masalah yang dihadapi Katia saat ini. Istri dari sahabatnya ini pasti sedang kesulitan untuk menentukan pilihan yang dipaksakan.

"Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu, Levantine?" Tanya Seki setengah tidak setuju. Setelah sebelumnya Levantine menyarankan Saga untuk segera pergi meninggalkan Cheduge.

"Apakah tidak ada jalan selain Saga harus pergi dari Cheduge?" Kapitan mulai tampak ikut mencium suasana genting.

"Seberapa mampu kita bertahan untuk menyembunyikan Saga? Sebelum pihak istana menuju Cheduge dan menemukannya?" Levantine balik bertanya. Meski dalam kondisi minim penerangan, nampaknya tidak ada kendala antar tetua nagari dan tamu undangan untuk tahu dengan siapa ia berbicara.

Seki menatap anaknya, Rheen masih tertidur di kamar. Ia masih berselimut menahan dingin malam Cheduge. Seki berinisiatif untuk memberitahukan Rheen ketika bangun nanti bahwa temannya dipastikan akan pergi. Meski tidak dalam waktu yang dekat. Namun, lambat laun Saga harus pergi dari Cheduge dan berharap orang-orang di sekitarnya paham akan kondisi pelik ini.

Masuk akal jika pihak istana curiga dalang dari pencurian batu Assion adalah klan AL. Kecurigaan menjadi bertambah besar, terlebih saat ini salah satu dari anak penyihir kelas kedua Courdour yang tahu soal batu Assion, hidup di tengah klan. Katia pasti disudutkan bangsanya, Saga dalam ancaman ditangkap dan Cheduge bisa menjadi porak poranda akibat pencarian sang pencuri dan master AL terpilih.

"Kawan. Rasanya separuh dari kehidupanmu adalah masalah. Tapi kau bisa dan selalu saja mampu menghadapinya dengan cara yang tidak biasa. Beri aku petunjuk bagaimana aku bisa melindungi keluargamu saat ini." Seki berucap kalimat permintaan tadi sambil mengamati makam Zola. Makam yang kali ini terlihat taburan bunga kenanga layu diatasnya.

Seki masih merasa jengkel dan semua yang hadir di pertemuan saat itu dipastikan tertipu dengan pengakuan Riota selama ini bahwa ia adalah master AL terpilih selanjutnya. Bahkan penduduk Cheduge pun dipastikan murka jika mengetahui berita bohong yang dikoarkan Riota hampir setiap hari setelah perang ke-7 berakhir. Meski ngotot, ia tetap dilarang untuk ikut serta di perang suci ke-8 karena alasan usia yang masih terlalu muda.

Levantine berulang kali di pertemuan semalam, meminta maaf atas ulah Riota yang konyol. Namun, tidak secara lengkap menjelaskan mengapa Riota melakukannya. Levantine kemudian bercerita secara jujur perihal rajah milik keponakannya adalah hasil kerja yang dibuat secara manual dibuat oleh Ensi, tukang rajah yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumah Seki.

"Sudah dari dulu aku berpikir untuk mengusir orang gila itu." Ucap Seki saat pertemuan.

Ingatan Seki dibawa ke waktu sebelumnya. Bagaimana Zola dan Odric memiliki kemampuan khusus sejak rajah khusus muncul secara alami di tubuh mereka. Memang untuk beberapa waktu Zola mengeluh panas yang tidak normal di area munculnya rajah. Namun untuk Odric, ia memang memiliki kemampuan adaptasi luar biasa dengan sesuatu yang baru. Odric memiliki gift yang tidak biasa kala itu, bahkan untuk orang dewasa di Cheduge sekalipun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x